oleh

[FEATURE] Sang Ojek yang Tetap Beraktivitas Ditengah Ancaman COVID-19  

PANDEMI Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah ‘memaksa’ gaya hidup baru masyarakat, termasuk dari sisi kehidupan dalam menggais rezeki. Menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) menjadi budaya sehari-hari warga setiap beraktivitas di luar rumah.

Dilancarkan rezeki di tengah bencana Pandemi COVID-19 yang sedang melanda, siapa yang tidak berharap. Banyak yang mencari cara agar kondisi ekonomi tak semakin terpuruk di tengah musibah virus corona ini.

Mungkin perasaan ini pula yang dirasakan Iskandar (55), warga Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang. Ia harus tetap tegar menggais rezeki meski ditengah Pandemi COVID-19 sedang melanda negeri ini.

Sore itu edisi Rabu (21/10/2020), matahari mulai condong ke ufuk barat. Jarum jam sudah mengarah pukul 17.00 WIB, seorang pria paruh baya duduk termenung di sebuah halte (tempat turun naik penumpang angkutan umum) tepatnya di persimpangan Tugu Opak, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang atau di Jalan Lintas Medan-Banda Aceh.

Suara rakyat kecil yang menjerit karena himpitan ekonomi di tengah pandemi virus corona menjadi persoalan diliematis.

Wajah lelaki tadi terlihat tidak jelas, karena tertutup balutan Masker. Maklum, sesuai instruksi Pemerintah setiap beraktivitas di luar rumah harus memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Namun yang jelas kegelisahan yang terekam dari tidak tenangnya cara duduk yang selalu berdiri ketika ada deruan suara mesin dari angkutan umum.

Lalu-lalang angkutan umum jurusan Kota Kualasimpang-Langsa atau sebaliknya, silih berganti di atas badan jalan mulus itu.

Ya, ternyata kegelisahannya disebabkan tidak adanya para penumpang angkutan umum tersebut menggunakan jasanya sebagai ‘Tukang Ojek’ untuk mengantar penumpang ke alamat yang dituju.

Sejak merebaknya virus corona, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, membuat perekonomian anjlok turun dratis. Dan itulah yang di semua lapisan termasuk pengemudi objek pendapatannya turun drastis dan nyaris nol.

Penghasilan yang tak menentu ini terus dilakoni setiap pagi hingga menjelang tengah malam oleh Iskandar salah satu dari sekian orang yang bekerja sebagai ‘Tukang Ojek’ yang setiap saat dihantui akan virus corona.

Pasca merebaknya virus corona pendapatanya terus tidak menentu, yang sebelumnya mampu menghasilkan uang untuk kebutuhan rumah sehari-harinya dan menabung, namun saat ini, hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan keluarganya bahkan sangat terancam akan kebutuhan pokok rumah tangganya.

“Ada rasa ketakutan yang mendalam ketika ngantar pelanggan yang tidak diketahui indentitasnya. Tapi mau gimana namanya ‘Tukang Ojek’, tak diantar tak dapat uang dan tak ada belanja rumah,” sebutnya kepada PENAPOST.ID

Menurutnya, hanya keiklasan berserah diri kepada Allah SWT. Yang penting menurutnya untuk saat ini kita harus mematuhi Protokuler Kesehatan dengan menggunakan masker sebagai untuk menghindari penyebaran virus corona.

Iskandarpun menceritakan selama pandemi corona ini, banyak orang yang enggan untuk berpergian dan dan enggan menggunakan jasa Ojek.

“Kalau untuk jaga jarak, ya rasanya gak mungkin karena saya ‘Tukang Objek’, otomatis ketika antar penumpang pasti menempel dengan kita,” sebutnya menjelaskan tentang jaga jarak sesuai aturan pemerintah.

Iskandar yang mempunyai keinginan untuk sebelum virus corona melanda ini yaitu memiliki sepeda motor baru sebagai penganti sepeda motor lamanya yaitu rakitan tahun 2004 dengan jenis Supra Fit sebagai upaya meringankan beban pemeliharaan mesin. Namun semenjak virus corona, impian dan cita – citanya kandas.

“Corona itu nyata dan ada, cuma kapan berakhir. Saya harus tetap ngojek agar dapur saya berasap. Saya harus gunakan masker, dan yang penting air wuhdu jangan pernah putus,” sebutnya mengakhiri bincang-bincang kecil seputar virus corona. []

(Editor     | Redaksi)

(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed