oleh

Bersama Menjaga Hutan dan Sungai di Aceh Besar

banner 728x90

Banda Aceh-Ketua Pengurus Besar Ikatan Pemuda Aceh Besar (PB-IPAR), Fata Muhammad, menyampaikan bahwa perlu kebersamaan untuk menjaga hutan dan sungai di wilayah itu.

Hal itu disampaikan Fata Muhammad dalam keterangan pers, Kamis (20/05/2020), di Banda Aceh.

“Hutan dan sungai sebagai sumber kehidupan dan penghidupan menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dilestarikan,” ujar Fata Muhammad.

Menurutnya, ilegal loging dan ilegal mining telah nyata memberikan kemudharatan bagi masyarakat, ketersediaan air menipis saat kemarau serta longsor dan banjir bandang saat hujan lebat dihulu.

“Hutan dan sungai sumber kehidupan untuk penghidupan telah kita rusak bertahun-tahun, sehingga kini terjadi kekeringan dan banjir,” ujar Fata.

Ia menilai bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum tidak akan mampu mengawal semua itu jika tidak ada kesadaran bersama untuk memastikan tidak adanya lagi kegiatan yang merugikan banyak orang.

“Tidak mungkin pemerintah dan penegak hukum saja yang mengawal itu, jika tidak ada niat baik kita untuk turut menjaga,” ungkap mantan Sekdis Pendidikan Aceh Besar itu.

Untuk itu, Lembaga Paguyuban Aceh Besar tersebut berharap khususnya para pemuda Aceh Besar untuk memiliki sence of krisis dan sence of belonging terhadap persoalan krusial itu.

“Jika bukan pemuda yang memberikan edukasi dan pendidikan politik yang sehat terhadap alam dan lingkungan kepada orang terdekat dan masyarakat, maka tidak ada harapan kepada siapa lagi negara dan daerah berharap,” katanya.

Ia menambahkan, tanpa kesadaran bersama, maka tidak akan terjadi perubahan apapun karena Tuhan tidak akan merubah suatu kaum jika tidak ada usaha sedikitpun dari mereka untuk mengubahnya, pungkasnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed