oleh

Menggagas Pemerataan Beasiswa untuk Pendidikan yang Merata

Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, menggagas agar pada Tahun 2020 nanti, seluruh anak Aceh yang sedang mengenyam pendidikan mendapat beasiswa secara merata. Ini dilakukan untuk mewujudkan pendidikan yang merata di Provinsi paling Barat Indonesia.

Sebagai Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), BPSDM jelas bertekat ingin menghadirkan keadilan penyaluran beasiswa bagi seluruh putra-putri di Aceh.

Komitmen itupun masih dipegang teguh oleh Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd bersama jajarannya. Itu sebabnya, berbagai program kerja terus dirancang guna mengimplementasikan program tersebut.

“Saya punya ide di tahun 2020 mendatang, ingin memberikan pemerataan beasiswa bagi seluruh anak Aceh dengan cara menyerahkan kuota bagi seluruh KIabupaten/Kota supaya adil,” ujar Syaridin.
Gagasan ini diungkapkan Syaridin, pada pembukaan Fokus Group Discussion membahas susunan road map beasiswa Pemerintah Aceh di Hermes Hotel, Senin (18/11/2019).

Syadirin mengusulkan dengan anggaran yang tersedia, pihaknya akan membagi kuota bagi anak-anak SMA sederajad pada 23 Kabupaten/Kota di Aceh. Namun, semua proses rekrutmen harus dilakukan oleh BPSDM Aceh dengan melibatkan tim independen.

“Kita akan bentuk tim dari Provinsi yang turun ke daerah (Kabupaten/Kota agar mereka yang benar-benar berhak mendapatkannya,” ujar Syaridin, S.Pd, M.Pd.

Menurut Syaridin, preses rekrutmen juga harus dilakukan tepat waktu. Sehingga, ketika Perguruan Tinggi membuka pendaftaran, BPSDM Aceh tinggal mengirim saja pesertanya.

Kepala BPSDM Aceh, Syaridin, S.Pd, M.Pd

Syaridin menjelaskan bahwa BPSDM Aceh lahir berdasarkan Pergub 28 tahun 2019 mempunyai tugas dan tanggungjawabnya tentang penyaluran beasiswa yang merata bagi seluruh rakyat Aceh.

Dia mengatakan besarnya tanggungjawab Pemerintah Aceh dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dapat diwujudkan melalui penyediaan program beasiswa. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan setiap warga negara, untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas pada Perguruan Tinggi terbaik.

Semakin baik tingkat pengetahuan dan keterampilan putra-putri Aceh, maka semakin tinggi pula daya saing mereka dalam berperan menyelesaikan segala permasalahan kehidupan, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, masyarakat hingga bangsanya.

“Beasiswa merupakan salah satu bentuk investasi dan terobosan untuk memutus rantai kemiskinan serta untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, khususnya untuk mewujudkan Aceh Hebat sebagaimana visi dan misi Pemerintah Aceh saat ini,” harapnya.

Investasi pembangunan sumber daya manusia melalui penyediaan beasiswa, harus dapat betul-betul fokus, tepat dan terarah. Begitupun pengelolaan beasiswa ini untuk mencapai tujuannya tidaklah mudah.

Fokus Group Discussion membahas susunan road map beasiswa Pemerintah Aceh di Hermes Hotel, Senin (18/11/2019)

Dibutuhkan sebuah road map, yang akan menunjukkan arah, mewujudkan bentuk program beasiswa yang tepat, hingga menentukan cara mendayagunakan para alumni penerima beasiswa dalam pembangunan di Aceh.

“Kehadiran para peserta FGD sangat penting guna menghasilkan dokumen perencanaan yang komprehensif dan berdasarkan pada bukti (evidence-based). Oleh karena itu, “partisipasi” adalah kata kunci yang sangat berharga untuk diwujudkan oleh seluruh peserta yang telah hadir pada forum diskusi ini,” harap Syaridin.

Syaridin menjelaskan bahwa BPSDM Aceh selalu membuka diri untuk menerima masukan, kritik serta upaya kolaborasi, dalam mengelola beasiswa bagi putra-putri Aceh untuk memperoleh pendidikan di universitas terbaik di dalam maupun luar negeri.

“Kami mengharapkan kepada semua peserta yang telah hadir, agar dapat menyalurkan pendapatnya secara aktif pada forum diskusi ini. Sehingga kegiatan ini dapatmenguatkan semangat dan kinerja kami dalam membangun sumber daya manusia Aceh. Semoga kerja keras kita dalam mewujudkan Aceh Carong, dapat sesegera mungkin tercapai,” harap Syaridin.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kerjasama BPSDM Aceh, Husnul Maab, S.Pd, M.Pd.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Kerjasama BPSDM Aceh, Husnul Maab, S.Pd, M.Pd mengatakan BPSDM Aceh lahir dan dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 103 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja-nya memiliki dua tujuan utama, yaitu mengembangkan kompetensi melalui pelatihan; dan meningkatkan kualifikasi pendidikan melalui pemberian beasiswa.

Adapun kedua tujuan utama ini juga mempunyai kelompok sasaran yang tidak hanya berfokus pada pengembangan sumber daya aparatur di lingkungan Pemerintah Aceh.

Akan tetapi juga kepada sumber daya non-aparatur, yaitu masyarakat Aceh, yang secara langsung atau tidak langsung mendukung pelaksanaan pembangunan di Provinsi Aceh.

Sehingga, BPSDM Aceh merupakan organisasi perangkat daerah yang bertanggung jawab terhadap peningkatan kualitas dan daya saing SDM Aceh, khususnya melalui pemberian beasiswa pendidikan di perguruan tinggi terbaik di dalam maupun luar negeri.

“Selama lebih dari satu dekade, Pemerintah Aceh telah melaksanakan pemberian beasiswa kepada masyarakat Aceh, kepada lebih dari 5.000 penerima,dan dengan biaya total melebihi 1 triliun rupiah,” ungkap Hasnul Maap selaku ketua penyelenggara.

Menurut Hasnul Maab, pengelolaan beasiswa juga telah mengalami perkembangan, yaitu melalui Komisi Beasiswa Aceh (KBA), Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh dan terakhir pada BPSDM Aceh, sebagai salah satu SKPA unsur penunjang dalam mewujudkan visi dan misi Pemerintah Aceh khususnya program unggulan Aceh Carong.

Selain itu, pengelolaan beasiswa Pemerintah Aceh tidaklah mudah. Untuk mengatur pelaksanaan pemberian beasiswa agar sesuai dengan tujuannya dan dikarenakan tingginya tingkat kompleksitas kebutuhan beasiswa di masyarakat Aceh, maka pada 6 (enam) bulan yang lalu, atau tepatnya bulan April Tahun ini telah ditetapkan Peraturan Gubernur Aceh Nomor 28 Tahun 2019 tentang Beasiswa Pemerintah Aceh.

Melalui Peraturan Gubernur ini telah diatur tentang berbagai jenis dan penerima beasiswa, persyaratan penerimanya, mekanisme seleksi, dan hal-hal lain yang harus dipedomani dalam menyalurkan Beasiswa Pemerintah Aceh, yang merupakan salah satu bentuk investasi uang rakyat Aceh.

Sehingga peraturan ini wajib dilaksanakan oleh seluruh pihak, guna mencapai tujuannya yaitu meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang handal dalam rangka mendukung pelaksanaan pembangunan di Aceh.

Oleh karena itu, untuk menjamin agar dampak jangka panjang dari Beasiswa Pemerintah Aceh dapat mendukung pembangunan di Aceh, maka dipandang perlu untuk menentukan sebuah Road Map atau Peta Jalan, yang secara praktikal dapat memuat target tahunan yang ingin dicapai selama 10 (sepuluh) tahun.

Maka melalui metode Focus Group Discussion, BPSDM Aceh membuka diri dalam menerima masukan dari seluruh pihak yang terkait dan telah hadir pada hari ini, guna menyusun dokumen perencanaan yang disebut Road Map Beasiswa Pemerintah Aceh.

Adapun berbagai pendapat dan kritikan yang akan dihimpun nantinya merupakan fondasi pihaknya dalam mengembangkan terobosan program beasiswa yang berbasis pada kebutuhan nyata dan berorientasi pada hasil.

“Untuk itu maka para peserta Focus Group Discussion pada hari ini secara garis besar terdiri dari unsur pemangku kepentingan pada level Provinsi yaitu Satuan Kerja Perangkat Aceh terkait, unsur perencanaan dari setiap daerah yaitu Bappeda Kabupaten/Kota, unsur Perguruan Tinggi baik Negeri dan Swasta di Aceh, unsur lembaga/institusi serta asosisasi alumni penerima beasiswa lainnya,” harapnya.

Focus Group Discussion BPSDM Aceh mengambil tema “Penyusunan Road Map Beasiswa Pemerintah Aceh”. Dihadiri oleh sejumlah Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA), para Rektor Universitas negeri dan swasta di Aceh, dan alumni dan penerima beasiswa Pemerintah Aceh serta stakeholder terkait. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed