oleh

BEREH Sekolahnya Meningkat Kualitasnya

banner 728x90

JIKA tidak berlebihan saat ini Dinas Pendidikan Aceh sudah mulai mengalami perubahan dan terus berbenah, terutama dalam menindak lanjuti program Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH) yang diluncurkan Pemerintah Aceh beberapa waktu lalu.

Sebagai gambarannya, bersih dimaksudkan disini adalah bebas dari segala macam dan bentuk kotoran. Lingkungan sekolah sangat berpengaruh terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Lingkungan sekolah yang bersih akan mempengaruhi belajar peserta didik. Peserta didik akan merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas di sekolah. Bagi warga sekolah, tentunya kegiatan belajar mengajar memerlukan kondisi lingkungan yang nyaman, indah, dan rindang.

Sebaliknya bila kondisi lingkungan yang kumuh akan menjadikan peserta didik dan warga sekolah yang lainnya enggan untuk belajar dan berlama-lama di sekolah.

Kata kuncinya dalah kebersihan di sekolah adalah mutlak untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi warga sekolah. Dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih dan indah, perlu dukungan dan partsipasi dari seluruh komponen sekolah tidak terkecuali peserta didik.

Rapi memiliki arti baik dan teratur. Lingkungan sekolah merupakan salah satu tempat atau wahana yang paling umum digunakan sebagai media pembelajaran dalam proses belajar mengajar.

Peserta didik dalam lingkup sekolah harus menaati segala bentuk dan ketentuan yang ada didalam sekolah. Sekolah rapi harus dapat mendisiplinkan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Itu sebabnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, sejak program tersebut diluncurkan oleh Pemerintah Aceh, dengan sigap ia langsung memastikan partisipasi sekolah SMA/SMK yang pengelolaannya dibawah Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pendidikan.

Dilingkup Dinas Pendidikan, Rachmat Fitri menyampaikan program Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH) ikut berlaku di fasilitas umum Sekolah, yang ada di Kabupaten/Kota di Aceh.

“Nah, ketika sekolah itu sudah BEREH (Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau), proses belajar mengajar-pun akan berjalan lancar. Sehingga berdampak pada peningkatan kualitas mutu pendidikan di sekolah itu sendiri,” ujar Rachmat Fitri, dalam sebuah lawatannya ke sejumlah daerah di Aceh, baru-baru ini.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, saat mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, pada peninjauan program BEREH.

Dalam lawatannya itu, Rachmat Fitri turun langsung meninjau dan merapikan satu persatu ruangan yang ada di sekolah-sekolah di provinsi paling Barat Indonesia ini. Ia memastikan program tersebut berjalan hingga pelosok Aceh.

Ada 524 SMA dan 74 SLB di Provinsi Aceh yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Aceh. Bukan hanya itu, SKPA ini juga mengelola 217 SMK yang tersebar di seluruh Aceh.

“Sekolah sebagai tempat belajar harus terlihat indah dan rapi agar guru dan siswanya nyaman dalam mengikuti proses pembelajaran,” katanya seraya mengatakan dirinya juga telah menginstruksikan 20 Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh di Kabupaten/Kota serta seluruh kepala sekolah untuk membenahi kondisi sekolahnya masing-masing.

“Dengan budaya bersih, kita akan sehat dan pekerjaan menjadi nyaman untuk dilaksanakan. Dan saya ingatkan kepada guru-guru, awali aktivitas dengan melaksanakan Shalat Subuh berjamaah, sehingga apapun yang kita inginkan saya yakin Allah SWT meridhainya,” ujarnya.

Selain itu ia juga meminta agar ASN di lingkungan Dinas Pendidikan Aceh agar sabar dan bercita rasa dan komunikatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau sekolah bersih dan menarik, maka akan menambah kenyamanan bagi kita dalam menjalankan proses pembelajaran disini. Kepala sekolah harus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan program BEREH ini kepada warga sekolah lainnya,” ujarnya.

Kepada dewan guru dan kepala sekolah, ia mengintruksikan agar dalam membangun ruangan kepala sekolah tidak boleh lebih bagus dari ruang dewan guru, begitu juga ruangan dewan guru tidak boleh lebih bagus dari ruang siswa.

“Jangan dibalik, ini sekarang banyak yang membaliknya. Adanya fasilitas sekolah ini semua karena adanya murid, guru dan kurikulum. Jika tidak maka semua ini tidak mungkin ada. Barang yang diberikan oleh pemerintah ini tolong dijaga dan dirawat semua,” ungkapnya.

Pada sebagian sekolah, Kadisdik Aceh masih menemukan beberapa fasilitas belajar yang sudah mulai rusak dan tidak terawat. Sehingga membuat pemandangan kurang indah dipandang mata.

“Rawatlah sekolah ini seperti rumah kita sendiri, karena lebih dari setengah umur kita habiskan ditempat ini dan anggaplah ini sebagai ibadah kita kepada Allah. Barang yang tidak terpakai lagi segera dibuang dan setiap dokumen penting diletakkan ditempatnya,” ujarnya lagi.

Dalam setiap lawatannya ia juga memantau sejumlah fasilitas belajar seperti kursi, meja, jendela, pintu, dan atap pada setiap ruangan belajar dan ruangan lainnya.

“Kepala Sekolah jangan sering tugas keluar kalau tugasnya di sekolah masih belum siap. Kepsek harus menjalankan fungsi manajerial bagi seluruh warga sekolah dengan penuh tanggungjawab,” katanya.

Menurutnya peningkatan mutu pendidikan itu dimulai dari sekolah yang nyaman bagi seluruh warganya. Ia pun memastikan dirinya akan terus turun untuk memantau sekolah-sekolah yang ada di kota dan desa dengan waktu yang tidak tentu. “Jika kondisinya tidak lebih baik maka akan ada sanksi,” ungkapnya.

Begitupun, Kadisdik Aceh merasa puas sudah melihat langsung kondisi sekolah-sekolah dipenjuru pelosok Aceh. Ia merasa masih ada kelemahan yang perlu diperbaiki bersama-sama kedepannya.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap sekolah yang sudah menerapkan Program Bersih, Rapi, Estetis dan Hijau (BEREH) sesuai dengan perintah dari Pemerintah Aceh melalui Sekda Aceh.

“Tetaplah menjaga lingkungan sekolah ini supaya terlihat bersih, rapi, indah dan nyaman. Kerjasama di antara Cabang Dinas Pendidikan, Pengawas, komite, Kepala Sekolah, guru, dan siswa merupakan energi besar untuk mewujudkan Aceh Carong dan Aceh Hebat,” tutup Kadisdik Aceh, Rachmat Fitri HD, MPA.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD MPA diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli M.Pd didampingi Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, Lila Rosnilawati memimpin rombongan untuk melaksanakan “Program Saweu Pulo Aceh” pada Rabu dan Kamis (6-7/10/2019).

Kabid SMA dan PKLK Zulkifli M.Pd bersama para pengawas dan kepala sekolah SMA se-Aceh Besar turun langsung memimpin kegiatan gotong royong bakti sosial yang dipusatkan di SMAN 1 Pulo Aceh yang terletak di Pulau Nasi.

“Kami disini untuk mengajak para guru dan siswa yang ada di daerah kepulauan untuk dapat menerapkan program Bersih, Rapi, Estetik dan Hijau (Bereh). Hal ini sesuai dengan program dari Sekda Aceh yang telah diterapkan di seluruh Aceh,” ujarnya.

Selain itu, para rombongan juga ikut melaksanakan gotong royong dan menanam sejumlah pohon dan bunga di lingkungan sekolah. Hal itu diyakini dapat memberikan kenyamanan pada saat dilaksanakan proses pembelajaran di sekolah.

“Selama dua hari disini, kami ingin merasakan perjuangan yang dialami oleh guru-guru yang sebagian besarnya berasal dari luar pulau Aceh,” ujarnya.

Zulkifli mengaku pihaknya berkomitmen penuh melaksanakan program safari subuh berjamaah di setiap daerah yang dikunjungi, hal itu seperti yang sudah dijalankan oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh pada setiap kegiatan di daerah.

“Tanda-tanda kesuksesan gerakan BEREH sudah mulai terlihat. Selain sukses diterapkan di lingkungan SKPA, kini mulai juga diterapkan di beberapa puskesmas dan kantor kecamatan,” tukasnya. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed