oleh

Aa Gym: Matikan Centang Biru di WhatsApp adalah Kebohongan

APLIKASI pesan instan WhatsApp masih menjadi yang terpopuler di dunia, yakni dua miliar pengguna sepanjang 2019, menurut laporan App Annie.

Seperti diketahui, salah satu layanan milik Facebook itu memiliki fitur centang biru yang menandakan bahwa pesan telah diterima dan telah dibaca.

Akan tetapi, ada pula sebagian orang yang memilih mematikan centang biru dengan berbagai alasan, seperti sedang tidak ingin diganggu misalnya. Nah, ketika centang biru dimatikan maka seolah-olah si penerima tidak membaca pesan padahal justru sebaliknya.

Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym menyebut bahwa menonaktifkan fitur centang biru adalah kebohongan. Karena, menurutnya, si penerima sebenarnya sudah membaca pesan yang diterima tetapi seakan-akan belum, atau bahkan tidak membacanya

“Sebagian orang ada yang menonaktifkan tanda centang biru ini sehingga kita tidak tahu apakah pesan yang dikirim sudah dibaca atau belum. Ini selalu jadi pertanyaan,” ungkap Aa Gym, melalui YouTube tvOne yang berjudul ‘Matikan Centang Biru WhatsApp Termasuk Perbuatan Tercela, Ini Penjelasan Aa Gym’, Senin, 15 Juni 2020.

Menurut Aa Gym, jika seseorang yang sudah membaca pesan WhatsApp namun belum bisa membalasnya, maka sebaiknya ia menyampaikan permintaan maaf kepada orang yang bersangkutan. Berikut penjelasan lengkap Aa Gym melalui YouTube tvOne:

Di WhatsApp, tanda centang satu putih artinya pesan belum sukses terkirim, tanda centang dua putih sudah terkirim, dan tanda centang biru menandakan pesan sudah dikirim dan dibaca oleh orang yang kita ajak chatting.

Asal tahu saja, ketika fitur centang biru diperkenalkan, WhatsApp menghadapi banyak kritik karena melanggar privasi orang-orang yang tidak ingin pengirim tahu apakah mereka telah membaca pesan terkirim atau tidak.

WhatsApp juga memasukkan opsi untuk menonaktifkan tanda centang biru, atau opsi tanda terima baca. Dengan menonaktifkan opsi tanda terima baca, aplikasi memastikan penerima pesan tidak akan memberi tahu pengirim apakah ia telah membaca pesan.

Tetapi di sisi lain, kebijakan baru WhatsApp ini juga bisa terbukti mengecewakan pengguna lain yang sedang menunggu balasan dengan asumsi penerima akan membaca pesan cepat atau lambat. []

(Sumber | VIVA.CO.ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed