oleh

[FEATURE] Asa di Bumi Muda Sedia Bebas dari Pandemi COVID-19, Semoga!

Agusliayana Devita optimis wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang juga melanda Kabupaten Aceh Tamiang, akan berakhir. Hanya saja perlu kerja keras bahu-membahu dengan berbagai pihak untuk terwujudnya harapan mulia ini.

Perasaannya yang tampak gundah gulana, apalagi setelah Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus secara resmi mengumumkan virus Corona (COVID-19) sebagai pandemi, 11 Maret 2020.

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), memiliki tingkat mutasi yang tinggi dan merupakan patogen zoonotik dapat menetap pada manusia dan binatang dengan presentasi klinis yang sangat beragam, mulai dari asimtomatik, gejala ringan sampai berat, bahkan sampai kematian.

COVID-19 merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome virus corona 2 (SARS-2)  atau yang sering disebut virus Corona. Di Kabupaten Aceh Tamiang, penyebaran COVID-19 terbilang sangat cepat.

Rentang waktu tujuh bulan berjalan pasca WHO mengumumkan COVID-19 sebagai pandemi, Aceh Tamiang yang memiliki wilayah 12 kecamatan nyaris warganya ada terpapar positif COVID-19. Hal inilah membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang melakukan berbagai upaya, langkah dan stimulus untuk bisa pulih dan bangkit melawan pandemi. Namun tak hanya pemerintah, peran masyarakat juga diperlukan untuk jadi agen penanggulangannya.

Tujuh bulan Bumi Muda Sedia–sebutan untuk Aceh Tamiang, dilanda kerisauan. Bayangkan, kasus Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) belum juga mereda dan terus menerpa. Aceh Tamiang semakin gelisah.

Parahnya lagi, Kabupaten Aceh Tamiang sempat masuk zona merah penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Aceh. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Pemerintah dan masyarakat disana menyerah.

Akhirnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Aceh Tamiang Nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Hasilnya, secara perlahan dan pasti, kebersamaan dan kerja keras seluruh unsur termasuk didalamnya Tim Satgas, Para Nakes dari RSUD dan Puskesmas, TNI dan Polri serta masyarakat membangun Sinergitas dan membuahkan hasil yang maksimal sehingga dapat menekan akan kesembuhan yang sangat fantastis untuk Aceh Tamiang.

Terbukti, Satgas COVID-19 Aceh dalam 24 jam terakhir, merilis Kabupaten Aceh Tamiang dilaporkan sebagai Kabupaten yang tingkat kesembuhannya terus meningkat. Sebanyak 17 orang yang dinyatakan sembuh dari seluruh Kabupaten/Kota, sebanyak 11 orang berasal dari Aceh Tamiang dan dari zona merah sebelumnya kini menjadi zona oranye.

“Ini kabar yang sangat membahagiakan. Bayangkan, jika kesembuhan terus meningkat dan kasus konfirmasi baru semakin minim, mimpi bersama Bumi Muda Sedia Bebas Corona akan segera terealisasi,” ujar Agusliayana Devita, S.STP, M.Si yang juga Jubir Satgas COVID-19 Kabupaten Aceh Tamiang, kepada PENAPOST.ID, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya tingkat kesembuhan yang tinggi di Aceh Tamiang tak luput dari kerja keras seluruh unsur termasuk didalamnya Tim Satgas, Para Nakes dari RSUD dan Puskesmas, TNI dan Polri serta masyarakat. Sinergitas yang terjalin membuahkan hasil yang maksimal.

“Semua unsur telah berjuang dalam mencegah dan memutuskan mata rantai COVID-19, masing- masing tugas yang diemban dilakukan dengan penuh tanggungjawab,” ungkap Devi seraya mengingatkan.

Protokol Kesehatan 3M menjadi hal wajib dan tidak bisa ditawar-tawar lagi, jika Kabupaten Aceh Tamiang benar-benar ingin keluar dari ancaman penyebaran wabah COVID-19.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati, ungkapan itu harus kita tanam di alam bawah sadar kita sehingga diri sendiri merasa bertanggungjawab atas keselamatan orang lain,” sebutnya.

Kemudian lagi dengan rutin menggunakan masker artinya kita telah mencegah penularan untuk orang lain dan kita telah membantu umat dimuka bumi dari ancaman COVID-19.

COVID-19 sejak Maret 2020 telah menyerang warga Aceh Tamiang yang merupakan klaster dari luar telah menghantui masyarakat dan pemerintah sendiri menekan lanjut penyebarannya.

“Memastikan masyarakat bahwa virus itu ada dan nyata, tinggal yang perlu bagaimana kita menyikapi secara bersama – sama agar virus itu tidak menyebar,” sebutnya lagi.

Devi mengkilas balik bagaimana upaya pemerintah dalam menekan lanjut penyebarannya dengan membuat Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19 dan instruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 5245 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Selama Pandemi COVID-19.

“Alhamdulillah usaha ini berhasil sehingga masyarakat kita dapat memahami dan mengikuti Protokol Kesehatan dan dampaknya angka kesembuhan kita saya baik,” urainya.

Kemudian dirinya selaku Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang mengajak para Penyitas agar berbagi pengalaman bagaimana itu CORONA dan bagaimana rasa terserang akan virus tersebut.

Ajakan tersebut dirilis melalui media sebagai fungsi menyampaikan informasi kepada khalayak umum. Baik ajakan para Penyitas agar berbagai cerita maupun himbuan agar masyarakat mematuhi Prokes bahkan Operasi Yustisi terus digencarkan melalui puluh media sehingga ter sampaikan, hasilnya pun dinilai berhasil dan memuaskan.

“Kesembuhan pasien Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Aceh Tamiang mencapai 88,3 persen. Artinya masyarakat kita sudah memahami mengikuti aturan yang telah dibuat oleh pemerintah,” sebutnya.

Secara detail Devi menrincikan Perkembangan data terbaru jumlah masyarakat Aceh Tamiang terkonfirmasi positif COVID-19.

Kasus Suspek nihil, Probable yang dirawat nihil, Probable meninggal nihil. Sedangkan total warga Aceh Tamiang yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 324 orang dengan rincian 286 orang sembuh dan 26 orang masih terkonfirmasi positif COVID-19, sementara 12 orang lainnya meninggal.

“Insya Allah dengan cara kita bersama-sama memerangi Virus ini, maka angka 26 itu akan hilang. Dan harapannya agar masyarakat terus mengikuti Prokes seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dan meningkatkan imunitas tubuh. Insya Allah,” sebut Devi mengakhiri. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed