oleh

Blokade Jalan yang Membuat Jokowi Geram

banner 728x90

Jakarta-Presiden Joko Widodo atau Jokowi gusar dengan ulah sebagian warga dan pemeritah daerah yang memblokade jalan dengan alasan mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Padahal, cara ini membuat masalah baru karena tak ada koordinasi dengan daerah lainnya.

Tak heran Jokowi langsung memerintahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegur kepala daerah yang menutup atau memblokade jalanan itu. Menurut Jokowi, penutupan jalan membuat distribusi logistik menjadi terhambat.

Saya harapkan Mendagri memberi teguran kepada daerah yang blokir jalan-jalannya agar urusan distribusi logistik ini tidak terganggu,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Kamis (2/4/2020).

Dia menegatakan, distribusi logistik harus lancar agar persediaan bahan pokok di pasar terpenuhi. Dia mengaku mendapat laporan bahwa distribusi beras di suatu daerah terganggu karena penutupan jalan.

“Saya dapat laporan dari dua daerah, urusan beras agak terganggu karena jalan yang tertutup. Tolong Pemda diberitahu mengenai hal ini,” tegas Presiden.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan bahwa bahan-bahan pokok harus tersedia di tengah situasi pandemi virus Corona. Terlebih, sebentar lagi umat muslim akan menunaikan ibadah puasa dan merayakan Hari Raya Idul Fitri.

“Ada beberapa hal yang perlu dapat perhatian kita bersama. Yang pertama ini betul-betul dicek di lapangan ketersediaan bahan-bahan pokok dan saya cek juga ke Bulog,” jelas Presiden.

Jokowi memang tak merinci lokasi mana yang dimaksud, sementara penutupan jalan sudah terjadi di banyak daerah. Lihat saja Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) yang mengerahkan jajarannya menutup ruas jalan secara berkala. Total 115 ruas jalan telah ditutup dan dijadikan sebagai kawasan tertib physical distancing di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

“Datanya yang sudah menerapkan jalur physical distancing sebanyak 36 Polres di 115 ruas jalan,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu Andiko, Selasa (31/3/2020).

Truno mengatakan, penutupan ruas jalan ini akan bertambah melihat situasi dan kondisi di lapangan. Tak menutup kemungkinan ruas jalan lain juga akan dilakukan peraturan serupa. Namun Truno tak merinci lokasi mana saja.

di Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan Surabaya. Terhitung selama tiga hari di jam tertentu tak boleh ada kendaraan dan pejalan kaki yang melintas.

Kapolda Jatim, Inspektur Jenderal Luki Hermawan mengatakan dua jalan protokol di Surabaya itu akan kembali ditutup pada pukul tertentu untuk selama dua pekan ke depan.

“Sudah kemarin tiga hari uji coba untuk Jalan Darmo dan Tunjungan. Tapi mulai besok, setiap hari pada jam padat akan kami tutup,” kata Luki, Selasa lalu.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi berkoordinasi dengan jajaran Polres Cimahi untuk penyekatan jalan. Hal itu berkaitan dengan penetapan ruas jalan yang akan ditutup sementara selama pandemi Covid-19.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi Yanuar Taufik, Rabu 1 April 2020.

“Penetapan kebijakan di ruas jalan harus sesuai dengan kepentingan lalu lintas, hal itu kewenangannya di kepolisian. Karena itu, untuk menetapkan ruas jalan yang akan disekat kami berkoordinasi dulu dengan Polres Cimahi,” ujarnya.

Sesuai Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyebaran Infeksi Virus Corona Disease (Covid-19) tertanggal 30 Maret 2020, menegaskan upaya Pemkot Cimahi menekan penyebaran covid-19 di Kota Cimahi.

“Pemkot Cimahi khawatir akan banyaknya kasus di Cimahi dengan transmisi awal di luar daerah, tidak menutup kemungkinan bisa menyebar di dalam Kota Cimahi. Karena itu dibuat kebijakan termasuk di dalamnya agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah. Upaya kita meredam kegiatan masyarakat di antaranya dengan penyekatan jalan,” katanya.

Demikian pula dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Kalimantan Timur yang memperluas penutupan akses jalan demi memutus penyebaran pandemi Covid-19 atau virus Corona. Dari 9 titik jalan yang ada, kini menjadi 15 titik akses yang tidak bisa dilewati.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan bahwa pembatasan akses berlaku pada jam tertentu seperti yang sudah diatur sebelumnya.

“Kami menutup jalan mulai dari pukul 09.00-15.00 dan 20.00-04.00 WITA. Kita ingin membatasi agar tidak ada yang keluar rumah,” kata Rizal di Kantor Wali Kota, Rabu (1/4/2020).

Rizal menjelaskan bahwa jam malam juga akan diberlakukan mulai 23.00-04.00 WITA. Sebelumnya pemerintah Samarinda telah menutup akses ke Balikpapan begitu pula sebaliknya.

Penutupan Jalan Ibu Kota

Tak hanya di daerah, isu tentang penutupan jalan juga merebak di Jakarta. Hal ini membuat kepolisian harus melayangkan bantahan. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, belum ada penutupan atau penyekatan jalan di wilayah hukum DKI Jakarta dan sekitarnya, baik jalan arteri ataupun tol. Sehingga, kendaraan yang masuk dan keluar Jakarta masih normal.

“Sampai saat ini, tidak ada penyekatan atau penutupan lalu lintas baik di tol maupun di arteri di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya,” kata Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Untuk melakukan penutupan jalan tersebut, pihaknya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat soal pembatasan akses transportasi umum di wilayah Jabodetabek.

“Kami di Polda Metro tidak akan melakukan penutupan atau penyekatan tanpa perintah pimpinan negara atau pimpinan kepolisian,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menambahkan, terkait Surat Edaran nomor 5 tahun 2020 tentang pembatasan penggunaan moda transportasi yang dikeluarkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek atau BPTJ, sejauh ini baru rekomendasi. Sehingga, pihaknya masih menunggu pemerintah soal hal tersebut.

“Selama belum ada perintah, bagi kami untuk laksanakan penutupan atau penyekatan arus lalu lintas baik masuk dan keluar Jakarta kami tidak akan melakukan. Sampai siang ini Jakarta normal, belum ada jalur-jalur ditutup atau disekat,” ujar Sambodo.

Ini bukan kali pertama dia bicara. Awal pekan lalu Sambodo Purnomo Yogo juga memastiskan tidak ada penutupan jalan di perbatasan pintu masuk Jakarta. Hal ini ia katakan terkait banyaknya informasi yang beredar terkait adanya penutupan jalan di perbatasan Jakarta.

“Enggak ada (penutupan jalan di perbatasan Jakarta),” kata Sambodo saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2020).

Informasi penutupan jalan di perbatasan Jakarta itu terkait rencana pemerintah yang bakal melakukan lockdown atau karantina untuk memutus rantai penyebaran virus Corona Covid-19.

Lalu, terkait video yang beredar adanya penutupan Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tepatnya di depan Universitas Borobudur, polisi juga menampiknya.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Ari Ardian menjelaskan, tidak ada penutupan jalan melainkan hanya membatasi wilayah RW 04 Cipinang Melayu. Hal tersebut ia dapatkan berdasarkan keterangan dari warga.

“Sesuai keterangan Pak RT, bukan di-lockdown, tapi hanya membatasi wilayah RW 4 dari RT 1 Sampai RT 9,” jelas Ari.

Para Penebar Hoaks

Meski kabar adanya penutupan banyak yang benar, tak sedikit pula yang berupa kabar bohong atau hoaks. Termasuk kabar yang beredar di dunia maya tentang adanya penutupan jalan di kawasan Rawa Bokor, Tangerang, Banten.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, video yang menunjukkan jalan di daerah Rawa Bokor, Tangerang Kota seolah ditutup adalah hoaks. Hal itu diketahui setelah pihaknya melihat ke lokasi yang dimaksud.

“Setelah kami cek ke TKP terkait video tersebut, adanya info penutupan jalan di daerah Rawa Bokor adalah hoaks,” kata Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (1/4/2020).

Ia menjelaskan, di lokasi tersebut bukan adanya penutupan jalan melainkan perapihan pembatas dari beton. Perapihan barrier itu juga dilakukan oleh Dinas Perhubungan Tangerang Kota.

“Yang sebenarnya terjadi adalah perapihan barrier beton oleh Dishub Tangerang Kota,” jelasnya.

Kini, polisi sudah mengamankan pelaku penyebar hoaks tersebut berinisial KM (40) yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot jurusan Bandara-Rawa Bokor.

“Pelaku saat ini sudah diamankan oleh Polsek Benda Tangerang,” ujarnya.

Dalam video tersebut, terlihat sebuah truk tronton sedang membawa barrier beton.

“Assalammualaikum selamat pagi saudara-saudara. Yang mau ke arah Rawa Bokor semuanya berhati-hati ya, karena mulai mau ditutup jalanan prapatan Rawa Bokor lampu merah. Lihat tuh ya, beton sudah dipasang mau ditutup,” kata pelaku dalam video yang tersebar tersebut.

“Keluar tol dari Amaris mau ditutup, keluar dari CBC juga ditutup. Sekarang Rawa Bokor prapatan mau ditutup ya, zona merah, mau ditutup sudah disiapin tuh mobilnya. Jadi, sementara jangan kemana-mana, di rumah aja ya nunggu dianterin, apaan kek yang dianterin,” sambungnya.

Sementara itu, Polres Metro Jakarta Timur menangkap satu orang pelaku pembuat video hoaks terkait penutupan Jalan Inspeksi Kalimalang, Cipinang Melayu, Jakarta Timur, tepatnya di depan Universitas Borobudur. Pelaku diketahui berinisial HR alias B (45).

“Betul, pelakunya satu orang sudah kita amankan. Ini masih dimintai keterangan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Arie Ardian saat dihubungi, Senin (30/3/2020).

Tak hanya membuat video, pelaku juga telah menyebarkan video tersebut ke group media sosial WhatsApp. HR ditangkap pada Minggu (29/3/2020) sekitar pukul 14.00 WIB.

“Pelaku ini membuat video bahwa seolah-olah di Cipinang Melayu telah dilakukan lockdown dan dia sebarkan ke group kantor pelaku,” ujarnya.

Pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai kurir ini dikenakan Pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946 tentang ITE.

“Pelaku penyebaran berita bohong melalui media WhatsApp sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 UU nomor 1 tahun 1946 dan UU RI nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE,” sebutnya.

Selai itu, ia menjelaskan, tidak adanya penutupan jalan melainkan hanya membatasi wilayah RW 04, Cipinang Melayu. Hal tersebut ia dapatakan berdasarkan keterangan dari warga.

“Sesuai keterangan Pak Rt bukan di lockdown/ditutup, tapi hanya membatasi wilayah Rw 4 dari Rt 1 Sampai Rt 9,” jelasnya.

Pembatasan akses jalan tersebut dilakukan warga, karena adanya satu orang warga sekitar yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pemantauan (ODP).

“Hanya di berlakukan 1 akses keluar masuk karna ada 1 warga yang ODP,” tutupnya. []

(Sumber | LIPUTAN6.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed