oleh

Arizuwanda, SE, Laboran Berprestasi di Level Nasional

Jika tak berlebihan, wajah pendidikan Aceh saat ini terus mengalami peningkatan. Beragam prestasi ditorehkan provinsi paling barat Indonesia ini di level nasional.

Arizuwanda, SE, misalnya. Prestasi Tenaga Kependidikan (Tendik) dari SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh ini berhasil meraih juara I ajang penilaian tenaga kependidikan berprestasi Nasional tahun 2019. Ia menyisihkan puluhan peserta lainnya.

Dari kejauahan, Arizuwanda, SE melangkah keluar dari ruang penjemputan tamu Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar beberapa waktu lalu.

Rona wajahnya tak henti melempar senyum menoleh ke kiri dan kanan. Sementara, sejumlah pengawai Dinas Pendidikan Aceh telah bersiap menyambut Arizuwanda bak seorang ‘Pahlawan’.

Memang kedatangan Arizuwanda telah ditunggu, lantaran ia berhasil mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional yang meraih juara I sebagai tenaga laboran berprestasi pada ajang penilaian tenaga kependidikan berprestasi Nasional tahun 2019.

Ajang bergengsi itu dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI sejak 1 hingga 5 Oktober 2019 bertempat di Hotel Millenium Sirih, Jakarta.

Kepulangan Arizuwanda, SE disambut oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, melalui Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Aceh, Dra Nurhayati, MM, di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar.

Nurhayati menyampaikan torehan prestasi yang dicapai oleh GTK Aceh selama dua minggu terakhir ini merupakan hal yang layak untuk diapresiasi dan menjadi pendongkrak mutu Pendidikan Aceh kedepannya.

“Seperti biasanya kita mengundang secara khusus bagi mereka yang telah berprestasi dan mendapatkan juara di tingkat nasional. Sedangkan untuk tingkat provinsi kita memberikan hadiah umrah bagi GTK yang berhasil membawa pulang juara satu, dua dan tiga,” kata Nurhayati mewakili Kadisdik Aceh, Rachmat Fitri.

Nurhayati mengatakan ada beberapa hal yang menjadi catatan penting bagi GTK Aceh pada saat berlomba di tingkat nasional. Selain penyajian porto- folio dan performa presentasi.

GTK juga diminta untuk terus melakukan inovasi pembelajaran yang bermanfaat bagi sekolah dan dunia Pendidikan secara umum.

“Kemudian untuk maka- lahnya tidak boleh ada kesamaan yang lebih dari 30 persen didalam karya yang ditampilkan. Setiap mereka akan diuji terkait karya yang dihasilkan itu, jika ditemukan lebih dari 30 persen mengambil referensi dari karya orang lain. Maka itu akan dianggap sebagai plagiat,” tuturnya.

Oleh sebab itu, dia berharap kepada para Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aceh untuk benar-benar menciptakan karya sendiri (orisinil) agar mampu bersaing dengan GTK lainnya se Indonesia. Pihaknya juga menar- getkan prestasi yang diraih ini dapat ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

“Kita harus menciptakan karya sendiri, dengan gaya bahasa sendiri sehingga tingkat similaritasnya semakin rendah. Semakin rendah similaritasnya semakin baik. Kita mintakan kepada guru dan tenaga kependidikan Aceh untuk dapat memotivasi rekannya yang lain dalam mengikuti perlombaanperlombaan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan Aceh,” pintanya.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Aceh telah melakukan berbagai upaya diantaranya yaitu membekali para GTK Aceh sebelum berlomba di tingkat Nasional dengan menghadirkan narasumber dari lokal dan pusat.

Semua itu dilakukan, agar prestasi GTK dapat meningkat setiap tahunnya. Sebelumnya, Arizuwanda, S.E dari SMK Negeri 1 Kota Banda Aceh mengaku bersyukur atas torehan prestasi ini.

Ia tidak menyangka akan memper- oleh juara pada ajang penilaian tenaga kependidikan berprestasi Nasional tahun 2019.

“Kami melihat GTK dari pulau Jawa, seperti Jawa Tengah masih sangat mendominasi pada ajang tingkat Nasional. Tapi kita tidak boleh menyerah untuk terus belajar sehingga kita mampu membawa pulang juara di tingkat Nasional ini,” katanya.

Dirinya juga menuturkan ada tiga tahapan yang dilaluinya pada saat berlomba di tingkat nasional, yaitu similarity desain poster pada slide power point dan best practise.

“Saya mendapat pujian dari juri pada tahapan penyajian slideshow dan best practise. Itulah yang merupakan kunci kemenangan saya pada saat penjurian dilakukan sehingga saya dapat unggul dari pesaing berat kita yaitu Jawa tengah,” katanya.

Pada penyambutan tenaga kependidikan berprestasi tingkat Nasional tahun 2019 tersebut juga turut dihadiri oleh Sekretaris Disdik Aceh, Teuku Nara Setia, SE, M.Si, Ak, Kepala Bidang SMK, Teuku Miftahuddin, M.Pd, Kepala SMKN 1 Banda Aceh, Salma, S.Pd beserta dewan guru.

Mereka yang meraih juara Tingkat Nasional Tahun 2019:
1. Sri Ima Susanti, S.Pd, Guru SDN Alue Punti, Kecamatan Rantau Selamat, Aceh Timur, juara I Pemilihan Guru SD Berdedikasi 2019

2. Eko Wahyu Jamaluddin, S.Pd, Guru SMAN 3 Seulimuem, Aceh Be- sar, juara I Pemilihan Anugerah Konstitusi bagi Guru PPKn SMA

3. Ari Zuwanda SE, SMKN 1 Banda Aceh, juara I Pemilihan Tenaga Laboratorium Berprestasi

4. Karyati, S.Pd, SMKN 3 Karang Baru, juara II Pemilihan Anugerah Konstitusi bagi Guru PPKn SMK

5. Riza Ferilinda, S.Pd, Pengawas TK pada Disdikbud, Kabupaten Aceh Tamiang, juara III Pemilihan Pengawas TK Berprestasi

6. Budi Setiawan, S.Pd.I, M.Si, Kepala SDN Blangkedah, Kecamatan Tiro, Pidie, juara III Pemilihan Kepala SD Berdedikasi

7. Kurnia Rahmianum, S.Pd, M.Pd, Guru SMPN 4 Percontohan Karang Baru, Aceh Tamiang, juara III Pemilihan Guru SMP Berprestasi

8. Heni Ekawati, S.Pd M.Pd, Kepala SMALBS B YPAC Kota Banda Aceh, juara Pemilihan Kepala SMALB Berprestasi

9. Efriyanto ST, Guru SMKN 4 Banda Aceh, Kota Banda Aceh, juara III Pemilihan Guru SMK Berprestasi

Data Tenaga Guru dan Tendik:
1. PNS 13.229 orang (52%)
2. Non PNS 12.075 orang (48%) Jumlah: 25.304 orang
DATA GURU PNS DAN NON PNS
1. 11.003 orang (58%)
2. Guru Non PNS 8.060 (42%) Jumlah: 19.063 orang.

(Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed