oleh

Langsa Juarai Debat Bahasa Inggris

banner 728x90

Laporan | Kontributor Banda Aceh

Banda Aceh-Usai sudah seleksi debat Bahasa Inggris SMK Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2020. Hasilnya, tiga pelajar sekolah kejuruan dari Kota Langsa berhasil merebut juara I.

Seleksi debat Bahasa Inggris SMK Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2020 ditutup langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA, Sabtu (07/03/2020), di Hotel Madinatul Zahra, Aceh Besar.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA, saat melakukan pengalungan medali kepada pemenang debat Bahasa Inggris SMK Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2020, di Banda Aceh.

Ketiga sang juara I tersebut masing-masing Nora Azura (SMKN 6 Langsa), Rizka Marshanda (SMKN 1 Langsa) dan Fitri Anggun Dersila (SMKN 3 Langsa).

Juara II diraih pelajar SMK dari Bener Meriah. Mereka adalah Nadia Gustiana, Ayu Lestari Ningsih (SMKN 4 ) dan Desti Putri Meysinta (SMKN 2).

Juara III diperoleh pelajar SMK dari Kabupaten Aceh Tengah. Mereka yaitu Hamdi Rizal, Afni Oktarita dan Hilma Nabila. Ketiganya merupakan pelajar SMKN 1 Takengon, Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. H. Rachmat Fitri HD, MPA, mengatakan, bahasa inggris adalah salah satu bahasa asing yang paling banyak digunakan di dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

“Banyak lowongan pekerjaan disajikan dalam bahasa inggris, hingga wawancara pun dapat dilakukan dengan bahasa inggris. Hal ini menandakan bahwa 80 persen keberhasilan berbahasa inggris merupakan karena skill (kemampuan) dan hanya 20 persen merupakan ilmu atau aturan (tenses),” ujarnya.

Menurutnya, saat ini ada 400 juta penutur asli dan ada 2 Miliar orang mempelajarinya sebagai bahasa kedua. Ini menunjukkan bahwa ada 2.4 milyar penduduk dunia menggunakan bahasa inggris tidak terkecuali Negara kita Indonesia.

“Nah, itu sebabnya kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting untuk dikuasai oleh setiap siswa-siswi di sekolah, khususnya siswa SMK sederajat, karena bahasa inggris merupakan bahasa Internasional,” katanya.

Ia mengatakan, debat Bahasa Inggris yang dilakukan ini merupakan salah satu wujud nyata dalam meningkatkan kompetensi siswa. Juga dalam menumbuhkembangkan budaya positif, memiliki keunggulan kecerdasan, keunggulan mental, keunggulan motivasi untuk selalu menjadi yang terbaik.

“Sehingga seleksi ini dapat dijadikan sebagai wahana yang dapat memberikan peluang kepada para peserta untuk dapat berinteraksi dengan penuh rasa percaya diri dan sebagai sarana penyampaian komunikasi secara lisan maupun tertulis dengan baik,” tuturnya.

Ia menyampaikan, kegiatan yang telah diikuti ini hendaknya menjadi tolak ukur keberhasilan pelajar SMK. Kadisdik Aceh ini juga berpesan agar siswa-siswi angan pernah merasa puas dan sombong, serta sulit menerima pendapat orang lain.

“Jadilah generasi muda masa depan Aceh yang Islami, cerdas, kritis, santun dan berakhlakul karimah yang baik sesuai dengan tuntunan yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW,” pesannya.

Kepada yang terpilih sebagai juara untuk tidak berbesar hati, pertahankan prestasi yang sudah ada demi menggapai segudang prestasi lainnya.

“Teruslah memperdalam bahasa melalui literasi, karena hanya dengan mebaca dan belajar akan menambah ilmu pengetahuan dan wawasan.
Sementara bagi yang belum terpilih sebagai juara jangan berkecil hati teruslah belajar demi menggapai cita-cita, ketidak berhasilan kalian hari ini bukanlah penghalang menuju kesuksesan karena tidak ada kata terlambat dalam mencari ilmu,” tambahnya.

Sebelumnya, Muhammad Ridho, S.Pd, MSP, atasnama panitia dalam laporannya mengatakan debat Bahasa Inggris SMK diikuti 66 orang peserta dan pendamping 22 orang yang berasal dari Kabupaten/Kota.

“Kegiatan ini telah menghasilkan juara I, II, III, Harapan I, Harapan II dan Harapan III. Kepada seluruh pemenang akan diberikan hadiah berupa Piagam Penghargaan, medali dan uang pembinaan,” katanya.

Ia menyebutkan, Juara I (3 org) diberikan uang pembinaan sebesar Rp 15.000.000, Juara II (3 Org) Rp. 12.000.000, Juara III (3 Org) Rp. 9.000.000, Harapan I (3 Org) Rp. 6.000.000, Harapan II (3 Org) Rp. 4.500.000. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed