oleh

Keberatan Rekening Bank Dikonversi ke Syariah,. Laporkan ke Sini

Banda Aceh-Bagi nasabah yang merasa keberatan lantaran rekening bank dikonversi ke bank Syariah dan dialihkan ke area Provinsi lain, silahkan melapor.

Bahkan, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) telah membuka posko pengaduan konsumen perbankan untuk menampung keluhan dari masyarakat Aceh terkait perihal tersebut.

Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, dalam keterangan pers, Jum’at (25/09/2020), mengatakan pihaknya telah menunjuk Sahputra, SH sebagai penangung jawab posko.

“Kami membuka posko pengaduan kepada masyarakat Aceh yang merasa di rugikan dan keberata dengan konversi rekeningnya ke syariah dan pengalihan rekening ke area provinsi lain, sebagai penanggung jawab saya serahkan kepada Saputra,” ujarnya.

Dalam spanduk yang di bentangkan di depan kantor YARA di Jl Peulangi No 88 Kp.Keuramat, tertulis “Posko Pengaduan Konsemen Perbankan, bagi masyarakat Aceh yang keberatan rekeningnya di konversikan ke Bank Syariah dan merasa keberatan rekeningnya di alihkan ke area Provinsi lain dapat menyampaikan keluhan ke Posko Pengaduan.

Pengaduan juga bisa dialamatkan ke Tlp 0651-31289 atau Whatsapp 0811-184285 atau ke email yayasanadvokasirakyataceh@gmail.com.

Sebelumnya, kata Safaruddin, pihaknya juga telah menyurati Bank Indonesia Perwakilan Aceh dan OJK Aceh, intinya meminta agar langkah penutupan Bank konvensional di Aceh di hentikan.

Sebab, ia menilai selain tidak punya dasar hukum juga akan berimbas pada hak hukum masyarakat Aceh sebagai konsumen perbankan yang di lindungi oleh UU.

Dirinya juga menyarankan kepada DPRA dan Pemerintah Aceh agar melakukan akselarasi penguatan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh.

“Sehingga, LKS menjadi pilihan yang menguntungkan daripada LKS konvensiona,l dan ini biarkan masyarakat yang menentukan pilihannya berdasarkan kebutuhan,” kata Safar.

Penanggungjawab posko pengaduan, Sahputra, mengatakan, Bank tidak boleh memaksa nasabah untuk memindahkan rekeningnya ke bank syariah dan nasabah juga berhak menolak rekeningnya dikonversikan ke syariah.

Dikatakan, jika ada pemaksaan kepada nasabah, ini pelanggaran terhadap hak nasabah sebagai konsumen perbankan yang di lindungi oleh No 4 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Itu sebabnya, jika ada hal yang demikian, Putra meminta masyarakat meyampaikan pengaduan tersebut ke Posko pengaduan tersebut.

“Kami sudah banyak menerima keluhan dari warga Aceh yang merasa di paksa untuk mengkonversikan rekeingnya ke syariah, menurut kami ini melanggar hak nasabah sebagai konsumen, kami minta kepada Bank konvensional agar tidak menelpon nasabahnya untuk mengalihkan rekeningnya ke bank syariah dan kepada masyarakat Aceh dapat menolak untuk mengalihkan rekeingnya ke syariah,” sambungnya.

YARA juga membuka seluruh kantor Perwakilannya di Kabupaten Kota se- Aceh sebagai sarana pengaduan masyarakat, dan dapat menghubungi Kantor Perwakilan YARA di Aceh.

Kota Banda Aceh (Yuni Ekohariatnya atau Haji Embong). Pidie dan Pidie Jaya (Junaidi), Aceh Utara dan Lhokseumawe (Iskandar).

Aceh Timur (Indra Kusmeran),
Langsa (Abdul Muthalib),
Aceh Tamiang (Samsul Bahri), Aceh Jaya dan Aceh Barat (Hamdani).

Berikutnya, Nagan Raya dan Bireun (M Zubir), Aceh Barat Daya (Miswar), Subulussalam (Edi Saputra), Aceh Singkil (Kaya Alim), Simuelu (Ugek), Bener Meriah dan Takengon (Muzakir)
Gayo Lues dan Aceh Tenggara (M. Dahlan). []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed