oleh

Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang Disalurkan

Aceh Tamiang-Hujan dengan intensitas tinggi beberapa dalam hari terakhir membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) di Aceh Tamiang meluap. Bukan hanya itu, banjir juga ikut mengepung seribuan Kepala Keluarga (KK) dan ribuan jiwa penduduk disana.

Tiga Kecamatan di Aceh Tamiang yaitu Tamiang Hulu, Tenggulun, dan Kejuruan Muda, terdampak banjir. Sebanyak 1.667 Kepala Keluarga (KK) dan 61.714 jiwa, di Gampong Bandar Khalifah, Alur Tani, Rongoh, Kaloy, Rimba Sawang, Simpang Kiri, Alur Selebu, dan Sungai Liput, dikepung banjir.

Itu sebabnya, Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh menyalurkan bantuan tanggap darurat untuk masyarakat korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (16/12/2020). Bantuan berupa tersebut sandang dan pangan sebanyak dua truk.

Bantuan diserahkan Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, bersama rombongan diterima Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil di halaman Pendopo Bupati setempat.

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil usai menerima bantuan logistik menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Aceh yang telah mengirimkan bantuan untuk warganya di daerah itu. Sebab, beberapa Kecamatan yang terendam banjir sampai dua malam dan ada juga pengungsian.

Namun, pemerintah daerah telah melakukan upaya penanggulangan berupa bantuan masa panik, dan hari ini Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh juga mengirimkan bantuan. “Alhamdulillah, ini akan kita salurkan lagi untuk masyarakat yang masih mengungsi dan Alhamdulilah bantuan yang diberikan oleh Dinas Sosial juga sangat lengkap. Ini luar biasa,” katanya.

Ia menuturkan, kondisi masyarakat saat ini sebagian telah kembali ke rumah masing-masing dan beraktivitas seperti biasanya, sementara bantuan ini nantinya akan di stok di gudang untuk cadangan jika tiba-tiba suatu saat terjadi lagi bencana. “Sehingga kita sudah punya stock yang cukup untuk kembali disalurkan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri mengatakan, pihaknya mewakili Pemerintah Aceh atas perintah Gubernur Aceh Nova Iriansyah untuk mengantarkan bantuan kepada masyarakat korban banjir di Aceh Tamiang.

Alhudri menuturkan, di penghujung seperti saat ini tentunya cuaca masih ekstrim sehingga belum dapat diprediksi, seperti bencana yang baru-baru ini melanda Aceh Utara dan Aceh Timur beberapa waktu lalu, kemudian juga menimpa masyarakat di Aceh Tamiang.

“Namun alhamdulilah kondisi sudah mulai stabil seperti sedia kala dan masyarakat juga telah kembali ke rumah masing-masing untuk beraktivitas seperti semula,” katanya.

Namun, kata Alhudri sebagaimana biasanya yang namanya bencana tentunya datang tidak tahu kapan waktunya. Namun Pemerintah Aceh dan kabupaten/kota harus bersinergi agar masyarakat saat ditimpa bencana jangan sampai ada keluhan terutama untuk bantuan masa paniknya.

“Tapi kalau kita lihat kondisi alam saat ini tidak tertutup kemungkinan hal itu akan terulang lagi, makanya sebelum itu terjadi kita antarkan bantuan ini, tentunya di gudang logistik harus kita isi terus karena barang logistik yang kemarin-kemarin sudah dipakai untuk kebutuhan masyarakat,” katanya.

Alhudri berharap, dengan adanya bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat. “Tentunya kita sebagai aparatur pemerintah baik di provinsi maupun di daerah tentu harus bersinergi, saling bahu membahu dalam mengayomi masyarakat,” tutup Alhudri. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed