oleh

Anak Aceh Magang Lancar Kerja Nyaman

banner 728x90

PERLINDUNGAN jaminan sosial bagi pelajar yang sedang melaksanakan magang dan berpotensi terhadap resiko­resiko kerja, perlu diberikan perlindungan. Sehingga, magang berlangsung lancar dan kerja menjadi nyaman.

Ini setelah Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Para siswa dan siswi di Aceh yang sedang melaksanakan magang praktik kerja lapangan tidak perlu risau lagi dengan ancaman musibah saat praktik kerja.

Perjanjian tersebut ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA terkait kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan siswa magang atau praktik kerja lapangan se Aceh beberapa waktu lalu, di Banda Aceh.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Rachmat Fitri HD, MPA menyambut baik penandatangan bersama tersebut. Karena dapat memberikan perlindungan kepada siswa yang akan magang baik di dalam maupun luar daerah.

“Pada saat melaksanakan praktek, para siswa ini sangat perlu diberikan perlindungan jaminan sosial yang melindungi mereka dari resiko­resiko kerja selama melaksanakan proses magang,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa siswa yang akan mengikuti magang sangat rawan dalam hal kecelakaan kerja, sehingga pihaknya berinisiatif mengeluarkan kebijakan dengan masuk dalam program BPJS Ketenagakerjaan tersebut.

“Ini sudah diatur dalam undang­undang, jadi wajib kita jalankan. Dengan harapan semua siswa kami dapat terlindungi dari segala risiko yang kemungkinan dapat terjadi selama proses magang berlangsung,” ungkapnya.

Kadisdik menyebutkan komitmennya ke depan untuk melakukan agar siswa dapat didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, karena dalam kesehariannya bergelut di dunia kerja, seperti laboraturium perbengkelan serta mesin lainnya sehingga layak didaftarkan dalam program pemerintah tersebut.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagut, Umardin Lubis mengatakan, program bagi siswa magang ini memang merupakan bagian dari program BPJS Ketenagakerjaan yang diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 2016.

Disebutkan, bahwa siswa magang juga berhak atas Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang diselenggarakan BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami berharap agar kepa­ da Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan untuk dapat mengundang dan mensosialisasikan manfaat dari kesepakatan bersama ini kepada para siswa dan guru yang ada di seluruh Aceh,” harapnya.

Selain itu program perlindungan jaminan sosial bagi siswa magang dan guru honorer ini sesuai amanah Undang­Undang serta PP Nomor 44 tentang Penyelenggara Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian.

Untuk diketahui program yang diberikan dalam perjanjian kerjasama ini adalah Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) yaitu memberikan perlindungan atas risiko­risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja.

“Termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya dan penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja,” jelasnya.

Umardin juga menjelaskan Jaminan Kematian (JKM) yang merupakan program yang memberikan manfaat kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia yang bukan diakibatkan kecelakaan kerja. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed