oleh

Cara Aceh Tamiang Pulihkan Ekonomi Petani di Masa Pandemi COVID-19

Aceh Tamiang-Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), telah memperburuk berbagai sektor di Tanah Air, termasuk perekonomian petani di Kabupaten Aceh Tamiang.

Ekonomi petani tidak boleh terhambat dalam kondisi apapun.Sektor-sektor perekonomian yang menjadi keunggulan khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang perlu diperkuat dan diberdayakan, diantaranya sektor pertanian, perkebunan dan leternakan.

Itu sebabnya, Pemerintah setempat harus ‘cari’ akal untuk bagaimana petani keluar dari hambatan ekonomi di masa Pandemi COVID-19 ini.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, pada tahun 2020 ini mendapat kucuran dana recofusing yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) senilai Rp.15 Miliar.

Kuncuran dana hasil recofusing untuk Aceh Tamiang tersebut melalui Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) diantaranya RSUD, Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas PUPR,

Dinas Koperindag, Dinas PMPPKBKS, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan dan Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan.

Dalam hal ini Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang yang diplotkan sebesar Rp.1, 4 Miliar lebih dipergunakan untuk pemulihan ekonomi para petani di masa Pandemi COVID-19.

“Dana Recofusing COVID-19 dari APBA Tahun 2020, Dinas Pertanian diplotkan sebesar Rp. 1,4 Miliar lebih. Dana tersebut kita gunakan untuk kegiatan pemulihan ekonomi para petani,” ujar Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus, SP, Jumat (13/11/2020).

Menurut Yunus, kegiatan pemulihan ekonomi tersebut dilaksanakan dalam enam kegiatan masing-masing pengadaan insetisida, program jagung gampang, pengembangan jagung manis, pengembangan jahe putih dan merah, pengadaan benih padi serta pengembangan ternak ayam buras.

“Enam kegiatan pemulihan ekonomi tersebut kita salurkan kepada para kelompok tani yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang,” jelasnya menyebutkan.

Dikatakan, dengan diberikan bantuan kepada para kelompok tani ini diharapkan dapat membantu kelompok  tani dalam menghadapi masa pandemi COVID-19, tujuannya agar perekonomian petani kembali pulih.

Disamping itu kata Yunus, dari enam program ini diharapkan kepada para kelompok tani untuk terus dapat mempertahankan dan mengembangkan apa yang sudah diperoleh.

“Bantuan agar dapat berkembang dan dengan berkembangnya bantuan ini otomatis akan mendongkrak perekonomian para petani,” sebutnya.

Ia meminta kepada para kelompok tani penerima bantuan ini agar dapat terus meningkatkan kewaspadaannya akan bahaya COVID-19 dan agar tetap menerapkan Prokes dan terus mematuhi Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19 dan instruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 5245 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Selama Pandemi COVID-19.

“Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang terus menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M) dan meningkatkan imunitas tubuh, agar penyebaran COVID-19 ini cepat segera berakhir,” katanya berharap. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed