oleh

Masih Pandemi, Kelompok Usaha Mandiri di Aceh Tamiang Terima Bantuan Mesin Jahit

Aceh Tamiang-Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), yang berdampak hingga ke sektor pertumbuhan perekonomian masyarakat harus benar-benar teratasi.

Itu sebabnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tamiang melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi setempat menyalurkan bantuan keuangan bersifat khusus untuk penanganan COVID-19 berupa mesin dan peralatan olahan pangan Tahun 2020.

Bantuan yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Tamiang H Mursil tersebut berlangsung di halaman kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi setempat, Rabu, 29 Desember 2020 dengan jenis bantuan berupa 20 Mesin Jahit, 10 Mesin Obras dan 1 set perlengkapan untuk setiap kelompok.

Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil, dalam arahannya menyampaikan, agar bantuan peralatan mesin jahi ini dapat di pergunakan semaksimal mungkin guna untuk meningkatkan produktivitas bidang usahanya masing-masing.

Ia mengatakan, Kelompok Usaha Mandiri ini harus terus di bina dan di pantau hingga ke tingkat pemasarannya melalui media sosial maupun media online.

“Pergunakanlah bantuan ini semaksimal mungkin, bantuan pemerintah tidak boleh di perjual belikan. Pada 2021 mendatang akan fokus terhadap kegiatan pelatihan jahit bordir,” katanya lagi.

Kadisnakertrans Aceh Tamiang, Muhammad Zein menyampaikan, penyerahan bantuan kepada 10 kelompok usaha mandiri berjumlah 30 orang berupa mesin jahit dan perlengkapannya bertujuan untuk membantu usaha ekonomi masyarakat kecil agar tetap dapat menjalankan usahanya ditengah tengah pandemi COVID-19.

Kemudian untuk mempertahankan keberlangsungan usaha masyarakat agar tidak berimbas sebagai akibat wabah COVID-19. Serta sebagai bagian dari pelaksanaan program pemerintah dalam bentuk pemulihan ekonomi nasional.

Ia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan peraturan Bupati Aceh Tamiang Nomor 35 tahun 2020 tentang penjabaran perubahan anggaran pendapatan dan belanja Kabupaten Aceh Tamiang Tahun Anggaran 2020.

Kelompok usaha mandiri yang dilaksanakan dan dibina oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi adalah kelompok usaha yang dijalankan sebagai bagian dari program.

“10 kelompok yang menerima bantuan ini awalnya sudah dibekali dengan pelatihan keterampilan baik di Semarang, Banda Aceh dan terakhir di SMK Negeri 3 Aceh Tamiang. Awalnya para kelompok penerima bantuan ini merupakan para pengangguran yang dilatih sesuai dengan minat dan diarahkan untuk usaha mandiri dan akhir nya menjadi menjadi tenaga produktif,” tambahnya.

Berikut nama-nama kelompok usaha yang menerima bantuan, yakni Kelompok Bintang Taylor Kampung Bukit Tempurung, Kelompok Rumah Jahit Bersama Kampung Sungai Liput, Kelompok Rizki Taylor BTN Kampung Tupah, Kelompok Ustazah Taylor Kampung Dalam, Kelompok Rembulan Taylor Kampung Johar.

Selanjutnya, Kelompok Kejora Taylor Kampung Dalam, Kelompok Menjahit Rumah Usaha Kampung Tanjung Genteng, Kelompok Berkah Taylor Kampung Kota Lintang, Kelompok Despro Tamiang Kampung Tupah dan Kelompok Fatimah Style Kampung Medang Ara. []

(Editor     | Redaksi)
(Laporan | Erwan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed