oleh

Di Gubuk Tua, Yogi Pratama Lemah Tak Berdaya Melawan Tuberkulosis, Siapa Peduli?

IBARAT pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin begitulah nasib yang dialami Yogi Pratama, (20), warga Dusun Binjai, Kampung Teluk Halban, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang. Menyambung hidup di gubuk tua, ia harus kuat melawan Tuberkulosis.

Yogi Pratama, menambah sederet penderita Tuberkulosis, khususnya di Provinsi Aceh. Penyakit tersebut mendera dirinya saat ia berusia 19 tahun. Harusnya ia hadir untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi atau setidaknya membantu perekonomian keluarga karena kondisi keuangan keluarga tidak begitu membaik.

Saban hari, Yogi Pratama yang merupakan anak pasangan Iskandar Muda, (49), dan Sumijah, (47), terbaring lemas di gubuk tua berukuran 4 x 6 meter berdinding tegas dan beratapkan daun nipah itu. Gubuk tua sengaja dibuat dalam rumah panggung, karena berdiri persis di samping tanggul pengaman banjir yang berada di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) di kampung itu.

Iskandar Muda, sang ayah penderita Tuberkulosis ini bekerja dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-harinya bersama keluarga kecilnya itu hanya sebagai pekerja serabutan. Hari bergangti hari, tubuh Yogi Pratama hanya tinggal kulit berbalut tulang.

“Selama ini untuk pengobatan Yogi menggunakan BPJS Kampung,” sebut Iskandar saat menerima kedatangan Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH yang didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Aceh Kabupaten Aceh Tamiang, T. Helmi Ahmad dan Sekretaris DPW PA Aceh Tamiang, Adi Syahputra, Kamis 17 Desember 2020.

Iskandar berkisah, untuk mengobati anaknya itu dirinya sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan. “Alhamdulillah saat ini ada BPJS Kampung untuk berobat di Rumah Sakit PT. Perkebunan Nusantara 1 Langsa,” jelasnya.

Ia juga mengisahkan saat kondisi Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) saat ini, membuat perobatan untuk Yogi banyak mengalami kendala, terutama dikhawatirkan lantaran Yogi sering mengalami demam serta batuk-batuk. “Takut kita nanti di vonis COVID-19 serta kondisi keuangan yang saat ini sangat sulit. Memang, berobat gratis, tapi untuk keperluan lain yang berhubungan penyakit Yogi kita sangat membutuhkan biaya,” tambahnya lagi.

Diketahui TBC (Tuberkulosis) yang juga dikenal dengan TB adalah penyakit paru-paru akibat kuman Mycobacterium tuberculosis. TBC akan menimbulkan gejala berupa batuk yang berlangsung lama (lebih dari 3 minggu), biasanya berdahak, dan terkadang mengeluarkan darah.

Pada kesempatan tersebut Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, menyampaikan rasa prihatin kepada Yogi yang mengalami penyakit Tuberkulosis. Begitupun ia terus berupaya untuk mencari solusi terkait pengobatannya.

“Kita akan berusaha untuk membantu pengobatannya agar Yogi dapat sembuh dan kembali bisa beraktivitas,” sebut Fadlon sembari memberikan bantuan seadanya. Bantuan juga diberikan Ketua DPW Partai Aceh Aceh Tamiang T. Helmi.

Fadlon berpesan kepada Iskandar selaku orang tua Yogi agar pada 10 Januari 2021 nanti dapat menemuinya untuk menerima bantuan berobat (Cek Up) ke rumah sakit. Semoga, bantuan tersebut bukan hanya datang dari Politisi Partai Aceh, tapi juga dari berbagai pihak, mari membuka mata hati untuk kesembuhan Yogi Pratama. [] ERWAN

(Editor     | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed