oleh

Kadisdik: Pertahankan Prestasi yang Sudah Ada

Laporan | Kontributor Banda Aceh

Banda Aceh-Tiga pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Aceh Besar, berhasil meraih gelar juara lomba debat Bahasa Indonesia SMK Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2020.

Ketiga pelajar tersebut masing-masing Akram (SUPM Ladong), Nabila Urrahmah (SMKN 1 Al Mubarkeya) dan Irmawati (SMKN 1 Lhoknga).

Atas prestasi yang ditoreh ini, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, meminta sang juara untuk dapat mempertahankan prestasi yang sudah ada untuk lebih sukses lagi di event-event lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, saat menyerahkan hadiah kepada pemenag debat Bahasa Indonesia SMK Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2020.

“Nah, bagi siswa-siswi yang nantinya terpilih sebagai terbaik I, II dan III untuk tidak berbesar hati, teruslah pertahankan prestasi yang sudah ada, teruslah memperdalam bahsa melalui literasi, karena membaca adalah jendela dunia,” ujar Drs. Rachmat Fitri HD, MPA.

Hal itu disampaikan Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, saat menyampaikan sambutannya pada penutupan lomba debat bahasa Indonesia SMK Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2020, di banda Aceh.

Menurutnya, berbagai jenis bahasa telah dikembangkan di sekolah, sesuai dengan potensi sekolah masing-masing, dalam proses belajar mengajar siswa dilatih pengembangan bakat dan minat yang dimilikinya secara intensif. Sehingga siswa mampu berbahasa dengan baik dan benar serta dapat pula memperoleh prestasi secara optimal.

“Sudah banyak siswa-siswi SMK yang berprestasi di bidang bahasa dan telah mengharumkan nama sekolah, daerah, bahkan mengharumkan nama Bangsa dan Negara Indonesia,” katanya.

Ia menjelaskan, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Indonesia merupakan salah satu kemampuan yang secara umum sangat penting untuk dikuasai oleh setiap siswa-siswi di sekolah khususnya siswa SMK.

“Minimal dapat berbicara, membaca, menulis dan mendengar secara efektif dalam konteks yang berbeda-beda, terlebih saat ini persaingan tidak terelakkan dalam menghadapi globalisasi seperti MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN),” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA.

Ia menilai, debat Bahasa Indonesia untuk siswa SMK Tingkat Provinsi Aceh ini memiliki posisi yang sangat strategis sebagai ajang penajaman kemampuan siswa dalam mengekspresikan diri menghadapi kemajuan zaman dan teknologi.

“Sehingga dengan memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan benar akan memudahkan dalam mendapatkan pekerjaan dan dapat bersaing ditingkat nasional bahkan internasional,” tutur Drs. Rachmat Fitri HD, MPA. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed