oleh

BKKBN Aceh Ujicoba SIGA di Langsa dan Sabang

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Aceh menggelar Orientasi Ujicoba Sistim Informasi Keluarga (SIGA) kepada petugas Record Reporting (RR) atau Pencatatan Laporan di Kota Langsa dan Kota Sabang.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Aceh menggelar Orientasi Ujicoba Sistim Informasi Keluarga (SIGA) kepada petugas Record Reporting (RR) atau Pencatatan Laporan di Kota Langsa dan Kota Sabang.

Langsa-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Perwakilan Aceh menggelar Orientasi Ujicoba Sistim Informasi Keluarga (SIGA) kepada petugas Record Reporting (RR) atau Pencatatan Laporan di Kota Langsa dan Kota Sabang.

“Kedua kota di Aceh ini dijadikan ujicoba SIGA karena melihat georafis wilayahnya yang tidak begitu luas, seperti di Sabang hanya dua kecamatan dan sementara Kota Langsa lima kecamatan,” kata Kepala BKKBN Perwakilan Aceh, Drs. Sahidal Kastri, M.Pd, Kamis, 25 Januari 2018, di Langsa.

Sedikitnya sekira 40 peserta mengikuti Orientasi SIGA bagi Petugas RR diantaranya, Penyuluh Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan Petugas Klinik.Program ini diarahkan bagaimana masyarakat bisa mengembangkan potensi diri dan mengangkat harkat dirinya.

“Sehingga lebih sejahtera sebagaimana hadis Nabi Muhammmad SAW yaitu hari ini lebih baik dari hari berikutnya.Tugas Pemerintah harus bisa memberi perlindungan, pengaturan, dan pengarahan yang bisa mewujudkan kesejahteraan kepada masyarakat. Berkaitan dengan itulah kita akan terus melakukan advokasi kepada stakholder dan pengambil kebijakan di daerah,” ujar Sahidal.

Kabid ADPIN, Faridah, menjelaskan, Sistim Informasi Keluarga (SIGA) ini mencakup data kelahiran, kematian, kesertaan ber-KB, alat kontrasepsi apa yang digunakan, dan data keluarga lainnya. SIGA sendiri, kata Faridah, sudah digagas pada 2015 dan akan tuntas 2019.

Itu sebabnya, Ia meminta agar petugas Pencatatan Laporan atau Record Reporting dapat mengisi form dengan data akurat. “Bagaimana petugas RR bisa memasukan dan mengentri data. Akan menjadi acuan bagi pemerintah menggunakan data keluarga ini. SIGA ini bersifat mendatail per Kepala Keluaga. Dan orientasi ini dirancang BkkbN sehingga pendataan keluarga bisa dipergunakan pemerintah daerah,” terang Faridah.[]

Reporter | Hendra S

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed