oleh

Di Tengah Pandemi Corona, Empat Pria Curi Sembako

banner 728x90

KONDISI jalanan yang sepi, karena adanya karantina mandiri yang dilakukan warga terkait dengan penyebaran virus corona atau Covid-19, nyatanya dimanfaatkan sejumlah pihak untuk melakukan aksi kejahatan.

Seperti yang dilakukan oleh empat pria yang berinisial H, MA, DR dan A. Mereka melakukan aksi pencurian sembako pada salah satu agen kawasan Cikupa, Tangerang. Beruntung, aksi mereka cepat diketahui petugas yang tengah berpatroli, bahkan satu diantaranya terpaksa ditembak pihak kepolisian, setelah dirinya mencoba melawan petugas.

“Mereka ini kami tangkap saat sedang beraksi ditengah wabah Covid-19, tepatnya pada 10 April 2020. Dalam penangkapan ini, satu dari empat pelaku yang berinisial H, terpaksa kami tembak karena mencoba melawan petugas,” kata Kapolres Kota Tangerang, Komisaris Besar Polisi Ade Ary, Kamis, 16 April 2020.

Dari hasil pemeriksaan, keempat pelaku ini memang kerap kali melakukan aksi pencurian sembako, terlebih barang pokok tersebut sangat mudah untuk dijual bahkan, memiliki keuntungan yang cukup besar.

“Para pelaku ini memang spesialis pencurian sembako, dari hasil pemeriksaan kami, pelaku mengaku sudah 6 kali beraksi dibeberapa kawasan baik wilayah Tangerang ataupun Jakarta. Dan mereka memang hanya mengincar sembako, karena mudah dijual. Bahkan, keuntungan yang bisa mereka ambil bisa puluhan juta rupiah,” ujarnya.

Untuk barang-barang yang diambil, mereka hanya mengincar beras, minyak goreng, minyak tanah, gula, mie instan dan rokok. Menurut mereka, barang-barang itu sangat diminati dan mudah terjual.

“Mereka hanya ambil barang-barang tertentu saja, dan saat beraksi mereka sudah punya peran masing-masing,” ujarnya.

Dimana, untuk pelaku H, dia berperan sebagai otak dan pemimpin dari aksi tersebut. Kemudian, MA dan DR yang membantu H beraksi dengan mencokel atau membobol toko menggunakan linggis dan kunci T. Lalu, mengangkutnya ke dalam mobil yang sudah disediakan yang mana, dalam mobil itu sudah ada pelaku A yang menunggu dan mengawasi situasi, ketika tiga rekannya sedang beraksi.

“Setiap beraksi ini, mereka selalu menyewa mobil, menurut pengakuan mereka untuk menghapus jejak aksi mereka,” ungkapnya.

Kini, empat pelaku itu harus menjalani hukumannya di Mapolres Kota Tangerang, dengan ancaman pasal 363 KUHPidana hukuman 7 tahun penjara. []

(Sumber | VIVANEWS.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed