oleh

Bea Cukai Meulaboh Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal

banner 728x90

Laporan | Azhar Sigege

Meulaboh-Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai khususnya Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Meulaboh berupaya memberantas peredaran rokok ilegal.

Upaya ini merupakan aksi nyata bea dan cukai dalam menciptakan perlakuan yang adil bagi industri rokok yang telah mematuhi segala ketentuan dan membayar cukai sesuai kewajibannya.

Rabu 18 Desember 2019, bertempat di Lapangan Teuku Umar Gampong Suak Indrapuri Meulaboh Aceh Barat, dilaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan KPPBC TMP C Meulaboh dan barang bukti tindak pidana di bidang cukai yang mempunyai kekuatan hukum tetap dengan cara dibakar.

Plh. Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan, Taufan Syahputra, dalam keterangan tertulis kepada media ini menyebutkan, adapun BMN yang akan dimusnahkan berupa 16.364 bungkus Hasil Tembakau yang terdiri dari rokok illegal berjumlah 16.350 bungkus (313.264 batang) dan Tembakau Iris illegal berjumlah 14 bungkus (420 gram), dengan nilai barang sebesar Rp151.026.000,- dan potensi kerugian negara sebesar Rp125.046.636,-.

“Sedangkan barang bukti yang dimusnahkan yaitu Barang Kena Cukai (BKC) Hasil Tembakau (HT) berupa rokok ilegal sejumlah 94.040 bungkus berbagai merek dengan rincian 1.868.000 batang dengan potensi kerugian Negara senilai Rp.663.908.000,” sebutnya.

Menurutnya, barang bukti tersebut telah mempunyai kekuatan hukum tetap sesuai Putusan Pengadilan Negeri Tapaktuan Nomor 51/Pid.Sus/2019/PT Ttn Tanggal 31 Juli 2019 yang dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh Nomor 238/PID/2019/PT BNA Tanggal 22 Oktober 2019.

“Barang bukti ini merupakan hasil penyidikan yang dilakukan oleh KPPBC TMP C Meulaboh, dimana berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negeri Aceh Selatan pada bulan April,” ungkapnya.

Pemusnahan ini dihadiri oleh Pejabat dari Kantor Wilayah DJBC Aceh, Kepolisian Resor Aceh Barat, Kepolisian Resor Aceh Selatan, Kepolisian Resor Simeulue, Kejaksaan Negeri Aceh Barat, Kejaksaan Negeri Aceh Selatan, Kejaksaan Negeri Simeulue dan Dinas Kesehatan Aceh Barat.

Dengan berakhirnya rangkaian pemusnahan barang bukti perkara pidana umum dan pidana khusus, menjadi pengingat kembali risiko hukum yang membayangi para pengedar rokok ilegal.

Dikatakan, peran serta masyarakat dan dukungan sinergi penegak hukum lainnya, komitmen Bea Cukai Meulaboh untuk melindungi dari penyelundupan dan perdagangan ilegal sebagaimana tercantum dalam misinya dapat berjalan dengan lancar dan mampu menyinambungkan Bea Cukai yang semakin baik.

“Harapan ke depan, pelaku usaha dan masyarakat lebih memahami dan menaati ketentuan perundangan yang berlaku, sehingga peneriman negara dari cukai untuk menyokong pembangunan nasional tercapai, iklim usaha dan industri lebih kondusif dan pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) oleh Pemerintah Daerah, baik provinsi maupun daerah tepat sasaran dan optimal,” harapnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed