oleh

Langkah Siti Nurjanah ke Turki, Anak Petani Berprestasi Terkalang Biaya

SITI NURJANAH, begitu bersemangat dan memberanikan diri untuk mendaftarkan sebagai peserta seminar yang diselenggarakan secara daring oleh Internasional Delegated Of Educational Academic Society Istanbul-Turki.

Ditengah himpitan ekonomi keluarga ditambah kondisi kedua sang orang tua mulai menua, tidak menyurutkan niat Mahasiswi Universitas Samudera (Unsam) Langsa Semester VII Jurusan FKIP Geografi, mendaftarkan diri pada ajang yang diselenggarakan secara daring.

Siti Nurjanah berasal dari keluaraga petani. Ia merupakan anak ke tujuh bersaudara dari pasangan Safaruddin (62) dan Nila (62), warga Dusun Alur Pinang Kampug Sei Kuruk Dua, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Memiliki segudang prestasi, namun terbatas akan perekonomian, sehingga terbentur dengan biaya keberangkatannya pada September 2020 ini untuk mengikuti pembekalan seminar, guna mempermudah dia mendapatkan beasiswa Magister (S2) ke Kota Istanbul-Turki.

Dikantor Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Aceh Tamiang, Senin (31/08/2020), Siti Nurjanah, menceritakan ikhwal dirinya mendaftar sebagai peserta delegasi ke Turki yang diikuti oleh ribuan mahasiswa-mahasiswii di seluruh penjuru tanah air.

“Dengan modal Rp.100 ribu rupiah saya beranikan diri untuk mendaftar. Alhamdulillah saya dinyatakan lulus seleksi untuk mengikuti pembekalan seminar di Kota Istanbul-Turki,” katanya didampingi Ibunda tercintanya serta Ketua KTNA Aceh Tamiang D. Yogi, S.

Beberapa tahapan seleksi juga telah di dijalaninya, mulai tes toefl, kebangsaan, Tes penalaran dan tes lokgika yang juga digelar secara daring, telah mengantarkan dirinya lulus sebagai peserta oleh penyelenggara untuk mengikuti seminar di Negara Seribu Rasa itu.

“Dari sekian ribu peserta yang mengikuti seleksi, nama saya terpilih. Bahkan satu-satunya peserta yang lulus mewakili Provinsi Aceh,” sebutnya penuh haru.

Informasi dia peroleh, total peserta yang telah dinyatakan lulus oleh panitia penyelenggara dalam tahap seleksi pembekalan seminar secara online sebanyak 200 orang.¬† “Tiga orang peserta dibiayai sepenuhnya oleh penyelenggara, sedangkan 200 peserta lainnya di bantu 50 persen oleh penyelenggara,” jelasnya.

Tekad Siti Nurjanah mengikuti seminar tidak lain dan tidak bukan untuk memperoleh sertifikat dalam memudahkan mendapatkan beasiswa S2 ke Turki. Itu sebabnya, ia berharap agar impian dan cita-citanya itu dapat tercapai, kendatipun kondisi perekonomian keluarganya yang tidak mampu untuk membiayainya.

Ia menceritakan, bahwa penghasilan orang tuanya hanya mengharapkan hasil padi dari lahan sawah yang luasnya tak seberapa dan di pakai secara bergantian di keluarganya.

Siti Nurjanah menceritakan kondisi ayah dan ibunya sudah lemah dikarenakan usianya telah lanjut. Karena itu, Ia memohon dukungan banyak pihak, terutama Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang agar dapat kiranya membantu kesulitan yang sedang dihadapinya untuk meneruskan pendidikannya ke luar negeri.

“Biaya yang di butuhkan untuk mengikuti pembekalan seminar di Kota Istanbul tidak sedikit dan cukup besar, yaitu mencapai sebesar Rp.36 juta. Sejauh ini panitia penyelenggara telah membantu 50 persen dari besaran biaya tersebut atau sebesar Rp.18 juta untuk para peserta yang telah dinyatakan lulus seleksi,” ujar Nurjanah.

Menurutnya, batas waktu keberangkatan ke Kota Istanbul telah ditentukan dan dapat dihitung beberapa hari kedepan, jika ini gagal maka putus sudah harapannya untuk mencapai cita-citanya mendapatkan beasiswa S2 ke Turki.

“Saya juga sudah dihubungi pihak Idea School Indonesia, untuk mengkonfirmasi kesediaan mengikuti seminar pembekalan ke Turki, namun ketika saya tidak mampu, maka nama saya akan gantikan oleh orang lain,” sebutnya dengan nada sedih.

Kepada panitia penyelenggara ia meminta agar diberikan waktu selama tiga hari kedepan untuk berpikir dan berdiskusi bersama keluarga atau orang-orang terdekatnya.

“Oleh karena itu, saya bersama Ibunda mengadukan hal kepada Ketua KTNA Aceh Tamiang, solusi terbaik, agar cita-cita ini dapat tercapai untuk mengikuti seminar pembekalan beasiswa S2 di kota Istanbul,” sebutnya yang berlinang air mata.

Ketua KTNA Aceh Tamiang, D’ Yogi. S mengatakan, pihaknya akan berusaha membantu agar Siti Nurjanah bisa berangkat mengikuti seminar di Turki, apalagi keinginannya bisa kuliah S2 di Turki serta dalam seleksi sebagai peserta seminar satu-satunya terpilih dari Aceh.

“Kita akan coba mencarikan solusi terhadap kekurangan biaya bagi Siti Nurjanah, agar bisa mengikuti seminar di Turki,” sebut Yogi seraya berharap juga adanya dukungan dari Bupati Aceh Tamiang dan pihak lainnya, karena ini bahagian dari dukungan pendidikan bagi generasi Aceh Tamiang yang hebat. [] ERWAN

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed