oleh

Gebetan Ajak Penyintas Berbagi Pengalaman Terinfeksi Corona

Aceh Tamiang-Gerakan Berbagi Aceh Tamiang (Gebetan) mengajak para penyitas berbagi pengalaman bagaimana rasanya terinfeksi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan kemudian dirawat sebagai penderita penyakit Corona. Penyintas merupakan mereka yang pernah menderita COVID-19 dan kemudian sembuh kembali.

“Penyintas yang telah sembuh dari infeksi corona, perlu berbagi pengalaman bagaimana rasanya terjangkit COVID-19, dan selanjutnya sembuh setelah menjalani perawatan maupun isolasi,” ajak Ketua Yayasan Gerakan Berbagi Tamiang (Gebetan), dr. Rahmadsyah Putra melalui PENAPOST.ID, Minggu (08/11/2020) di Karang Baru.

Menurutnya, saling berbagi pengalaman kepada orang lain terhadap apa yang dialaminya itu sangat membantu pemerintah dalam hal memutuskan mata rantai penyebaran COVID-19 yang merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome virus corona 2 (SARS-2) atau yang sering disebut virus Corona.

“Mereka disebut penyintas karena mampu mempertahankan hidupnya dari ancaman kematian akibat COVID-19,” sebut alumni Fakultas Kedokteran Unsyiah.

Rahmad mengatakan para penyintas tersebut memiliki pengalaman merasakan sakit dan dirawat di ruang isolasi rumah sakit. “Bila pengalaman itu dibagi dengan orang lainnya, memiliki daya persuasif yang tinggi dan mengubah persepsi yang keliru tentang virus corona,” ujarnya.

Katanya lagi, masih banyak warga Aceh Tamiang yang belum benar-benar yakin tentang keberadaan virus corona. Pengalaman nyata para penyintas dapat mengubah persepsi keliru tersebut, sehingga mereka mau menjalankan protokol kesehatan dengan penuh kesadaran.

Itu sebabnya, sambung Rahmad, para penyintas tidak perlu merasa malu mengakui pernah menderita COVID-19, hingga dapat berbagi pengalaman dengan orang-orang di sekitarnya. “Penyakit COVID-19 bukanlah kutukan, dan bukanlah aib yang harus disembunyikan. Pengalamannya itu bahkan memiliki nilai dakwah dan bahkan amal ibadah,” jelasnya.

Para penyintas COVID-19 di Aceh Tamiang atau orang-orang yang sembuh dari COVID-19 sudah mencapai 242 orang dari total 300 kasus COVID-19. “Apabila setiap penyintas itu berbagi pengalamannya kepada 10 orang teman dekat dan juga tetangga, dampaknya sangat besar untuk memperpendek masa pandemi ini,” kata Rahmad.

Ia juga mengajak masyarakat secara umum untuk dapat mematuhi Peraturan Bupati Aceh Tamiang nomor 30 Tahun 2020 tentang peningkatan penanganan COVID-19 dan instruksi Bupati Aceh Tamiang Nomor 5245 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Selama Pandemi COVID-19.

“Sudah seharusnya kita untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan (3M) dan meningkatkan imunitas tubuh, agar penyebaran COVID-19 ini cepat segera berakhir,” harapnya. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed