oleh

Cara Aceh Hadapi Tantangan MEA dan Revolusi Industri 4.0

Banda Aceh-Mengingat semakin gentingnya persiapan era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Pemerintah Aceh dalam hal ini melalui Dinas Pendidikan terus menggembleng langkah-langkah strategis.

“Salah satunya melalui program Mobil Training Unit (MTU), yang tujuannya adalah agar siswa SMK mampu menghadapi tantangan MEA dan Revolusi Industri 4.0, sekaligus sebagai upaya untuk menjawab persoalan krisis tenaga kerja terampil di kawasan ASEAN,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA.

Hal itu disampaikan Kadisdik Aceh ini saat melepas peserta diklat lanjutan bagi siswa SMK yang memperoleh peringkat I dan II pada kegiatan pelatihan MTU Tahun 2019, Sabtu, (23/11/2019), di Hotel Hijrah, Aceh Besar.

Menurutnya, siswa SMK harus mampu menunjukkan kemampuan keahliannya ditengah tantangan MEA dan Revolusi Industri 4.0 ini.

“Oleh karena itu, melalui diklat ini saya minta agar para peserta bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini di lembaga yang sudah diakui kompetensinya itu,” katanya.

Dalam kesempatan itu ia juga mengingatkan agar siswa senantiasa menjaga etika, kedisiplinan dan senantiasa menunjukkan karakter yang baik.

Hal yang terpenting lagi, disampaikan agar siswa jangan melalaikan shalat lima waktu,

“Kesuksesan ananda akan terwujud apabila memperoleh ridha dari Allah SWT, dan salah satu upaya mencapai ridha Allah SWT adalah dengan selalu melaksanakan shalat dengan sungguh-sngguh, penuh keikhlasan dan disiplin dalam melaksanakan ibadah Shalat” tukasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh mengingatkan agar siswa senantiasa menjaga kesehatan, makan yang teratur dan istirahat malam yang cukup,

“Jangan sia-siakan waktu untuk hal-hal yang tidak perlu, makan yang teratur, karena dua hal itu menjadi sumber utama dalam hal menjaga kesehatan,” kata Kadisdik Aceh meminta.

Pada kesempatan itu juga disampaikan sejumlah harapan kepada siswa tersebut, agar mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh dan penuh semangat, yang nantinya mampu mengasah keahlian dan keterampilan sebagai mencapai kompetensi tinggi yang mampu memenuhi tuntutan dunia usaha dan dunia industri.

Kepala bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Aceh dalam laporannya menyampaikan bahwa siswa akan mengikuti diklat 24 November hingga15 Desember 2019 dengan jumlah peserta keseluruhan sebanyak 120 orang siswa yang terbagi dalam 12 kelompok keahlian.

“Masing-masing kelompok keahlian diikuti oleh 10 orang siswa. Adapun jenis keahlian yang diikuti yaitu Bricklaying, Kabinet making, Joinery, Plumbing, Teknologi informasi, Multimedia, Listrik instalasi, Elektronika komunikasi, Teknik kederaan ringan, Teknik sepeda motor, Teknik pengelasan dan Teknik out boat motor,” sebutnya.

Ikut hadir pada kegiatan pelepasan siswa mengikuti Diklat, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, T. Fariyal, Kasubbag Tata Usaha UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Zulkarnaini dan Penanggungjawab teknis kegiatan, Sri Maulina.

Sebagai informasi, siswa SMK akan mengikuti diklat selama 20 hari di PT. Innovam Indonesia yang berlokasi di Kota Medan, Sumatera Utara. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed