oleh

Hari Pers Nasional, Fadli Zon: Media Bukan Alat Pemilik Modal

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fadli Zon FOTO | TEMPO.CO
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fadli Zon. FOTO | TEMPO.CO 

Jakarta-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI Fadli Zon menyampaikan pesan kepada para jurnalis pada Hari Pers Nasional, Jumat, 9 Januari 2018.Fadli berpesan agar insan pers menggunakan media sebagai alat menyuarakan kepentingan rakyat bukan alat kepentingan bagi pemilik modal. “Selamat Hari Pers, pers harus jadi corong kepentingan rakyat, bukan alat pemilik modal.” Fadli Zon mencuit di akun twitter-nya @fadlizon, Jumat, 9 Januari 2018.

Menurut Fadli, masalah yang dihadapi pers Indonesia bukan lagi represi, sensor, atau kontrol kekuasaan, tapi kendali dan pemihakan dari para pemilik media. “Jadi, jika dulu demokrasi diintervensi oleh pemerintah, maka hari ini demokrasi telah dipermainkan oleh dwifungsi pengusaha-politisi.” Fadli mencuit.

Rangkap posisi antara pemilik media dan politisi, kata Fadli, telah menyulitkan posisi pers, yang berakibat pada sensor terhadap para jurnalis bukan lagi berasal dari kekuasaan, tapi dari para pemilik media. “Dalam situasi itu, pers tak lagi mudah mempertahankan independensinya.” Jika tak lagi independen, pers tentu akan kehilangan kredibilitasnya sebagai juru terang masyarakat.

Di tahun politik, Fadli berharap pers dapat menjadi oase yang mengawal demokrasi dengan profesional dan independen. Di Hari Pers ini, ia ingin mengajak insan pers Indonesia mengingat kembali khittahnya. Para jurnalis harus kembali ke “barak” dan menjaga diri terhadap hegemoni kekuasaan. “Karena sesungguhnya pena jurnalis jauh lebih tajam dari sebilah pedang.”

Fadli pun mengenang figur-figur jurnalis masa lampau, seperti Mochtar Lubis, Tirtoadisoerjo, yang menjadi panutan jurnalis masa kini. Dulu, kata dia, Mochtar Lubis disebut sebagai wartawan jihad karena keberaniannya bersikap kritis terhadap kekuasaan. Baik terhadap Presiden Soekarno maupun kemudian terhadap Presiden Soeharto. “Ia selalu bersikap kritis.”

Selain Fadli, Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga memperingati Hari Pers Nasional, dengan cara yang berbeda. Jokowi mengunjungi rumah tempat kelahiran Djamaluddin Adinegoro, tokoh pers dan kesusastraan Indonesia di Jalan M Yamin, Nagari Talawi Mudik, Kecamatan Talawi, Kabupaten Sawahlunto, Sumatera Barat, Kamis 8 Februari 2018.

Kedatangan Jokowi merupakan bentuk apresiasi terhadap Adinegoro. “Beliau tokoh pers yang betul-betul harus kita ingat karena sekarang ini kita ada kecenderungan meninggalkan kesusastraan sehingga baik sisi jurnalisme, sisi penulisan harus mengingat kembali kesejarahan dari beliau Bapak Djamaluddin Adinegoro.” Pernyataan Presiden Jokowi itu tercantum pada keterangan tertulis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, Kamis, 8 Februari 2018.[]

Sumber | TEMPO.CO

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed