oleh

Membaca Al-Qur’an Dapat Sembuhkan Penyakit

Banda Aceh-Banyak keutamaan membaca Al-Qur’an, mulai mendapatkan ketenangan dan ketentraman. Dengan membaca Al-Qur’an juga mendapatkan syafaat pada hari kiamat, terbebas dari aduan Rasulullah SAW pada hari Kiamat hingga dapat menyembuhkan penyakit.

Hal itu disampaikan Ustad DR Fauzi Saleh MA mengisi kajian dialog dakwah Ramadhan dengan materi ‘Keutamaan Membaca Al-Qur’an’.Kajian dialog ini digelar, Rabu, 30 Mei 2018, di aula lantai IV, Gedung Mawardy Nurdin, Balaikota Banda Aceh.

Ratusan jamaah dari kalangan PNS Kota Banda Aceh memenuhi aula tempat kajian dialog dakwah berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Ustad Fauzi Saleh mengajak para jamaah lebih banyak membaca Al-Qura’an karena memiliki banyak keutamaan.Al-Qur’an, katanya merupakan jamuan Allah SWT diatas muka bumi yang merupakan makanan rohani bagi umat Islam.

“Al-Qur’an ini jamuan Allah SWT dimuka bumi. Ia makanan rohani kita, semakin banyak kita Konsumsi maka semakin bagus. Banyak membaca Al-Quran tidak akan over dosis layaknya kita konsumsi makanan Jasmani. Kalau makanan jasmani terlalu banyak kita makan akan menjadi penyakit,” ujar Ustad Fauzi Saleh.

Ustad Fauzi Saleh juga menyampaikan bahwa membaca Al-Qur’an akan membawa banyak kebaikan dalam hidup. Satu huruf saja yang dibaca maka akan membawa 10 kebaikan.

“Apalagi kita baca dengan pelan, dengan merdu. Kita bisa menikmati, setiap hurufnya akan membawa pahala dan kebaikan,” ungkapnya.

Keutamaan lainnya, kata Ustad Fauzi Saleh, Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang selalu membaca Al-Qur’an, mempelajari isi kandungannya dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Karenanya, Dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini mengajak seluruh jamaah memperbanyak membaca Alquran.”Luangkan waktu kita yang Allah berikan untuk memperdalam ajarannya. Jangan disia-siakan, karena Alquran akan mengantarkan kemudahan kita ketika menghadap Allah SWT,” ajaknya.

Pada sesi dialog yang dipandu Ustad Zul Arafah, Ustad Fauzi Saleh juga memberikan banyak pencerahan dengan menjawab sejumlah pertanyaan jamaah. Ustad Fauzi juga menjelaskan suara wanita baliq yang mengumandangkan ayat suci Al-Quran di depan khalayak seperti MTQ tidak bisa serta merta dikatagorikan mengumbar aurat.

“Aurat identik dengan jasad secara fiqih. Secara filosofis aurat bisa mendatangkan malu. Suara wanita saat mengumandangkan ayat suci Al-Quran tidak mengundang malu karena tidak mengundang syahwat. Saya tidak menemukan hadist dimana membaca Al-Qura’an oleh wanita adalah aurat. Intinya, posisinya sejauh mana suara itu mendatangkan syahwat,” jelasnya.[]

(Editor | M. Zairin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed