oleh

Jaringan Narkoba Pimpinan Eks Kombatan GAM Pakai Jeruk Tutup 310 Kg Ganja

banner 728x90

Jakarta-Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan penyelundupan ganja jaringan Aceh-Jakarta pimpinan eks tentara Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muriandi. Jaringan itu menyamarkan pengiriman ganja dengan ditutupi jeruk.

“Para tersangka ini dalam membawa atau memindahkan barang terlarang memakai modus berbeda. Ada mobil box, pasang triplek di depan, dibatasi, ditumpuk. Kemudian di taruh di dasar box ada yang dicampur jeruk, kayu, dan sebagainya. Ini modus mobil box,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (8/11/2019).

Argo menjelaskan, kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi adanya pengiriman ganja ke Jakarta pada 28 Oktober 2019. Pada saat itu, tim menangkap dua tersangka di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Ada laporan yang masuk, kemudian dikembangkan dan tim turun ke lapangan mencari saksi dan menyelidiki info itu. Benar info itu, di Srengseng itu kita bisa menangkap tersangka, Y dan MA,” ungkap Argo.

Dari kedua tersangka, polisi menyita 142 kilogram ganja. Ganja tersebut disimpan di dalam mobil Toyota Avanza bernopol B-2452-BFA.

“(Mobil) sudah dimodifikasi dan dimasukin ganja itu,” katanya.

Dari penangkapan kedua tersangka itu, polisi kemudian mengembangkannya ke jaringan di atasnya. Penyidik kemudian berangkat ke Aceh untuk menangkap sang bandar.

“Penyidik berangkat ke Aceh dan melakukan penyidikan di sana. Ada 2 lokasi di sana, kita menemukan ladang ganja milik Gazali alias G. Total ada tiga tersangka yang kita amankan, yaitu AM, Y dan G,” katanya.

Dari dua lokasi tersebut, 2 hektare disebutkan milik Gazali dan 10 hektare milik Muriandi. Setelah diselidiki, polisi menangkap bos dari jaringan itu yakni tersangka Muriandi, di Aceh dan dibawa ke Jakarta pada Kamis, 7 November 2019. Namun Muriandi tidak kooperatif dan melawan petugas saat disuruh menunjukan rumah sopir yang mengantar ganja menggunakan truk bernama Burhan yang hingga kini masih DPO.

“Muriandi mengatakan Burhan tinggal di Srengseng Jakbar. Saat hendak menunjukkan tempat tinggal Burhan, sekitar pukul 23.00 WIB di Jakbar, tersangka mencoba melawan petugas dan mencoba menyerang petugas,” kata Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya kepada wartawan, Jumat (8/11/2019).

“Polisi memberikan peringatan penembakan sebanyak dua kali ke udara namun tidak dihiraukan tersangka. Kemudian dilakukan tindakan tegas ke tersangka Muriandi. Kemudian tersangka Muriandi dilarikan ke RS Polri Kramat Jati namun tim dokter menyatakan tersangka Muriandi sudah meninggal,” sambung Fanani. []

(Sumber | DETIK.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed