oleh

DPRK Aceh Tamiang Tinjau Relokasi Pajak Upah

Aceh Tamiang-Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang Fadlon, SH bersama Komisi II tinjau lokasi relokasi Pasar Pajak Pagi Kampung Upah, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang.

Dalam kunjungan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon, SH, Ketua Komisi II, H. Samuri, anggota Komisi II Saipul Sopyan, Salbiah dan Salman, Kadis Koprindag,Rafiee, KeKepala Mukim Upah Hulu, Kepala Mukim Simpang Empat, Datok Penghulu Upah, Datok Penghulu Perkebunan Upah, Datok Penghulu Simpang Empat Upah.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon pada kesempatan tersebut menyampaikan relokasi Pasar Pajak Pagi Kampung Upah, agar proses pematangan lahan dan pembangunannya benar-benar dilakukan secara maksimal supaya jangan nanti setelah dipindahkan timbul persoalan baru.

“Kita berharap agar lokasi in disiapkan secara matang dulu baik itu pematangan lahan dan pembangunan kiosnya. Termasuk pendataan para pedagangnya jangan nanti ada pedagang enggak dapat dan timbul masalah baru,” harap Fadlon sembari menambahkan Pasar Opak merupakan pusat putaran ekonomi kedua terbesar setelah Kota Kualasimpang.

Anggota Komisi II DPRK Aceh Tamiang, Saipul Sopyan menyampaikan terkait anggaran pembangunan pajak tersebut akan menjadi tanggungjawabnya bersama pihaknya di legeslatif.

“Kami pastikan karena ini kepentingan masyarakat banyak kami akan dukung sepenuhnya.  Ini bagian dari pemberdayaan pedagang kita supaya mereka bisa berjualan secara maksimal dan dapat mendongkrak perekonomian para pedagang,” sebutnya.

Kepala Dinas Koprindag Aceh Tamiang, Rafiee menjelaskan lokasi pinjam pakai dari PT. Lahan HGU PT. Surya Mata Ie yang diusahakan oleh Bupati Aceh Tamiang adalah seluas dua hektar.

“Tahap pertama kemarin kita sudah tumbang seluas lima rantai. Tapi setelah kita desain untuk perlengkapan pajak kita akan tumbang lagi lima rantai, total sepuluh rantai. Jadi yang kita gunakan sepuluh rantai dulu,” sebut Rafiee.

Rafiee menjelaskan upayakan untuk merelokasikan pedagang kaki lima yang berada di Pasar Pajak Pagi Upah karena salah satunya adalah kondisi sangat rawan keemacetan.

Kemudian Rafiee menyebutkan di areal relokasi tersebut direncanakan akan dibangun 100 kios berukuran 3 x 4 meter, Pajak Los, Pajak Ikan, Tempat Parkir, MCK serta Mushollah.

“Tahap pertama tahun ini akan dibangun oleh tiga kampung melalui BUMK menggunakan ADD. Nanti kita akan anggarkan melalui APBK serta APBN. Bupati minta segera pembangunan untuk meningkatkan perekonomian pedagang,” ungkapnya.

Rafiee juga meminta kepada tiga Datok Penghulu dalam melaksanakan pembangunan kios yang dibangun memnggunakan ADD akan menunggu gambar desain yang saat ini sedang dikerjakan. ” Desain kiosnya sedang kita persiapkan, biar sama bentuk yang dibangun oleh kampung dan pemerintah,” pinta Rafiee. []

(Editor     | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed