oleh

Kuliah Online, Mahasiswa Unsyiah, Aceh, Tak Diizinkan Pulang Kampung

banner 728x90

Banda Aceh-Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, ikut mengambil langkah preventif sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona.

Salah satunya melaksanakan pembelajaran daring, dan mahasiswa tidak diizinkan untuk kembali ke daerah asal masing-masing.

Kebijakan itu dikeluarkan berdasarkan surat edaran tentang protokol pelaksanaan kegiatan akademik, non-akademik, tenaga kependidikan, satuan tugas, dan pusat krisis (crisis center) dalam mencegah penyebaran COVID-19 di Unsyiah, Senin (16/3).

Surat Edaran bernomor: B/1491/UN11/KP.11.00/2020 itu ditandatangani oleh Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal, yang di dalamnya berisi beberapa keputusan yang bertujuan untuk mencegah, melindungi seluruh sivitas akademika, dan tenaga kependidikan Unsyiah, serta pihak eksternal yang berada dalam lingkungan Unsyiah.

Keputusan ini kita ambil untuk mencegah penyebaran virus corona, dan mulai berlaku selama dua minggu terhitung tanggal 17 sampai dengan 30 Maret 2020,” kata Rektor, dalam keterangan resminya.

Sesuai surat edaran tersebut, aktivitas perkuliahan tidak diliburkan, namun metode pelaksanaan tatap muka digantikan dengan metode lain, tanpa harus tatap muka. Seperti menggunakan fasilitas e-learning Unsyiah atau pemberian bahan ajar atau tugas via e-mail dan media sosial atau media daring lainnya.

Lalu praktikum atau aktivitas laboratorium lain ditunda pelaksanaannya atau dilaksanakan dalam bentuk lain yang relevan secara daring. Kegiatan akademik lain (seminar, konferensi, kuliah umum, kuliah lapangan, sidang akhir, pertukaran mahasiswa atau sejenisnya) pelaksanaannya ditunda lebih dahulu.

Begitu juga halnya dengan proses bimbingan tugas akhir seperti skripsi, tesis, dan disertasi dilaksanakan secara daring. Penyelenggaraan pendidikan kepaniteraan klinik dan pendidikan dokter spesialis pada Fakultas Kedokteraan, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Keperawatan akan diatur lebih lanjut oleh dekan masing-masing.

Kemudian layanan perpustakaan Unsyiah hanya tersedia melalui portal UILIS. Selain itu, pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan tidak dibenarkan melakukan perjalanan dinas ke luar kota atau ke luar negeri, kecuali untuk hal yang sangat penting dan mendesak.

Begitu pula mahasiswa, diimbau untuk tidak meninggalkan kota Banda Aceh atau kembali ke daerah asal, dan disarankan menghindari berada di tempat keramaian untuk waktu yang lama.

“Keputusan ini kita ambil karena kita semua berharap agar wabah virus corona ini bisa segera mereda, dan perkuliahan bisa aktif kembali,” ucap Rektor. []

(Sumber | KUMPARAN.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed