oleh

Bupati Mursil Lapor Ke Gubernur Nova, Dewan Turun Lapangan

Aceh Tamiang-Penangan abrasi tanggul di Kampung Rantau Pakam, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, harus segera teratasi. Sehingga, sarana transportasi jalan untuk masyarakat di daerah itu bisa lancar kembali.

Itu sebabnya, berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang. Informasi diperoleh, Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil telah melaporkan soal penanganan abrasi tanggul tersebut kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Abrasi tanggul itu juga mendapat respon pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang. Wakil rakyat itu langsung bergerak meninjau lokasi abrasi tanggul tersebut, Senin (22/12/2020).

Peninjauan itu dipimpin Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, didampingi Wakil Ketua I, Fadlon, Wakil Ketua II Muhammad Nur serta anggota dewan Daerah Pemilihan (Dapil) II diantara Erawati (Golkar), Saipul Sofyan (Demokrat), Maulizar Zikri (Nasdem) serta Sugiono Sukandar (Gerindra).

Ketua DPRK Aceh Tamiang, Suprianto, ST mengatakan, pihaknya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Bidang Pengairan untuk melalukan evaluasi  daerah-daerah rawan di seputaran bantaran sungai.

“Seharusnya pembangunan tanggul dapat dihitung, dengan ketinggian debit air maksimal mampu menahan air,” ujar Suprianto.

Kendati demikian, pihaknya telah menyetujui penggeseran penjabaran anggaran tanggap darurat di Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk merehab tanggul yang jebol sehingga tidak menyebabkan abrasi yang meluas.

“Kalau bisa dalam waktu dapat segera terealisasi pembangunannya karena agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, sedangkan sistem pekerjaannya kita kembalikan ke eksekutif,” pintanya.

Ia menjelaskan, kebutuhan untuk merehab tanggul yang disetujui untuk penanganan darurat mencapai sekitar Rp. 135. 856.000,-.

“Karena ini darurat, maka kami setujui surat penggeseran anggaran darurat di BPBD, sebab ini juga menyangkut hidup masyarakat luas,” terangnya.

Bupati Aceh Tamiang H Mursil, mengaku pihaknya telah menggelontorkan anggaran penanganan darurat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat sebesar Rp.135. 856.000.

Paska penggeseran penjabaran anggaran tanggap darurat di Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk merehab abrasi  tanggul disetujui DPRK setempat.

Camat Bendahara Camat Bendahara Fakhrurrazi Syamsuyar, yang mendampingi kunjungan tersebut menyampaokan terimakasih karena penanganan abrasi tanggul ini telah setujui.

“Kita siap mendukung pelaksanaan penanganan darurat abrasi tanggul ini segera mungkin. Kita siap menjalankannya dan akan koordinasi selanjutnya ke SKPK yang menanganinya,” katanya.

Datok Penghulu Kampung Rantau Pakam, Ruslan mengatakan, abrasi ini sudah mencapai sekitar sepanjang 400meter.

“Ya, kita berharap dapat terealisasi secara cepatlah untuk pekerjaan tanggulnya, karena kalau dilihat dari intensitas hujan yang tinggi akan terjadi abrasi yang meluas, meskipun disini langganan banjir tiga kali dalam setahun,” pungkasnya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed