oleh

Banjir Rendam 30 Hektar Sawah Petani di Aceh Tamiang

Aceh Tamiang-Curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir di Kabupaten Aceh Tamiang mengakibatkan sekitar 30 Hektar lebih persawahan warga terendam banjir.

Ketua Forum Datok Penghulu Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang, Arianto, mengatakan areal persawahan yang terendam banjir di Kampung Seneubok Dalam Upah, Kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang.

“Hujan yang mengguyur semalam suntuk telah merendam areal persawahan yang baru ditanam,” ujar Arianto, kepada PENAPOST.ID, Sabtu, (02/01/2021), di Aceh Tamiang.

Menurutnya, para petani dikawasan itu akan mengalami kerugian akibat padi yang baru ditanam tersebut gagal panen.

“Para petani disana sudah dua kali padi mati karena dilanda banjir. Setelah terendam pada banjir pertama sekitar satu lalu, petani tidak putus asa dan menanam kembali,” tuturnya.

Ia mensinyalir banjir itu terjadi lantaran saluran dalam areal persawahan tersebut tidak berfungsi dengan baik.

“Parit normalisasi yang berada tidak berfungsi dengan baik. Ini menjadi catatan dinas terkait agar dapat menanggulangi dengan melakukan normalisasi kembali dengan tepat pembuangannya,” imbuhnya.

Arianto menyarankan dinas terkait dalam menganggarkan normalisasi jangan terkesan asal jadi tanpa melakukan pengecekan lokasi.

“Pengganggarannya harus sesuai dengan kondisi lapangan.. Normalisasi itu harus ada pembuangannya,” saran Arianto.

Datok Penghulu Kampung Seneubok Dalam Upah Kecamatan Bendahara, Hariadi mengaku dirinya sangat sedih melihat kondisi areal persawahan yang seluruhnya terendam air.

“Pupus sudah harapan kami, ini yang kedua kami tanam. Padahal para petani sangat berharap dari hasil tanam padi ini dapat mendukung ekonomi para petani dimasa pandemi COVID-19,” katanya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed