oleh

LSM: Pemprov Aceh Pernah Rugi Gara-gara Beli Pesawat!

banner 728x90

Banda Aceh-LSM Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh memesan 4 unit pesawat Nurtanio (N219) produksi PT Dirgantara Indonesia (DI). Tanah Rencong punya pengalaman buruk dalam hal pembelian burung besi.

Koordinator MaTA, Alfian, mengatakan pengadaan pesawat tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan kesejahteraan rakyat Aceh, melainkan hanya kebutuhan elite. Aceh pernah mengalami pengalaman buruk serta keuangan Serambi Mekah mengalami kerugian dalam kebijakan pengadaan pesawat sebelumnya.

Pesawat yang dibeli dulu adalah Selawah NAD, pesawat NAA di Aceh Utara, dan pengadaan helikopter MI-2. Dana untuk pengadaan helikopter MI-2 ini dikorupsi oleh Gubernur Aceh kala itu.

“Pada saat itu narasi yang mereka bangun juga untuk kelancaran ekonomi rakyat dan memudahkan akses untuk daerah yang jauh. Faktanya tidak jalan dan keuangan daerah habis dengan sia-sia,” kata Alfian kepada wartawan, Rabu (11/12/2019).

Alfian menyebutkan Pemerintah Aceh saat ini memiliki 4 unit pesawat yang parkir di hanggar Lanud Sultan Iskandar Muda. Burung besi tersebut adalah hibah dari Yayasan Leuser Internasional (YLI). Pada 2018, Pemprov mengalokasikan anggaran Rp 1,5 miliar untuk perawatan tiga unit pesawat.

“Pertanyaannya, kenapa pesawat tersebut tidak difungsikan. Padahal kalau skema anggaran lebih hemat,” jelas Alfian.

“Kebijakan pengadaan pesawat tersebut wajib melalui proses persetujuan DPR Aceh. MaTA meminta DPR Aceh untuk menolak terhadap anggaran tersebut demi rasa keadilan terhadap rakyat Aceh saat ini,” sambungnya.

Menurut Alfian, masyarakat Aceh memiliki harapan besar kepada DPRA untuk tidak menyetujui pengadaan pesawat tersebut. Apabila DPRA menyetujuinya, jelasnya, patut diduga pengadaan pesawat tersebut jelas hanya kebutuhan para elite politik dan kekuasaan.

“MaTA mengajak semua masyarakat Aceh untuk bersatu dan menolak secara tegas terhadap pengadaan pesawat tersebut. Pemerintah Aceh baiknya fokus pada percepatan pemberantasan kemiskinan yang sudah sangat mendesak sekarang ini,” ujar Alfian. []

(Sumber | DETIK.COM)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed