oleh

Acara Aneh TV AS, 15 Pria Bersaing untuk Menghamili 1 Wanita

Washington-Sebuah reality show televisi (TV) di Amerika Serikat (AS) menyuguhkan kompetisi kencan yang aneh, di mana 15 pria bersaing untuk “membuat” bayi dengan seorang wanita. Belasan pria itu berkompetisi untuk nantinya menghamili si wanita yang sama sekali tak mereka kenal sebelumnya.

Acara berjudul “Labor of Love” tersebut membuat banyak orang Amerika terkejut. Sekilas reality show ini seperti bercanda, namun acara tersebut benar-benar digelar di stasiun televisi FOX.

“Labor of Love” adalah acara kencan baru yang mengejutkan, di mana seorang janda cerai berusia 41 tahun tidak mencari suami atau pasangan hidup, melainkan seorang “baby daddy”.

Kristy Katzmann adalah wanita karier yang sukses yang secara harfiah akan menilai kualitas kebapakan dari 15 pria yang berkompetisi, mulai dari jumlah sperma hingga kebiasaan minum mereka, sambil berkencan untuk menguji kemampuan mereka dalam mengasuh anak.

Acara—yang dipandu oleh bintang “Sex and the City” Kristin Davis—bahkan menampilkan tagline yang menarik; “lewati kencan dan langsung membuat bayi”.

Istilah lain yang digunakan dalam promo acara itu berbunyi; “Cinta itu opsional, kerja tidak.”

Banyak orang terkejut dengan acara aneh ini, di mana beberapa di antaranya menganggapnya “mengerikan”. Namun, Davis membela proses reality show yang berani ini dengan menyebutnya sebagai “versi dewasa dari The Bachelor”.

Kelompok pria—yang dijuluki “dad-chelors”—antre untuk memiliki bayi bersama Kristy termasuk seorang dokter, petugas pemadam kebakaran, hingga pegulat profesional. Butuh waktu 18 bulan bagi produsen acara untuk menemukan konsep reality show ini karena persyaratan yang ketat.

Salah satu episode yang disuguhkan akan menunjukkan belasan pria yang berkompetisi menyajikan piring-piring spesimen dan diminta untuk memproduksisperma mereka yang akan dikirim untuk tes kesuburan.

“Bagian dari proses ini adalah mencari tahu apakah Anda semua cukup cocok untuk menjadi ayah, maksud saya dalam arti yang paling harfiah,” kata Davis kepada para pria dalam beberapa menit pertama kedatangan para kompetitor.

Reality show ini mulai ditayangkan minggu ini di AS dan memicu beragam respons.

“Saya tidak berpikir ini adalah cara terbaik untuk membawa bayi ke dunia ini,” tulis seorang pemirsa AS di kolom komentar Facebook yang memuat promosi acara tersebut.

“Saya pikir The Bachelor adalah yang terendah yang bisa kami tuju, tetapi FOX, Anda telah membuktikan bahwa kami belum mencapai dasar barel,” bunyi komentar permisa lainnya di kolom komentar tersebut.

“Kami hidup di dunia yang sangat aneh. Wow,” imbuh komentar yang lain.

Banyak yang menyebut acara televisi ini “mengerikan” dan “memalukan”. Namun ada juga beberapa warga AS yang menyambutnya dengan menekankan bahwa para kontestan berusia di atas 40 tahun dan sudah tahu apa yang mereka lakukan.

Setelah memicu kontroversi, Davis, 55, menjelaskan bahwa acara itu dimaksudkan untuk mempolarisasi dan membuka percakapan tentang orang-orang yang menunggu dalam kehidupan untuk memiliki bayi dan menikah.

Dia menambahkan itu adalah proses yang panjang untuk menemukan pria yang tepat bersaing untuk rahim Kristy.

“Untuk menemukan seseorang yang setara dengannya berarti kami harus keluar dari parameter normal dalam hal apa yang kami cari, dan saya pikir itulah yang membuat kami berbeda, dan juga tantangan kami sangat berbeda,” katanya kepada ETOnline, yang dilansir SINDONEWS.COM dari news.com.au, Sabtu (23/5/2020).

“Mereka membawa perilaku yang sangat lucu dan ekstrem, yang kadang-kadang lucu, lucu-keras, yang saya senang saat ini.”

Sementara itu Kristy menggambarkan tantangan tes sperma pertama sebagai hal “canggung”, dengan mengatakan; “Itu benar-benar mengatur nada dari pertunjukan.”

“Bicara tentang kencan pertama yang canggung, maksud saya, ini benar-benar raja di sini,” katanya kepada ETOnline. “Tapi, Anda tahu, walaupun itu tidak nyaman, diam-diam, saya sangat senang karena kami perlu mengatur ini langsung.”

“Pria-pria ini mengatakan mereka ada di sana dan siap untuk menjadi ayah, tetapi cara apa yang lebih baik untuk menguji mereka daripada menempatkan mereka melalui sesuatu seperti ini?,” kata Kristy.

“Setiap pria yang bersedia melakukan ini setelah bertemu saya di TV, dia cukup serius tentang prosesnya. Jadi dengan cara yang aneh, ini seperti, menenangkan ketakutan yang saya miliki tentang orang-orang ini yang tidak berada di sini karena alasan yang tepat.” []

(Sumber | SINDONEWS.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed