oleh

Cara Aplikasi Pendidikan Fasilitasi Siswa, Orangtua, dan Guru

banner 728x90

HARI Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang diperingati setiap 2 Mei, kali ini terasa berbeda, karena adanya pandemi Virus Corona COVID-19 yang melanda hampir di seluruh dunia. Tak ayal, dampaknya begitu dirasakan oleh banyak sektor termasuk sektor pendidikan.

Berdasarkan laporan Organisasi Pendidikan, Keilmuwan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO, Virus Corona menyebabkan hampir 300 juta siswa di seluruh dunia terganggu kegiatan sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa mendatang.

Pemerintah Indonesia juga sudah melakukan banyak upaya untuk mempersempit penularan COVID-19 dengan membuat kebijakan untuk bekerja, belajar, sampai beribadah dari rumah selama pandemi ini. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk membatalkan Ujian Nasional (UN) 2020 pada 16 Maret lalu.

Hampir dua bulan sejak diberlakukannya kebijakan belajar dari rumah, namun dalam praktiknya, hal ini tidak semudah yang dibayangkan. Semua stakeholder sekolah terkena dampaknya, mulai dari guru, siswa, sampai orangtua.

Para pendidik di setiap jenjang berpikir keras bagaimana upaya yang dapat dilakukan agar proses pembelajaran dapat berjalan tanpa hambatan. Hal ini juga menjadi perhatian para pendidik dijenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Di tengah pandemi Virus Corona seperti sekarang, belajar online atau daring menjadi alternatif dan jawaban atas kekhawatiran para pendidik PAUD maupun orangtua.

FOTO | VIVA.CO.ID

Kemendikbud memberikan penawar atas tantangan mengajar dari rumah dan menggaet 12 penyedia konten pendidikan, salah satunya Icando, aplikasi pendidikan anak sebagai alternatif belajar online untuk anak usia dini.

Direktur Utama Icando, Syaiful Lokan, menyatakan dukungannya untuk menyediakan platform online berbasis game sebagai alternatif kegiatan belajar-mengajar di rumah bagi anak usia dini. “Saat ini aplikasi kami hadir dengan wajah baru yang merilis aplikasi integrasi antara guru dengan orangtua,” katanya di Jakarta, Sabtu, 2 Mei 2020.

Lewat integrasi ini, para guru, khususnya tingkat dasar termasuk PAUD, diklaim tidak akan kerepotan dan kewalahan lagi dalam mengurus administrasi sekolah. Mereka juga bisa berinovasi pembelajaran di kelas tanpa memikirkan kelengkapan administrasi sekolah.

“Selain memerdekakan anak, kami juga berharap bisa memerdekakan para guru dalam menyusun administrasi sekolah,” tutur Head of Curriculum Developer Icando, Malasari.

Sementara untuk para orangtua, aplikasi ini memudahkan mereka untuk memonitor perkembangan anaknya secara mudah.

“Kami ingin mengakomodasi terjadinya interaksi positif, khususnya antara orangtua dan anak,” jelas dia. Icando sudah bisa diunduh secara gratis di Google Play Store. []

(Sumber | VIVA.CO.ID)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed