oleh

Kado ‘Merdeka’ Warga di Kecamatan Bandar Pusaka dan Simpang Jernih

Aceh Tamiang-Kunjungan kerja Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Nova Iriansyah ke Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang, sebagai kado ‘Merdeka’, khususnya masyaraka di Kecamatan Bandar Pusaka dan Simpang Jernih,

Betapa tidak, beberapa tahun lalu tepatnya 17 Agustus 2017 lalu, ratusan warga perbatasan Aceh Tamiang-Aceh Timur tepatnya  di Kampung Batu Bedulang,  mereka  menggelar HUT RI ke 72 di Jalan Babo-Simpang Jernih, (maaf) layaknya bak kubangan kerbau yang siap untuk ditanam padi.

Upacara HUT RI ke 72 yang dilakukan dibadan tersebut merupakan aksi protes terhadap kondisi jalan yang rusak dan tidak pernah tersentuh pembangunan oleh pemerintah. Belum ‘Merdeka’ dari sarana prasarana.

Keterpurukan kondisi jalan tersebut memaksa mereka setiap hari berjuang keras melewati jalan tanah berlumpur agar dapat mengakses ibu kota kecamatan, baik itu untuk membeli kebutuhan pokok, menjual hasil tani/kebun, dan keperluan lainnya.

Lalu kondisi tersebut juga memaksa warga yang sakit harus digotong beramai-ramai agar dapat dibawa ke Puskesmas terdekat, karena kendaraan tidak dapat melintasi di jalan ini, khususnya saat musim penghujan.

Batu Bedulang, sebutan kampung yang berada paling ujung di Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang berbatasan langsung dengan  Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur.

Berbagai upaya terus dilakukan tokoh-tokoh masyarakat serta dukungan pemerintah kabupaten maupun anggota DPRA dari Dapil tujuh (Langsa-Aceh Tamiang). Melalui perjuangan mereka la hadirnya orang nomor satu di Aceh yaitu Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah dengan memberi kepastian akan pelaksanaan pembangunan jalan tembus tersebut.

Plt Gubenur Aceh, Nova Iriansyah Jumat (11/09/2020) langsung mengunjungi Kecamatan Bandar Pusaka melihat dan mendengar langsung aspirasi warga terkait akan dibangunnya jalan yang menghubungkan dua Kabupaten Aceh Tamiang dan Aceh Timur ini. Proyek Multi Years Contract (MYC) Jalan Babo-Simpang Jernih.

“Hari ini saya ingin memastikan pelaksanaan proyek Multi Years Contract (MYC), salah satunya Pembangunan Jalan Babo Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang-Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur, apa benar-benar dibutuhkan oleh warga,” ujar Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, pada Kunjungan Kerjanya di Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (11/09/2020).

Inilah Kondisi Kampung Kami…

Sekretaris Mukim Sangka Pane, Ashari Kasim.

Secuil kalimat diatas, menggambarkan duka terdalam warga Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Sebab jalan yang menghubungkan dari Kampung Babo ke Kecamatan Simpang Jernih Aceh Timur bak kubangan.

“Hari ini, kami terperanjat serta sangat berterima kasih kepada bapak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, yang memenuhi asa kami dan meninjau langsung pembangunan jalan poros tengah yang menghubungkan Aceh Tamiang-Aceh Timur. Bapak orang pertama yang mengunjungi kampung kami,” tegas Sekretaris Mukim Sangka Pane, Ashari Kasim.

Sangat beralasan, Plt Gubernur Aceh mendatangi rakyatnya di kabupaten paling Timur Aceh. Apalagi jalan poros yang menghubungkan Aceh Tamiang – Aceh Timur masuk didalam program Multi Years Contract (MYC) tahun jamak Aceh Hebat.

Ashari mengatakan, sejak Kampung Babo berdiri tahun 1925, masyarakat tidak pernah menikmati jalan bagus, apalagi beraspal. Namun asa mereka mulai terobati dengan janji pemerintah saat itu.

Pada tahun 1985 Pemerintah mencanangkan 10 jalan terobos dipedalaman Aceh, termasuk salah satunya poros jalan yang menghubungkan Aceh Tamiang-Aceh Timur.

Dia mengisahkan, tahun berganti dan Gubernur Aceh pun beralih, dan program itu berubah menjadi 10 jalan terobos. Juga masyarakat pedalaman Aceh Tamiang belum menikmati jalan yang bagus.

Program jalan itu berubah lagi nama menjadi Ladiagalaska, karena terlalu banyak mendapat protes, hingga jalan itu menjadi terbengkalai pembangunannya.

Dan pada akhirnya, ditangan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah-lah 11 sekmen jalan poros tengah yang masuk program MYC (Aceh Hebat) berhasil dilaksanakan dan akan tuntas pada akhir 2021 nanti.

“Saya kira, ini rahmat Allah SWT, 92 tahun kami hidup dijalan yang berkubang dan berdebu, Terima kasih bapak Nova, Ini Kado Teristimewa sebagai Kado HUT RI ke 75,” sebut Ashari terharu mengenang tiga tahun lalu tepatnya 17 Agustus 2017 mengelar HUT RI ke 72 dibadan jalan.

Jelas Ashari, jalan poros tengah program Aceh Hebat tersebut sangat diperlukan, sebab merupakan lintas utama dari dan ke Aceh Tamiang menuju Simpang Jernih, Aceh Timur, untuk peningkatan ekonomi.

“Bagaimana tidak, hasil komoditi yang selama ini tidak mencapai qualitas, bisa terpenuhi. Sebab jalannya sudah beraspal, selain mempersingkat waktu, hasil komoditi masyarakat tidak membusuk. Terutama itu, sawit. Kalau musim penghujan, bisa sehari atau dua hari masyarakat mengeluarkan komoditi yang, akibat jalan yang berkubang, sampai di penjualan, kualitas menurun, harga juga ikut menurun,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Datok Penghulu (Kepala Desa) Kampung Babo, Paimin; selain mampu meningkatkan ekonomi masyarakat, juga mampu mendongkrak produksi hasil bumi didua lintas Kabupaten.

Apalagi kedepan, jalan proso tersebut sudah beraspal, “Saya yakini, 3 tahun kedepan peradaban masyarakat Babo berubah, pertumbuhan ekonomi baru akan tumbuh dan berkembang didua wilayah Kabupaten berbeda,” kata Paimin yakin.

Selain itu, mempersingkat jarak, waktu tempuh, digambarkan kalau 7 tahun lalu, masyarakat Babo yang akan ke Kota Kualasimpang butuh waktu 2 sampai 3 jam diperjalanan, kalau tidak bergumul dengan debu pasti dengan lumpur.

“Kini, kita harus berterima kasih kepada pak Plt Gubernur Aceh, Nova. Berkat perjuangan beliau jalan tembus poros tengah program Aceh Hebat bisa dilaksanakan. Jangan pernah bosan perhatikan kami disini pak, Terima Kasih Pak Gubenur Aceh,” pungkas Paimin. [] ERWAN

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed