oleh

Dilema Abang Becak di Meulaboh Terhimpit Ekonomi di Tengah Pandemi COVID-19

Meulaboh-Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang ikut mengepung penjuru tanah air, termasuk Provinsi Aceh, berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Tidak terkecuali abang Becak.

Di Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, misalnya. Pendapatan mereka kini semakin tergerus akibat ancaman virus Corona. Para abang becak disana mengaku begitu susah untuk mendapatkan penumpang.

“Susah dapat sewa sekarang, Nak,” ucap salah seorang abang becak sambil tersenyum, Jum’at (24/04/2020), di Kota Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.

Beruntung, ditengah kondisi seperti ini Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Barat-Aksi Cepat Tanggap (ACT) Aceh, hadir di sana untuk melakukan aksi sosial. Tepatnya Warkop Bay Kuphi, Meulaboh, Aceh Barat.

Mereka menyumbang nasi kepada para abang becak. Usai menerima sebungkus nasi, pria yang berprofesi sebagai abang becak tadi pun langsung berlalu dan irit berbicara.

Siang itu, satu per satu bungkusan nasi dalam plastik dibagikan kepada pekerja harian di kawasan Kota Meulaboh. Kebanyakan mereka kalangan abang becak. Ada juga juru parkir dan pedagang keliling.

Bendahara MRI Aceh Barat Maulidar, dalam keterangan pers yang diterima PENAPOST.ID, menuturkan tidak ingat persis nama tukang becak yang mengaku kesulitan mendapatkan pelanggan itu.

Namun seingatnya, seluruh para penerima manfaat berucap syukur usai menerima paket makanan gratis. Katanya, ucapan abang becak itu merupakan gambaran sebagian kehidupan abang becak kini.

Tidak adanya pelanggan membuat otomatis berdampak pada pendapatan mereka. Sementara itu mereka harus menafkahi keluarganya. Kondisi tersebut pasti menyulitkan kehidupan mereka.

“Bukan lagi waktunya kita mencaci maki, sekarang mari kita saling membantu saudara-saudara kita. Jangan sampai mereka kelaparan tidak ada yang tahu,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut juga dialami oleh pekerja harian lainnya di Aceh. Hanya saja mungkin mereka segan mengungkapkannya. Oleh karenanya, semua elemen masyarakat perlu meningkatkan perhatiannya terhadap kondisi sekitarnya.

“Insya Allah hari ini kita juga menyalurkan paket pangan berupa minyak goreng telur dan beras kepada warga kurang mampu hasil dari donasi para dermawan di Aceh Barat,” lanjutnya.

Head of Program ACT Aceh Laila Khalidah mengungkapkan bahwa selama masa tanggap darurat ACT sudah melaksanakan beragam program kemanusiaan guna mengurangi dampak COVID-19 mulai dari Aceh Tamiang hingga ke Aceh Singkil.

Program tersebut seperti operasi makan gratis, operasi pangan gratis, pembagian APD, suplemen dan multivitamin, dan makanan bergizi kepada tim medis, dan menyantuni guru-guru.

“Target penerima manfaat kita seluruhnya berasal dari kalangan kurang mampu, dan pekerja medis yang berjuang mengobati pasien dan mencegah covid-19,” paparnya.

Ia mengharapkan dukungan para dermawan agar aksi-aksi ACT bersama MRI bisa membantu saudara-saudara yang membutuhkan lebih banyak lagi.

Penyaluran donasi dapat melalui rekening Bank Aceh Syariah 010 0193 000 9205, BNI Syariah 66 00011 008 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Konfirmasi donasi dan informasi selengkapnya dapat menghubungi WhatsApp 082283269008 dan telepon 0651-731535. []

(Editor | Redaksi)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed