oleh

Anggota Dewan Ini Langsung Telfon Kadis PUPR

Aceh Tamiang-Abrasi sungai melanda Kampung Matang Cincin, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, yak tak lain adalah salah satu Daerah Pemilihan (Dapil) Anggota DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri.

Diketahui, Maulizar Zikri maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) II meliputi Seruway, Bendahara, Banda Mulia dan Manyak Payed dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

Abrasi tersebut diketahui Maulizar Zikri saat warga menyampaikan kabar tersebut kepada dirinya dalam reses masa persidangan II Tahun 2020-2021 di Daerah Pemilihan (Dapil) II itu. Abrasi ini mengancam rumah warga dan badan jalan utama.

“Warga meminta agar ada penanganan abrasi Sungai di kampungnya. Penanganan abrasi tersebut karena mengancam dua rumah warga dan badan jalan utama,” ujar Maulizar Zikri, Selasa (23/02/2021) di Tualang Cut.

Mengetahui hal tersebut Wakil Ketua Komisi I DPRK ini tak menunggu lama, ia langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR Aceh Tamiang. Poin penting komunikasi dirinya dengan SKPK terkait agar dapat memperhatikan daerah itu yang sedang dilanda abrasi.

Anggota DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri saat menggelar reses di Kampung Matang Cincin Kecamatan Manyak Payed (FOTO | ERWAN/PENAPOST.ID)

“Sudah ada respon dari Dinas terkait, hanya saja saat ini kepala dinasnya mengaku sedang berada di luar daerah,” kata Dekdan—sapaan akrab Maulizar Zikri.

Menurutnya, banyak persoalan lain di dapilnya itu. Seperti yang dihadapi para petani. Selain persoalan petani, juga muncul persoalan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Banyak masyarakat kita, khususnya para petani mengeluhkan kondisi areal persawahan tidak adanya air di areal persawahan. Ini juga membuat kita prihatin,” sebutnya.

Masih kata dia, persoalan ini hampir rata terjadi disejumlah kampung yang Ia lakukan reses. Disamping susahnya para petani mendapat air, terungkap juga persoalan kelangkaan pupuk.

“Persoalannya kompleks sekali, mulai dari persoalan air, pupuk bahkan nilai jual gabah yang selalu merosot saat masa panen. Kemudian, minimnya pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan serta infrastruktur yang saat ini belum merata,” katanya lagi.

Ia menjelaskan, kegiatan reses yang dilakukan itu untuk mengali, menampung dan menjaring aspirasi dari konstituennya, khususnya di Daerah Pemilihan (Dapil).

“Reses penting untuk membangun komunikasi, dialog dan diskusi. Mengali dan menjaring aspirasi tentang infrastruktur serta persoalan yang dihadapi dari konstituen kita,” jelasnya.

Katanya lagi, pelaksanaan reses ini juga untuk mengawal program pemerintah di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing serta mendorong percepatan peningkatan kesejahteraan rakyat.

“Reses adalah komunikasi dua arah antara legislatif dengan konstituen melalui kunjungan kerja secara berkala. Ini merupakan kewajiban anggota DPRK untuk bertemu dengan konstituennya secara rutin pada setiap masa reses,” jelasnya.

Dekdan mengatakan untuk Kampung Matang Cincin Kecamatan Manyak Payed saat dirinya melakukan reses tercatat masyarakat yang mayoritasnya sebagai petani (sawah) mengeluhkan persoalan susahnya mendapat air dan kelangkaan pupuk bahkan nilai jual gabah yang merosot.

“Mereka mengusulkan untuk mengatasi persoalan areal yang sudah mendapatkan air, agar dapat dilakukan pipanisasi dengan sumber air sungai yang tidak jauh dari areal persawahan,” jelasnya.

Kemudian sambungnya lagi, disamping usulan pipanisasi, masyarakat setempat juga mengusulkan papling blok untuk meunasah. Menurut warga setempat usulan terhadap meunasah tersebut agar tidak dikotak katik dan menjadi prioritas. Dengan alasan usulan untuk meunasah tersebut merupakan usulan yang sesuai dengan visi misi dari Pemerintah Daerah.

“Masyarakat meminta agar usulan untuk meunasah agar dapat terealisasi sesuai dengan visi misi Bupati. Persoalan pertanian kita akan coba melakukan koordinasi dengan pihak dinas terkait,” lanjutnya.

Sementara data yang diterima reses Maulizar Zikri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Aceh Tamiang masa persidangan II Tahun 2020-2021 yang berlangsung sejak 15-22 Februari 2021, telah dilakukan di Kecamatan Manyak Payed diantaranya Kampung Matang Ara Jawa, Matang Cincin, Ie Bintah, serta sejumlah kampung lainnya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed