oleh

Jokowi Kritik Angka Kemiskinan Aceh 15 Persen: Penggunaan APBD Harus Fokus

Banda Aceh-Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengkritik angka kemiskinan di Aceh yang masih tinggi. Jokowi meminta pemerintah daerah fokus menggunakan ABPD untuk membuat program pengentasan kemiskinan.
Jokowi menyampaikan di Kenduri Kebangsaan di sekolah Yayasan Sukma Bangsa di Bireuen, Aceh, Sabtu (22/2/2020). Jokowi sempat menyinggung masalah dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh. Untuk tahun ini, Tanah Rencong mendapat Otsus sebesar Rp 8 triliun serta APBD sebesar Rp 9 triliun. Jika ditotal, mencapai Rp 17 trilunan.

“Saya hanya ingin mengatakan bahwa apapun yang namanya pengelolaan anggaran itu sangat penting sekali. Penting sekali. Uang Rp 17 triliun itu juga uang yang sangat besar sekali plus APBD yang ada di kabupaten dan kota,” kata Jokowi dalam sambutannya.

“Tapi bagaimana tata kelolanya, bagaimana government-nya, apakah APBD itu tepat sasaran, bermanfaat untuk rakyat, dirasakan oleh rakyat, itu yang masih menjadi tanda tanya saya. Saya ngomong apa adanya,” jelas Jokowi.

Jokowi berpesan kepada gubernur serta bupati dan wali kota untuk fokus menggunakan APBD. Dia meminta kepala daerah untuk memprioritaskan penggunaan anggara ke hal lebih penting.

Menurut Jokowi, angka kemiskinan Aceh mencapai 15,01 persen masih tergolong besar.

“Berikan perhatian ke angka kemiskinan yang besar itu lewat program yang di desain agar pengentasan kemiskinan bisa segera diselesaikan,” sebut Jokowi.

Kenduri Kebangsaan yang digelar Yayasan Sukma Bangsa dihadiri selaku Pembina Yayasan Sukma Surya Paloh dan Menteri Agama Fachrul Razi, Mendagri Tito Karnavian dan sejumlah menteri lainnya. Kegiatan diakhiri dengan makan kuah beulangong bersama.

Seperti diketahui, Provinsi Aceh masih termiskin di Sumatera dengan jumlah penduduk miskin mencapai 810 ribu orang atau 15,01 persen. Meski demikian, penurunan angka kemiskinan di Tanah Rencong termasuk tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan data dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, jumlah penduduk miskin di Serambi Mekah pada September 2019 berkurang sembilan ribu orang dibanding Maret yang mencapai 819 ribu orang atau 15,32 persen. Dari jumlah itu, angka kemiskinan Aceh turun 0,31 persen. []

(Sumber | DETIK.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed