oleh

Dari Dusun Jawa Mencari Sembuh untuk Bayi Penderita Hidrosefalus

Aceh Tamiang-Di sebuah desa tepatnya di Dusun Jawa, Kampung Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, ternyata menyimpan cerita haru-pilu warga di sana dan bangsa ini secara umum.

Bayangkan, seorang bayi yang masih berusia delapan bulan (sebut saja bunga—bukan nama sebenarnya), ia harus menyambung hidup dengan penyakit yang menderanya yaitu hydrosephalus.

Dilihat dari laman KLIKDOKTER.COM, Hidrosefalus adalah kondisi di mana terjadi penumpukan cairan berlebihan di dalam otak. Dalam keadaan normal, memang ada cairan otak yang mengisi ruangan-ruangan (ventrikel) di dalam otak. Namun, pada kondisi hidrosefalus, jumlah cairan otak tersebut berlebihan sehingga menimbulkan penekanan sel-sel otak dan gangguan saraf.

Bayi delapan bulan ini merupakan anak kandung pasangan Purna Irawan dan Eka Putri. Orang tua mana yang tak gelisah melihat kondisi si buah hati mendera penyakit. Begitu pula yang dirasakan Purna Irawan dan Isteri tercintanya serta keluarga yang hidup dibawah garis kemiskinan.

Kondisi penyakit yang mendera bayi mungil tadi sampai juga ke telinga Ketua dan Wakil Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang, Sugiono Sukandar, SH yang didampingi Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Fitriadi.

Dalam sebuah postingan mesengger di akun facebook miliknya ‘Kang Sugi’ (Sugiono Sukandar, SH), di undang untuk dapat meluangkan waktu berkunjung dikediaman Purna Irawan, di Dusun Jawa, Kampung Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Aceh Tamiang.

Prihatin terhadap bayi penderita Hidrosefalus, Kang Sugi—sapaan akrab Sugiono Sukandar, SH bersama Fitriadi, pada Jum’at (06/11/2020), menyambangi langsung kediaman Purna Irawan. Ternyata, benar saja disana ada seorang bayi yang sedang melawan penyakit Hidrosefalus.

“Kunjungan kita ini adalah merupakan keprihatinan terhadap bayi yang mengalami sakit yang sangat memprihatinkan,” ujar Sugiono Sukandar, SH didampingi Fitriadi kepada PENAPOST.ID, di kediaman Purna Irawan.

“Dari pesan mesengger tersebut kita berkunjung. Alhamdulillah kita sudah sampai dirumah dan melihat langsung kondisinya. Kondisinya sangat memprihatinkan,” sebut Sugiono dengan raut wajah sedih.

Saat dikediamanya, sambung Kang Sugi, Ibunda dari Febri mengeluhkan akan biaya keberangkatan ke Banda Aceh untuk pengobatan secara berkala serta biaya untuk beli susu yang disarankan oleh dokter yang menangani senilai Rp.500.000 perkotaknya dan hanya dapat bertahan selama 15 hari.

“Saat ini bayi tersebut tidak dapat menjalankan perawatan secara berkala karena terhalang dana. Pengobatannya gratis, tapi biaya transportasi dan biaya makan selama di Banda Aceh yang mereka tidak ada,” sebutnya sembarinya menambahkan pihaknya juga telah memberikan sejumlah bantuan.

Sugiono mengajak kepada para dermawan yang memiliki rezeki lebih untuk mendapat menyisihkan rezekinya untuk membantu Febri dan orangtuanya selama menjalani perawatan di rumah sakit Banda Aceh.

“Kelurga saat ini memerlukan uluran tangan para dermawan untuk membantunya boleh langsung hubungi melalui nomor Handphone 0813-6420-2149 milik Eka Putri ibu kandung Febri,” sebut Kang Sugi.

Eka Putri, ibu kandung Febri mengatakan awalnya buah hatinya itu lahir secara normal seperti biasanya, namun di umur 25 hari ada benjolan seperti gigitan nyamuk di agian wajah.

“Lama-kelamaan kepalanya membesar sampai saat ini di umur delapan bulan. Sempat juga anak kami di bawa ke Rumah Sakit Banda Aceh dan di Operasi. Dalam tubuh anak saya terdapat selang yang bertujuan agar cairan nanahnya keluar,” sebut Eka.

Ia menambahkan karena terhalang biaya, anaknya itu belum dapat dibawa kembali ke Banda Aceh untuk perawatan. “Walau perobatanya sudah di tanggung. Tapi kami tidak punya biaya untuk perjalanan dan biaya makan disana, anaknya itu sudah di wajibkan untuk berobat karena selang didalam tubuhnya mulai sumbat,” ungkap Eka dengan wajah sedih memikirkan nasib anaknya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed