oleh

Kisah Nelayan Aceh Terdampar ke Thailand, Ditangkap Lalu Bebas

Banda Aceh-Sejumlah nelayan asal Aceh bernasib naas. Mereka terdampar di perairan Thailand.dan ditangkap oleh Otoritas Thailand, karena memasuki daerah itu. Sementara enam nelayan remaja dipulangkan ke tanah air.

Mustafa, salah seorang nelayan remaja yang ikut dipulangkan dari Thailand, mengisahkan ihwal mereka memasuki perairan Thailand. Menurutnya bukan suatu hal kesengajaan, melainkan karena boat yang mereka pakai mengalami kerusakan pada bagian mesin.

Ia berkisah, selama tiga hari-tiga malam mereka terhanyut dibawa ombak hingga kemudian ditangkap. Setelah dibawa ke daratan, dia bersama teman-temannya dibariskan untuk difoto dan diperiksa identitas masing-masing.

Pihak otoritas Thailand memisahkan nelayan dewasa dengan nelayan yang masih berusia anak. Para nelayan dewasa ditahan di daerah Phuket Thailand.

“Karena dilihat kami masih di bawah umur maka kami dipisahkan dari orang dewasa. Orang dewasa di bawa ke Phuket, 25 hari kemudian di bawa ke sidang dan dipenjara 1 tahun,” ugkapnya.

Dalam masa pembinaan di Thailand, Mustafa bersama teman-temannya mengaku mendapat perlakuan yang cukup baik di sana. “Perlakuan orang Thailand kepada kami cukup baik, kami tidak mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan selama masa pembinaan,” kata remaja yang mengaku baru pertamakalinya melaut.

Dipulangkan

Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, saat menyambut kedatangan nelayan ramaja di ruang kerjanya, Sabtu 18 Juli 2020.

Kepala Dinas Sosial Aceh Drs Alhudri MM, mengatakan, enam nelayan remaja asal Aceh Utara dan Aceh Timur akan diantarkan pulang oleh Pemerintah Aceh melalui Dinas Sosial Aceh ke kampung halamannya sore ini, Sabtu 18 Juli 2020.

“Keenam nelayan remaja ini sudah kita terima dari Jakarta, nanti malam akan kita pulangkan ke kampung halamannya masing-masing,” kata Alhudri, saat menyambut kedatangan nelayan ramaja di ruang kerjanya, Sabtu 18 Juli 2020.

Nelayan remaja tersebut yaitu Mawardi (16 tahun) Ikbal (16 tahun), dan Abdul (16 tahun). Ketiganya di tangkap pada 10 Maret 2020 lalu, sementara Israkil (17 tahun), Hamdan (16 tahun), dan Mustafa (16 tahun) di tangkap pada 21 Januari 2020 lalu. Lima orang diantara mereka berasal dari Aceh Timur, satu diantaranya dari Aceh Utara.

“Pemulangan ini adalah hasil kerjasama semua pihak yang ikut memikirkan serta berupaya untuk mempercepat pemulangan. Baik itu dari eksekutif sendiri maupun legislatif, bahkan juga oleh tokoh masyarakat dan tokoh nelayan,” katanya.

Menurut dia, saat ini masih ada sejumlah nelayan Aceh yang masih ditahan di Thailand, kesemuanya sedang mengikuti masa hukuman setelah dihukum bersalah oleh pengadilan di Thailand.

Sementara ke 6 remaja ini dibebaskan setelah mengikuti prosedur pembinaan dari Pemerintah Thailand karena diketahui masih berusia di bawah umur.

“Untuk nelayan Aceh di sana tetap ada pendampingan dari pemerintah , tentunya dari KBRI kita yang ada di Thailand. Tapi kita tetap berdoa dan berupaya semoga ada pengampunan untuk pengurangan masa hukumanlah,” kata Alhudri.[]

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed