oleh

Dinas Pendidikan Aceh, Kaya Prestasi Setelah Kerja Keras

banner 728x90

BERBAGAI prestasi telah ditorehkan Dinas Pendidikan Aceh di kancah Nasional maupun Internasional oleh siswa maupun Pendidik dan Tenaga Kependidikan, setelah SKPA yang membidangi pendidikan ini bekerja keras.

Tagline Aceh Carong, yang merupakan maskot program unggulan Pemerintah Aceh bidang pendidikan, untuk anak Aceh cerdas (caròng) yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional dan regional, kian menggeliat.

Namun itu semua tentunya dapat dicapai melalui pendidikan yang berkualitas. Program-program yang dijalankan untuk tujuan tersebut meliputi, penguatan keterampilan bagi generasi muda melalui pendidikan vokasional baik formal dan nonformal.

Penyediaan fasilitas pendidikan dan pemberian keterampilan bagi peserta didik di dayah-dayah, pemerataan rasio guru untuk seluruh bidang studi di seluruh penjuru Aceh khususnya daerah terpencil.

Peningkatan kompetensi guru dalam bidang studi yang diajarkan secara merata di seluruh Aceh, penyediaan beasiswa bagi anak yatim dan anak orang miskin mulai dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri.

Pengiriman putra-putri terbaik Aceh untuk mendapatkan pendidikan di universitas-universitas yang bergengsi di tingkat international dan memberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan ke depan saat kembali ke Aceh.

Itu sebabnya, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, memberikan apresisasi khusus untuk Dinas Pendidikan Aceh dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Hanya saja butuh ide cemerlang seluruh elemen masyarakat untuk mencurahkan terhadap dunia Pendidikan Aceh. Bukan tanpa sebab, sejumlah prestasi siswa Aceh di berbagai event nasional bahkan internasional telah mengalami lompatan menakjubkan.

“Kinerja Pendidikan Aceh selama dua tahun terakhir yang telah memperlihatkan peningkatan yang cukup menggembirakan mendapat,” ucap Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, melalui Asisten I, Bidang Pemerintahan dan Keistemewaan Setda Aceh, Dr M Jafar, SH M.Hum, pada malam resepsi Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke 60 Tahun 2019 di Aula SMKN 1, 2 dan 3 Banda Aceh, beberapa waktu lalu.

Meskipun pada bidang-bidang tertentu masih ada yang belum dicapai, namun Dinas Pendidikan Aceh terus berupaya untuk memperbaikinya. Hasilnya banyak guru dan tenaga kependidikan Aceh mampu meraih prestasi mengembirakan dan mengalami peningkatan tiap tahun.

“Untuk itu, pada malam resepsi Hardikda ini sebagai wujud apresiasi Pemerintah Aceh, bagi mereka yang telah berprestasi akan diberikan penghargaan. Penghargaan juga kita berikan kepada pendidik dan tenaga kependidikan madrasah di lingkungan Kementerian Agama,” katanya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan para Bupati/Walikota se-Aceh bersama–sama secara kolektif kolegial untuk mencurahkan perhatian demi kemajuan pendidikan Aceh kedepan.

Untuk sektor pendidikan, bila diukur dengan indikator Indek Pembangunan Manusia (IPM), dan Uji Kompetensi Guru (UKG) sampai dengan saat ini Aceh berada pada peringkat 23 secara nasional.

Capaian indikator yang masih perlu mendapat perhatian serius, antara lain yaitu pendistribusian guru yang belum merata dan kekurangan guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang masih menjadi masalah dan perlu dicari jalan keluar.

“Kita mengharapkan seluruh SMK di Aceh harus mengarahkan visi-misinya pada pendekatan industrial enterpreneur. Hal ini tentu saja sesuai dengan tuntutan Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK yang bermuara kepada peningkatan kerja sama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI),” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA menyampaikan Pemerintah Aceh akan terus memfasilitasi berbagai kebutuhan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Aceh. Baik itu berupa penyediaan infrastruktur, sarana prasarana serta penyediaan dan pembinaan kapasitas SDM para guru dan tenaga pendidik.

“Tentunya dengan momentum Hardikda ini akan dapat memunculkan beragam kearifan lokal yang ada di Aceh. Kearifan lokal harus dikolaborasi dengan kurikulum, sehingga masyarakat mengetahui sejarah. Contohnya Radio Rimba Raya yang ada di Bener Meriah, itu harus menjadi sejarah untuk diingat dan diketahui,” kata Kadisdik Aceh ini.

Mantan Wakil Bupati Aceh Barat ini menyatakan, seiring dengan upaya peningkatan hasil belajar siswa, pendidikan budi pekerti, perbaikan dan pembangunan karakter dan akhlak mulia generasi muda harus menjadi prioritas.

Wujud pendidikan karakter yang dikemas dalam pendidikan Islami menjadi hal penting bagi seluruh unsur. Berbagai kebijakan di tingkat satuan pendidikan, lembaga pembina pendidikan di semua tingkatan dan masyarakat serta orang tua siswa.

“Pendidikan Islami di Aceh hari ini harus menjadi icon pendidikan karakter Aceh, karenanya hal ini harus semakin kita tingkatkan intensitasnya, sehingga cita-cita pelaksanaan Syariat Islam di Aceh memiliki akar yang kokoh pada jiwa dan kalbu generasi muda kita,” ujarnya.

Sejumlah insan pendidikan Aceh yang berinovasi dan berprestasi mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Penghargaan itu diserahkan oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh pada malam resepsi Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-60.

Mereka yang mendapatkan penghargaan mulai pemerintah daerah, komite, sekolah, guru, hingga siswa adalah SDN 2 Banda Sakti Lhokseumawe SMPN 5 Lhokseumawe, SMAN 3 Banda Aceh, dan SMKN 2 Lhokseumawe berhasil menyabet juara pertama sekolah berprestasi dan inovatif.

Sementara Komite Sekolah diraih oleh MIN 3 Kuta Blang Lhokseumawe. Sementara penyelenggaraan pendidikan agama islam terbaik diraih oleh SDN 1 Bukit Tem- purung Aceh Tamiang, SMPN 4 Percontohan Aceh Tamiang, dan SMKN 1 Takengon. Untuk guru juga diserahkan penghargaan kepada enam guru berdedikasi yang selama mengajar di sekolah terpencil dan terluar.

Dinas Pendidikan Aceh juga menyerahkan penghargaan berupa uang kepada para siswa-siswi Aceh yang sepanjang 2019 meraih prestasi di berbagai ajang nasional, baik dalam pelajaran, olahraga, seni, hingga kreativitas lainnya.

Selain itu, penghargaan juga diterima sejumlah daerah yang dinilai berprestasi dalam pendidikan. Mulai Kabupaten Pidie, Aceh Tengah, Aceh Jaya, Aceh Besar, Kota Sabang, dan Aceh Tamiang.

Kabupaten Pidie berhasil meraih tropi juara umum sebagai Kabupaten Berpresta- si dan Inovatif dalam Bidang Pendidikan tahun 2019. Bupati Pidie, Roni Ahmad menerima langsung piala juara umum yang diserahkan Pemerintah Aceh yang diwakili Asisten I Setda Aceh, Dr. M Jafar, SH M.Hum. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed