oleh

Capaian Nilai UN Siswa Aceh Terus Meningkat

banner 728x90

Nilai UN yang didapat oleh siswa dan siswi di Aceh terus mengalami peningkatan. Nilai rata-rata dalam satu tahun meningkat tiga hingga empat digit. Salah satu tolak ukur keberhasilan Dinas Pendidikan Aceh dalam meningkatkan mutu pendidikan adalah meningkatnya nilai Ujian Nasional (UN) yang diperoleh para murid.

UN menjadi suatu indikator penilaian publik atas sukses atau tidaknya pendidikan. Pasti masyarakat akan melihat ini. Saat hasil UN kurang bagus, masyarakat pasti akan menilai bahwa kinerja Dinas Pendidikan kurang berhasil.

Namun Alhamdulillah, hasil UN di Aceh semakin menunjukkan peningkatan signifikan. Kalau pada 2018 nilai rata–rata untuk IPS adalah 38 maka pada 2019 meningkat menjadi 41. Begitu juga dengan IPA, tahun lalu nilai rata-ratanya adalah 40 dan pada tahun ini menjadi 43.

Ini keberhasilan siswa dari sisi akademik. Kemudian pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tahun 2019, Aceh mendapatkan enam medali yang belum pernah diraih dalam satu dekade terakhir.

O2SN adalah salah satu ajang bergengsi yang digelar untuk mengukur kemampuan siswa secara nasional. “Ini sebuah prestasi besar bagi Aceh. Kita berharap ke depan prestasi diraih guru dan peserta didik semakin bertambah lagi,” harap Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd.

Dengan sederet prestasi tersebut, tentunya tidak boleh cepat berpuas diri. Karena sektor pendidikan bukanlah suatu yang sederhana, melainkan kegiatan yang dinamis dan penuh tantangan. Akan selalu berubah seiring dengan perkembangan zaman yang memang sangat cepat.

Sementara menyangkut dengan ketersediaan guru SMA di seluruh Aceh, Zulkifli, S.Pd, M.Pd mengakui bahwa untuk beberapa guru mata pelajaran memang berlebih, khususnya di daerah perkotaan.

Seperti guru Bahasa Inggris, Kimia, Matematika, dan Biologi. Kemudian ada juga yang masih kurang, seperti guru Antropologi, Bimbingan Jonseling, Seni, Sejarah dan Geografi.

Ia mempunyai cara mengantisipasi kekurangan guru. Langkah awalnya adalah guru dari satu sekolah harus pergi ke sekolah lain untuk memenuhi jam mengajar serta dibantu oleh adanya guru berstatus non Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Terhadap ketersediaan guru mata pelajaran yang dinilai masih kurang, ke depan diharapkan formasi tersebut dapat diisi dan dapat diako- modir oleh pemerintah pusat.

Usaha lainnya sedang dilakukan Dinas Pendidikan Aceh untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah cakupan akreditasi A untuk SMA pada 2022 dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) harus mencapai 70 persen.

Kondisi sekarang, kata Zulkifli, dari sisi akreditasi A memang masih kurang. Untuk mencapai target de- mikian, maka harus terus dipacu. Langkah-langkah ditempuh Dinas Pendidikan menuju ke arah itu adalah terus meningkatkan dari sisi pemenuhan tenaga guru dan tenaga ke pendidikan.

Demikian juga dengan dukungan sarana dan prasarana, serta dukungan proses pembelajarannya. Kemudian juga dari sisi mutu atau kapasitas manajemen kepala sekolah.

Ini juga terus ditingkatkan. Dengan adanya akreditasi A, maka akan berkorelasi dengan mutu pendidikan. Di dalam variabel-variabel akreditasi itu, salah satunya standarnya adalah GTK atau guru dan tenaga kependidikan.

Untuk GTK ini, yang pertama sekali dilihat adalah kualifikasinya. Dari segi kualifikasi, Alhamdulillah sekarang rata – rata para guru adalah lulusan sarjana atau S-1. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed