oleh

Aceh Besar Launching Perbub Prokes

Aceh Besar-Bupati Aceh Besar launching Perbub Aceh Besar Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Kabupaten Aceh Besar.

Peluncuran Perbub Aceh Besar Nomor 24 Tahun 2020 tersebut dilangsungkan, Senin (5/10/2020) di halaman gedung Dekranasda, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, yang dan turut dihadiri unsur Forkopimda plus, para Asisten, Kabag, Kepala OPD, dan para camat.

Bupati Mawardi Ali, mengungkapkan jumlah warga yang terpapar virus corona atau positif Covid-19 di Kabupaten Aceh Besar hingga saat ini sudah mencapai 1.144 orang dan 645 sembuh serta 51 orang meninggal dunia.

Sementara 448 orang saat ini sedang menjalani perawatan, baik di rumah sakit maupun isolasi mandiri. “Jumlah yang terpapar itu, bila dipersentasekan sudah tiga persen penduduk Aceh Besar terpapar Covid-19,” ungkap Bupati Mawardi Ali.

Karena itu, kata ia, harus ada upaya untuk memutus mata rantai virus corona ini di Kabupaten Aceh Besar. Apalagi kondisi hari ini Kabupaten Aceh Besar sudah masuk zona merah di Provinsi Aceh.

“Peraturan Bupati Aceh Besar Nomor 24 tahun 2020 ini akan menjadi pedoman bagi berbagai pemangku kepentingan, pelaku usaha dan masyarakat pada umumnya,” ujar Mawardi.

Ia menegaskan Perbup Prokes tersebut sebuah upaya untuk menyelamatkan masyarakat, karena hukum tertinggi adalah menyelamatkan masyarakat.

“Dalam Perbup bukan berarti kita mengutamakan menyangkut sanksi-sanksi saja, tapi menjadi payung hukum dalam beraktivitas
di Aceh Besar yang masuk zona merah,” katanya.

Terkait sanksi, Mawardi menyatakan dalam penerapan Perbub Nomor 24 Tahun 2020 tersebut yang diharapkan kepatuhan dari semua pihak dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Mawardi menyatakan sanksi materi bagi pelanggar secara personal sebagaimana disebutkan dalam Perbub Nomor 24 Tahun 2020 itu sebagai opsi terakhir. Sebelum diterapkan, tegasnya, tentu akan dilakukan sosialisasi dan peringatan.

Pada bagian lain, Bupati Aceh Besar ini minta seluruh instansi, ASN, seluruh dinas, baik instansi pemerintah daerah maupun vertikal untuk mensosialisasikan Perbup itu sebagai pedoman dalam beraktivitas.

Selain itu, seluruh instansi diminta mematuhi Prokes baik instansi pemerintah non pemerintah, swasta dan seluruh instansi lainnya.

“Kalau bersama-sama patuh terhadap Prokes, saya yakin Covid-19 bisa kita hindari bersama. Kalau setiap orang sudah mempunyai kewajiban untuk patuh terhadap Prokes, saya yakin penyebaran ini tidak terjadi,” kata Mawardi.

Dikatakannya, Aceh Besar hari ini mengambil sikap memperketat Prokes. “Saya menghimbau kepada semua pihak untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” pinta Mawardi Ali.

Kajari Aceh Besar, Rajendra Dharmalinga Wiritanaya SH, menyarankan Perbup tersebut dirumuskan dalam qanun. Karena dalam qanun ada sanksi pidananya. “Perbup ini juga perlu disosialisasikan kepada masyarakat sebelum dilaksanakan. Kemudian kita perlu berlaku adil dimulai dari diri kita sendiri,” katanya.

Sementara Kapolres Aceh Besar AKBP. Riki Kurniawan, SIK menyampaikan, pihaknya menyambut baik Perbup tersebut telah ditetapkan dan dilaunching.

Ia juga mengungkapkan berdasarkan survey di tingkat pusat, masyarakat tidak mengikuti Prokes karena tidak ada peraturan yang memaksa, kemudian ada juga yang menilai karena tetangga tidak terpapar Covid-19, maka dianggap biasa saja.

“Perlu iman, aman, imun. Dengan adanya launching Perbup ini sehingga masyarakat lebih terjaga dan tidak terpapar Covid-19,” kata Kapolres. []

(Editor     | Muhammad Zairin)
(Laporan | Muhammad Zairin)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed