oleh

Memberantas Narkoba Melalui Guru

banner 728x90

Fenomena perkembangan perdagangan, penyalahgunaan narkotika sangat dahsyat. Bahkan barang haram tersebut merasuk ke berbagai lini yang tidak mengenal usia, termasuk dunia pendidikan.

Itu sebabnya, Dinas Pendidikan Aceh sebagai SKPA yang membidangi pendidikan begitu memusuhi Narkoba. Memberantas Narkoba melalui guru di sekolah dinilai sebagai salah satu cara ampuh.

Pemerintah Aceh sangat konsen memberantas narkoba terutama dikalangan pelajar. Itu sebabnya, Dinas Pendidikan Aceh meminta para guru berperan aktif mengajak siswa dan siswi agar memberantas narkoba sampai ke akar-akranya.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, saat membuka Training Of Trainer (ToT) Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Pembekalan Siswa Anti Narkoba di Banda Aceh baru-baru ini mengajak peserta didiknya di masing-masing sekolah untuk melawan dan memerangi Narkoba.

“Banyak para orangtua menjadi khawatir terhadap ancaman terhadap kemungkinan buah hatinya terpapar narkoba. Fenomena ini, dengan mudah dapat di deteksi semakin cenderungnya para orang tua berusaha memilih lingkungan yang relatif kondusif dan adanya kegiatan penanaman nilai-nilai keagamaan lebih baik, harapannya putra-putri mereka dapat terproteksi dari pengaruh barang haram tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, salah satu hal sangat dikhawatir dari barang haram tersebut adalah hancurnya akhlak yang sekaligus akan menghilangkan harapan masa depan generasi bangsa di Tanah Rencong.

Menurutnya semakin banyak generasi muda yang terpapar narkoba, maka semakin besar pula menimbulkan konsekwensi terhadap melunturnya semangat kebangsaan dan kekuatan serta keunggulan bangsa yang kita cintai ini dimasa yang akan datang.

Pihaknya menyambut baik terkait kegiatan Training Of Trainer (ToT) Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Pembekalan Siswa Anti Narkoba. Kegiatan ini, katanya harus dimaknai sebagai sebuah ikhtiar manusiawi yang tetap perlu bertumpu kepada keridhaan Ilahi Rabbi.

“Kita memerlukan kekuatan untuk mewujutkan kebaikan dan kedamaian di dunia ini. Melalui kegiatan ini kita berharap kemampuan dunia pendidikan semakin baik dalam berkontribusi untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman bahaya narkoba,” tutur Rachmat Fitri.

Dirinya menyebutkan, pendidikan adalah sebuah proses untuk melahirkan pandangan yang objektiktif sehingga dapat membentuk sikap positif dari personil setiap warga sekolah.

“Sehingga semakin besar kemungkinan melahirkan tindakan-tindakan yang dapat menolak keterlibatannya dalam pengunaan bahan-bahan narkotika tersebut,” sebutnya.

Menurutnya, proses internalisasi menjadi kunci keberhasilan dalam pendidikan. Oleh karena itu nilai-nilai kebudayaan, keagamaan dan kebangsaan harus mampu diramu menjadi resep yang ambuh dalam mendidik karakter yang harus melekat dalam kepribadian siswa.

“Inilah yang akan menjadi perisai diri dari setiap siswa dan akan diekpresikan dalam ungkapan TIDAK UNTUK NARKOTIKA, YA UNTUK PRESTASI,” tutur Kadisdik Aceh ini.

Melalui pendidikan akan mampu menghadirkan karakter tertentu melalui pembiasaan dan akan menjadi perilaku. Dalam pendidikan selalu ada model yang akan menjadi panduan.

Itu sebabnya, ia mengajak semua pihak dengan kewenangan masing-masing untuk menjaga dan mengawal prilaku diri, keluarga, jajaran agar menjadi tauladan yang utuh bagi siswa-siswa yang sedang tumbuh berkembang.

“Jadilah atap untuk memayungi, jadilah pagar untuk memagari, jadilah pemimpin untuk diteladani dan jadilah sabuk sebagai pengikat setiap anak negeri. Semoga negeri kita semakin makmur dan sejahtera seperti yang dimpikan oleh pendiri negeri ini,” harap Rachmat Fitri HD. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed