oleh

Lansia Mualaf Meninggal Dunia di RSUZA Banda Aceh

Banda Aceh-Innalillahi Wa Innailaihi Raji’un. Kabar duka menyelimuti umat muslim, termasuk warga yang menetap di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang (RSGS) Dinas Sosial Aceh.

Seorang Lanjut Usia (Lansia) yang juga Mualaf asal Kabupaten Aceh Tamiang, Eldo Rado (68), Kamis (05/03/2020) dini hari menghirup nafas terakhir di RSUZA, Banda Aceh, setelah penyakit yang dideritanya tidak dapat disembuhkan.

Belakangan, Almarhum sempat sembuh dari penyakit yang menimpa dirinya dan kembali beraktivitas layaknya warga lainnya di UPTD Rumoh Seujahtera Geunaseh Sayang (RSGS).

Namun, Allah SWT berkehendak lain. Kamis dinihari hari itu menjadi saat-saat terakhir bagi Mualaf asal Kabupaten Aceh Tamiang ini, setelah nyawanya tak dapat tertolong lagi.

Wakil Ketua TP PKK Aceh Ibu Dyah Erti Idawati, didampingi oleh ketua Dharma Wanita (DW) Dinas Sosial Aceh Malawani dan kepala Panti RSGS, menghadiri proses terminasi akhir (pemakaman-red) Eldo Rado (68), yang dilakukan di komplek pemakaman milik panti RSGS, Kamis 5 Maret 2020. (FOTO | IST)

Mendapat kabar adanya salah satu Mualaf Lansia yang meninggal dunia, Tim Penggerak PKK Aceh yang di pimpin Wakil Ketua TP PKK Aceh, Dyah Erti Idawati didampingi ketua Dharma Wanita (DW) Dinas Sosial Aceh Malawani dan kepala Panti RSGS melayat ke panti dan juga sebebelumnya menghadiri langsung proses terminasi akhir (pemakaman-red) yang dilakukan di komplek pemakaman milik panti RSGS, Kamis 5 Maret 2020.

Usai prosesi pemakaman, acara tausiah dilanjutkan di aula Panti RSGS, dalam kesempatan tersebut istri Plt Gubernur Aceh dalam sambutannya mengatakan, tidak satupun manusia yang mengetahui kapan berakhir janjinya hidup didunia, oleh sebab itu ia mengajak untuk terus berbuat kebaikan dan menjalankan  semua perintah sesuai anjuran agama islam.

“Mari sama-sama kita lakukan kebaikan untuk umat, disamping kita jalankan semua kewajiban kita sebagai manusia yang diciptakan oleh Allah SWT,” katanya.

Wakil Ketua TP PKK Aceh, turut menyerahkan sejumlah santunan bagi penghuni rumah sejahtera berupa perangkat alat shalat. Usai penyerahan santunan, Dyah beserta rombongan TP PKK Aceh meninjau kondisi  kamar para lansia yang bernaung di Rumoh Seujahtra

Kepergian Eldo Rado (68) menghadap sang khaliq, menambah daftar Lansia yang meninggal pada Januari-Maret Tahun 2020 ini yang berjumlah lima orang.

Sebelum Eldo, lansia asal Pidie bernama Ismail, kemudian Aisyah asal Banda Aceh, Ahmad Buntot asal sabang, selanjutnya Lansia Usman asal Aceh Aceh Barat juga meninggal dunia dan telah mendapatkan perawatan tipe Long Therm Care sebelumnya dan pendampingan dari UPTD RSGS, semua lansia yang meninggal dunia dimakamkan dikomplek pemakaman milik UPTD RSGS di kawasan Gampong Lamlumpang, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

“Ke lima Lansia ini semuanya terlantar, kemudian kita terima di RSGS untuk kita rawat agar bisa hidup layak bersama dengan lansia lainnya, dan Pemulasaraan ataupun terminasi akhir (pemakaman) Lansia merupakan tugas pokok dan fungsi rutin yang kami lakukan di Panti Lansia,” ujar kepala Dinas Sosial Aceh melalui kepala UPTD RSGS Intan Melya, Minggu 8 Maret 2020.

Pemerintah Aceh, lanjutnya, melalui Dinas Sosial yang kemudian ditindaklanjuti oleh panti RSGS telah melaksanakan amanat Permensos RI nomor 5 Tahun 2018 tentang standar nasional Rehabilitasi  lanjut usia dengan baik.

“Disinilah kami selaku penyelenggara pemerintah wajib memastikan kehadiran pemerintah ditengah masyarakat, tanpa membedakan. Kemudian tentunya yang memenuhi syarat semua kami layani guna mendapatkan pelayanan dasar sehingga dapat meningkatkan harapan hidup dan keberfungsian sosialnya bagi Lansia yang sedang kami rawat,” sambungnya. []

(Editor | Redaksi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed