oleh

INGAT! Tetap Jalankan Protokol Kesehatan yang Masif

Banda Aceh-Meski kasus konfirmasi positif Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), berhasil turun hingga 67,5 Persen di Provinsi Aceh, bukan berarti Pemerintah dan masyarakat di daerah yang kental dengan penerapan Syariat Islam boleh lengah.

Bahkan, perlu kolaborasi untuk tetap menjalankan Protokol Kesehatan (Protkes) secara masif, disiplin, dan konsisten. Sehingga, wabah virus yang viral di China itu henar-benar tidak ada lagi di Bumi Aceh secara khusus dan Indonesia umumnya.

“Apa yang telah kita capai itu hendaknya semakin memicu spirit kita dan terus melawan virus corona yang telah merampas sejumlah saudara kita, dengan menjalankan protokol kesehatan yang masif, disiplin, dan konsisten,” ujar Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam update harian di Banda Aceh, Sabtu, 7 November 2020.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari Satgas Penanganan COVID-19 Nasional, Aceh berhasil menurunkan kasus konfirmasi positif (-67,5%), Riau (-32,6%), dan  Bali (-23,5%).

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) Nasional memberikan apresiasi kepada Aceh sebagai salah satu provinsi prioritas yang berhasil menurunkan kasus konfirmasi mingguan, bersama Riau dan Bali.

Satgas COVID-19 Nasional, katanya membanding kasus konfirmasi positif dwi mingguan, periode tanggal 19-25 Oktober  dengan tanggal 26 Oktober-1 November 2020, dan tren data epidemiologis di setiap provinsi prioritas.

Menurutnya, informasi ini penting diketahui publik sebagai apresiasi Pemerintah Aceh,  Satgas Penanganan COVID-19 Aceh, dan Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten/Kota, kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Perjuangan kita menjalankan protokol kesehatan dengan gerakan bersama memakai masker sebagai bagian praktik 3M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan) tidaklah sia-sia,” katanya lagi.

Ia menambahkan, berdasarkan tren kematian, Aceh bersama Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua, juga berhasil menurunkan presentase kasus meninggal dunia, dalam periode waktu yang sama.

“Hal ini menunjukkan pelayanan bagi penderita COVID-19 simtomatik yang dirawat kian optimal,” sebutnya.

COVID-19 Aceh

Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh, Saifullah Abdulgani.

Selanjutnya, seperti biasa, Saifullah juga melaporkan kasus COVID-19 Aceh secara akumulatif sejak kasus konfirmasi pertama dilaporkan pada 27 Maret 2020.

Jumlah kasus Covid-19 Aceh sudah mencapai 7.661 orang, sedang dalam perawatan 1.287 orang, sudah sembuh 6.092 orang, dan meninggal dunia 282 orang.

Penambahan kasus konfirmasi baru sebanyak 27 orang meliputi warga Banda Aceh sebanyak 11 orang, Aceh Tengah 9 orang, Aceh Tamiang 3 orang, Pidie 2 orang, warga Aceh Besar dan warga Kota Subulussalam, masing-masing 1 orang.

Sedangkan penderita Covid-19 yang dilaporkan sembuh bertambah 45 orang, yang terdiri dari warga Aceh Utara sebanyak 34 orang, Banda Aceh 8 orang dan warga Aceh Timur sebanyak 3 orang.

“Penderita COVID-19 di Aceh yang dilaporkan meninggal dunia hari ini, sebanyak 3 orang dan semuanya warga Kota Lhokseumawe,” ujarnya.

Lebih lanjut,  Jubir COVID-19 Aceh itu, melaporkan kasus-kasus probable di Aceh secara akumulasi sebanyak 625 orang. Dari jumlah kasus probable tersebut, 47 orang dalam penanganan tim medis (isolasi RS), 545 sudah selesai isolasi, dan 33 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah kasus suspect di seluruh Aceh hari ini telah mencapai 3.868 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.588 orang sudah selesai masa pemantauan (selesai isolasi), 275 orang dalam proses isolasi di rumah, dan 5 orang isolasi di rumah sakit. []

(Editor     | Muhammad Zairin)
(Laporan | Muhammad Zairin)

Advertisement

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed