oleh

Guru Harus Beradaptasi dengan TIK

banner 728x90

PERKEMBANGAN Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di era globalisasi sekarang ini sangat pesat. TIK itu dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan, termasuk dalam dunia pendidikan.

Ujian nasional sekarang sudah full berbasis komputer (UNBK), meski di beberapa daerah masih menggunakan kertas pensil. Kemudian dalam proses belajar mengajar di sekolah, TIK juga sudah menjadi keharusan.

Bahkan, itu sudah dimulai saat penerimaan peserta didik, yang dilakukan secara online. Belum lagi dalam proses menginput data sekolah ke jaringan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga dilakukan sevara online.

Sehingga, pemanfaatan teknologi itu sepertinya tidak terelakkan. Mau tak mau, TIK menjadi hal penting yang harus dikuasai kalangan sekolah, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan dana tenaga administrasi.

“Bahkan untuk berkompetisi di tingkat nasional bahkan internasiona pun, TIK menjadi sarana utama. Guru dan tenaga kependidikan di zaman sekarang ini harus menguasai TIK ini,” tegas Sekretaris Dinas Pendidikan (Sekdisdik) Aceh, Teuku Nara Setia, SE M.Si Ak, di Banda Aceh.

Ia mewanti­wanti kalangan pendidikan soal TIK ini karena perkembangannya tak terbendung dan terus berubah (update) dari tahun ke tahun.

Kenapa hal itu penting, Teuku Nara beralasan bahwa guru sebagai tenaga pendidik harus bisa beradaptasi dengan TIK tersebut. Ia mencontohkan ujian nasional sekarang ini sudah menggunakan media TIK atau berbasis komputer.

“Bagaimana jadinya, kalau guru itu sendiri tidak menguasai komputer,” ujarnya.

Sebab itu, Dinas Pendidikan Aceh terus berupaya mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk menguasai TIK. Tentu pemanfaatan itu dimulai di sekolah, terutama dalam proses belajar mengajar.

Apalagi pemanfaatan tekonologi komunikasi itu sangat memudahkan guru dalam proses belajar mengajar.

“Try out sebagai sarana latihan persiapan mengikuti ujian nasional, itu menggunakan komputer. Jadi sungguh tidak mugkin kalau tenaga pendidik sendiri tidak menguasai informasi teknologi. Lalu bagi guru sendiri, TIK itu juga bermanfaat dalam ia berbagai even yang terkait dengan profesinya,” cetus Nara Setia.

Menurutnya, peserta didik terutama pada jenjang SMA/SMK di zaman sekarang ini penguasaan TIK tersebut sangat luar biasa. Tak heran bila anakanak muda di era globalisasi ini mampu meretas atau mencuri data di jaringan dunia maya.

Dari banyak kasus yang terungkap pelakunya (hacker) berusia remaja. Karena itu, dalam dunia pendidikan guru dan tenaga kependidikan mutlak harus menguasai informasi teknologi komunikasi (TIK).

“Guru sekarang harus bisa mengimbangi kemampuan peserta didik yang tumbuh dan berkembang di era digital ini. Apalagi sekarang sudah masuk era 4.0,” ungkapnya.

Terkait TIK ini, ia juga mewanti­wanti tenaga administrasi di sekolah yang pekerjaannya menginput data sekolah. “Tenaga komputer yang menginput data sekolah itu harus benar­benar paham dengan pekerjaannya. Kalau salah dia input data, maka rusaklah ‘prestasi’ sekolah itu,” tegas Teuku Nara.

Kata dia, data Dapodik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat penting bagi sekolah dan Dinas Pendidikan. Data­data sekolah yang diinput itu menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan dalam masalah pendidikan dipusat dan daerah. Seperti alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan lainnya. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed