oleh

Datok Penghulu dan Kader Kampung Diingatkan Koordinir Masyarakat

Aceh Tamiang-Penyebaran wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), masih menjadi ancaman serius masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang. Bayangkan, daerah tersebut berada di zona merah COVID-19.

Sayang bukan kepayang, masyarakat masih banyak yang mengadakan kegiatan hajatan seperti resepsi pernikahan. Gawat!.

Kondisi ini membuat Bupati Aceh Tamiang H. Mursil, mengaku dirinnya sangat prihatin atas minimnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti protokol kesehatan selama Pandemi COVID-19.

Pengakuan tersebut disampaikannya pada acara pembukaan kegiatan Advokasi dan Sosialisasi Posbindu PTM (Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular) dalam Wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, di Gedung Serba Guna Manyak Payed, Rabu (21/10/2020).

“Para Datok Penghulu dan para Kader Kampung, saya menghimbau agar dapat mengkoordinir masyarakat yang mengadakan pesta. Virus ini jelas tidak terlihat dan saat ini pesta di tengah masyarakat sudah tidak terkendali lagi dan tidak mematuhi protokol kesehatan, maka dari itu kegiatan hajatan sementara waktu akan kita berhentikan dahulu,” ujarnya.

Terlebih, kata Mursil, saat ini kondisi Kabupaten Aceh Tamiang sedang berada pada zona merah penyebaran virus yang mengkhawatirkan masyarakat umum.

“Pemerintah telah membuat berbagai upaya mulai dari himbauan selebaran, razia serta himbauan-himbauan lainnya. Namun, karena kesadaran yang kurang malah menjadikan keadaan bertambah parah bukan makin tuntas padahal anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah cukup besar untuk mencegah virus ini,” jelasnya.

Secara ilmu kesehatan, lanjut Mursil, virus tersebut sama dengan virus lainnya namun yang membuat ia berbahaya ialah virus itu menyerang paru-paru yang menyebabkan kesulitan bernapas dan mengakibatkan kematian.

“Mari sama-sama kita jaga, sebelum ada anggota keluarga kita terkena Virus Covid-19. Karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Mari kita kampanye 3M yakni masyarakat harus Mencuci Tangan, Menggunakan Masker dan Menjaga Jarak,” paparnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Ibnu Aziz, menjelaskan bahwa Posbindu PTM ialah kegiatan monitoring dan deteksi dini faktor resiko PTM terintegrasi seperti penyakit jantung ,diabetes, penyakit paru, asma, dan kanker serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Ia memaparkan dari data Kementrian Kesehatan bahwa penyakit tidak menular seperti Penyakit jantung, diabetes, penyakit paru, asma dan kanker serta penyakit dalam lainnya merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Sedangkan dari data BPJS Kesehatan penyakit tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar dikeluarkan oleh Pemerintah.

“Perlu adanya kader di tingkat kampung bahkan dusun untuk dapat berpartisipasi. Dan mengingat kondisi Kecamatan Manyak Payed yang memiliki wilayah yang cukup luas dan untuk melakukan pengobatan masyarakatnya cenderung berobat ke RSUD Kota Langsa dikarenakan Puskesmas Manyak Payed dirasa tidak optimal,” jelas Azis

Karena itu, sambung dia, Bupati menginstruksikan untuk menjadikan Puskesmas Manyak Payed menjadi Rumah Sakit Tipe D.

“Saat ini telah dilakukan persiapan dan akan dilakukan uji coba kelayakan pada bulan depan dan direncanakan akan dibangun mulai tahun 2022,” terangnya. []

(Editor     | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed