oleh

Guru di Galus Awasi Proses Belajar dari Rumah

Laporan | Kamsah/Kontributor Gayo Lues

Blangkejeren-Pendidikan tidak boleh terhenti meskipun ditengah dilanda bencana. Hal inilah yang sedang diterapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues (Galus).

Diketahui, Pemerintah telah memperpanjang masa proses belajar dari rumah hingga 20 Juni 2020 nanti. Nah, untuk tetap berjalan sebagaimana diharapkan proses belajar dari rumah, guru di dataran Tinggi Gayo ini mengawasinya melalui pemberian tugas.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Anwar, Sabtu (30/05/2020), di Blangkejeren.

“Guru harus melakukan pengawasan melalui pemberian tugas kepada peserta didik,” katanya.

Ia mengatakan, pengawasan juga dilakukan melalui absensi. Hal ini untuk memastikan bahwa siswa-siswi SD/SMP sederajat tidak meninggalkan daerah domisili.

“Ini salah satu bentuk pemberian tugas dan merupakan item penilaian, yaitu nilai dari sisi disiplin, patuh, dan bertanggung jawab. Intinya guru dan siswa dilarang ke luar daerah dan tetap wajib ada komunikasi interaktif di antara keduanya,” kata Kadisdik Gayo Lues ini.

Masih kata Anwar, selama berlangsungnya proses belajar dari rumah, pendampingan dan pengawasan siswa-siswi tetap harus dipantau oleh guru dan kepala sekolah.

Hal ini sesuai dengan Instruksi Gubernur Aceh Nomor 08/INSTR/2020, tentang perpanjangan pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa tanggap darurat COVID-19 di Aceh.

“Instruksi nomor 08/2020 ini berisi perpanjangan kegiatan belajar dari rumah hingga 20 Juni, dan ini merupakan perpanjangan instruksi sebelumnnya sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di Aceh, Nomor 04/INSTR/2020 pada tanggal 27 Maret lalu oleh Pak Plt Gubernur Aceh,” jelasnya.

Ia menambahkan, instruksi ini ditujukan kepada Bupati/Wali Kota se-Aceh, Kepala Dinas Dayah Aceh serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama  Provinsi Aceh.

Ada 5 poin dalam Ingub 08/2020 tersebut, pertama menjelaskan perpanjangan belajar di rumah untuk semua Sekolah, Madrasah, Dayah Terpadu/ Tahfidz, dan lembaga pendidikan lainnya seperti Taman Pendidikan Qur’an, Majelis Taklim dan Madrasah lainnya.

Poin kedua, mengatur tentang mekanisme belajar dari rumah, baik secara daring/jarak jauh/online maupun secara luring/ manual/ offline.

Poin ketiga menjelaskan tetang proses ujian, kenaikan kelas dan kelulusan siswa agar berpedoman  pada Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4 Tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa tanggap darurat COVID-19.

Poin keempat dan kelima ditegaskan, pelarangan melakukan semua kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, seperti kegiatan perpisahan siswa di sekolah, perlombaan-perlombaan peringatan hari besar Islam, MTQ/MQK, Dzikir, Pengajian, Majelis Taklim dan lain-lain.

Poin kelima, menegaskan agar semua pihak, melaksanakan Instruksi ini dengan penuh tanggungjawab.

Tindak lanjut dari Ingub tersebut, kata Anwar, pihaknya telah merumuskan melalui rakor pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan protokol Covid-19 yang diterbitkan melalui Surat Edaran Nomor : 421/435/III.2/2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, di Lingkungan Pemkab Gayo Lues.

Beberapa poin yang sangat penting dituangkan dalam surat edaran itu antara lain, persiapan pengumuman kelulusan tingkat SMP pada 06 Juni 2020. Persiapan pengumuman kelulusan tingkat SD pada 15 Juni 2020, Pengambilan Raport pada 20 Juni 2020, dan libur semester mulai 22 Juni s/d 11 Juli 2020. Sedangkan penerimaan peserta Didik Baru dilaksanakan pada 22 Juni s/d 4 Juli 2020. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed