oleh

Begini Penjelasan Kadisperindag dan Bank Penyalur

Aceh Tamiang-Akhirnya, Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Aceh Tamiang, Rafei, memenuhi pemanggilan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Bukan hanya Kadisperindag, dalam pertemuan yang berlangsung Kamis (24/09/2020) diruangan Komisi I DPRK Aceh Tamiang, juga hadir pihak Pimpinan Cabang Bank BRI Kualasimpang, Tarmizi.

Pemanggilan ini, terkait puluhan pedagang yang tidak memperoleh bantuan sosial produktif penguatan permodalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digulirkan Pemerintah menghadapi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Aceh Tamiang, Rafei menjelaskan bantuan sosial produktif bagi penguatan permodalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dibulan April 2020 lalu adanya permintaan data pelaku usaha mikro yang terdampak COVID-19 secara langsung.

“Dari permintaan data tersebut kita surati para Camat untuk meneruskan kepada Datok Penghulu guna dilakukan pendataan,” kata Rafei.

Ia juga menjelaskan, dalam surat yang dilayangkan ke para Camat tersebut turut dilampirkan form identifikasi pelaku usaha dengan berbagai kriteria usaha mikro.

“Data kita peroleh dari para Camat tersebut, kita lanjutkan untuk menginputnya dan kita teruskan ke kementerian. Banyak juga masyarakat yang kita input mendapatkan bantuan UMKM itu. Sedangkan yang dikembalikan berkasnya untuk direvisi ataupun dilengkapi. Semua data yang masuk kita teruskan, yang memverifikasi dan mengeluarkan data tersebut ditingkat pusat,” ungkap Rafei.

Pimpinan Cabang BRI Kualasimpang, Tarmizi menyampaikan terkait bantuan sosial produktif bagi penguatan permodalan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang digulirkan Pemerintah menghadapi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), pihaknya hanya ditunjuk sebagai bank penyalur.

“BRI sebagai mitra penyalur saja tidak berhak untuk melakukan pengecekan terhadap para penerima bantuan yang sudah dikeluarkan oleh kementerian,” sebut Tarmizi.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Fadlon menyampaikan terkait bantuan tersebut agar dapat dilakukan pengecekan ulang terhadap para penerima bantuan agar bantuan tersebut benar-benar tepat sasaran.

“Kita berharap kepada Dinas Koperindag, dapat mengecek dan mengusulkan kembali bantuaan UMKM, dengan kita mengusulkan kembali para penerima bantuan maka akan meminimalisir lonjakan amarah para pelaku mikro yang sebenarnya,” katanya.

Fadlon menyarankan kedepan agar Diskopridag benar-benar dapat mengupdate data para pelaku usaha mikro yang ada di Aceh Tamiang.

“Tujuannya agar dengan kita update data para pelaku usaha mikro, kita ada permintaan untuk menerima bantuan data kita sudah final bukan mencari data kembali. Ini bukan berlaku untuk bantuan UMKM saja, tapi semua bantuan,” saran Fadlon.

Harus Profesional

Wakil Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Maulizar Zikri. (FOTO | ERWAN/PENAPOST.ID)

Wakil Wakil Komisi I, Maulizar Zikri menyikapi adanya para pelaku usaha mikro tidak menerima bantuan UMKM, ia menekan kepada pihak Diskoprindag agar bekerja secara profesional dalam memberikan data terkait dengan bantuan.

Politisi Muda dari Partai Nasdem ini menjelaskan seharusnya pihak Diskoprindag dapat menggunakan data para pelaku usaha mikro yang setiap tahun di update.

“Saya setuju dengan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon. Artinya, kenapa bukan data yang ada diusulkan. Dewan disini setiap tahun sudah menganggarkan anggaran untuk update data pelaku usaha mikro. Bukan malah mengusul kembali data yang baru,” tegas Maulizar Zikri yang akrab disapa Dek Dan.

Dengan data yang ada, sambungnya, akan meminimalisir terjadi kekeliruan pendataan. []

(Editor     | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed