oleh

Menggembleng Budaya BEREH di Sekolah Menuju Aceh Hebat

GAUNG budaya Bersih, Rapi, Indah dan Hijau (BEREH) sudah mulai menggema di seantero Aceh. Program yang telah berhasil dilaksanakan di tingkat SKPA di Aceh hendaknya juga dapat diterapkan di tempat publik, Mesjid dan Meunasah, Sekolah-Sekolah serta perkantoran di seluruh Aceh.

Di lingkup pendidikan misalnya, budaya BEREH di sekolah tidak mebutuhkan biaya dan cukup dengan kepedulian dan kebersamaan, sifat gotong royong yang merupakan peninggalan indatu sudah mulai luntur di lingkungan sekolah.

Budaya Bersih, Rapi, Indah dan Hijau (BEREH) yang di galakkan Pemerintah Aceh ini sungguh sangat diperlukan, mengingat program ini merupakan sebuah kampanye bagi sekolah-sekolah di Kabupaten/Kota dalam mewujudkan sekolah yang bersih dan sehat.

Dampak lainnya dari program dimaksud adalah menjadi salah satu indikator dalam upaya meraih Adipura bagi Pemerintah Aceh. Pembudayaan hidup bersih, rapi, indah dan hijau di sekolah, merupakan bagian dari penumbuhan nilai-nilai budi pekerti luhur.

Dengan membiasakan menjaga kebersihan yang dimulai dari sekolah, ini dampaknya akan luar biasa bagi generasi Aceh Hebat yang tak lain adalah program unggulan Pemerintah Aceh 2017-2022.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, saat meninjau realisasi program BEREH di salah satu SMA di Kota Langsa.

Dimana, jika saja di jaga lingkungan sekitar tetap bersih dan sehat hingga tumbuh dewasa, maka akan terwujudnya Aceh Hebat untuk pemerintahan yang bersih, adil dan melayani.

Lingkungan sekolah bersih bukan hanya kelas, halaman sekolah, ruang kepala sekolah, dewan guru saja, juga menjadi perhatian penting adalah kebersihan toilet sekolah.

Dalam sebuah lawatan ke daerah, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, menemukan masih ada sekolah yang belum memberikan perhatian penuh terhadap toilet.

Perlu di akui, pendidikan hal yang esensial dalam hidup, pendidikan pula yang telah dan akan terus membentuk karakter serta pemikiran bangsa. Nah, untuk meningkatkan derajat pendidikan di sekolah tidak harus selalu dengan program “Cet Langet”.

Hal-hal sederhana seperti membiasakan ruangan di sekolah Bersih, Rapi, Indah dan Hijau (BEREH), jika konsisten dikerjakan dampaknya sangat nyata untuk meningkatkan status kesehatan generasi di Aceh secara khusus di negeri ini.

Bukan tidak mungkin, Pemerintah Aceh dibawah nahkoda Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, yang sudah gencar-gencarnya menjadikan sekolah seperti SMA/SMK dan SLB Bersih, Rapi, Indah dan Hijau (BEREH) di seluruh pelosok Provinsi Aceh.

Dalam sebuah kesempatan, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, Senin (1/4/2019) di Blangkejeren, Gayo Lues, ia mengingatkan bahwa kebiasaan hidup bersih, kebersamaan, sifat gotong royong, merupakan peninggalan indatu yang sudah mulai luntur di lingkungan sekolah.

Ia mengingatkan, bahwa membangun kebersamaan, bergotong royong dan peduli sesama merupakan peninggalan indatu rakyat Aceh dan menjadi program Nawacita yang digaungkan oleh Presiden Joko Widodo.

“Jangan sampai pengaruh perkembangan teknologi global yang tanpa batas itu justru merusak masa depan anak-anak dan menggerus kearifan lokal kita,” ujarnya kala itu.

Menurutnya, lemahnya pengawasan dan kemampuan menyaring pengaruh buruk kemajuan teknologi akan mempengaruhi mental dan menggerus moral, rasa kebersamaan dan semangat gotong royong.

“Bersama seluruh pihak terkait, saya akan coba membenahi ini,” sambung Plt Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT, dalam lawatannya ke daerah dalam rangka meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Budaya BEREH adalah gerakan mencitrakan kenyamanan kerja dan juga keindahan tempat publik, perlu semangat gotong royong dan juga kebersamaan suksesnya Bersih, Rapi, Indah dan Hijau (BEREH).

Dengan Bersih, Rapi, Indahnya lingkungan kerja akan membuat suasana kerja, belajar juga ibadah menjadi lebih nyaman. Pemerintah Aceh telah sukses melaksanakan program ini di kalangan SKPA tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun melalui semangat gotong royong, kebersamaan.

“Saya berharap Kepala SMA/SMK di seluruh Aceh memberdayakan semangat gotong royong di antara guru, murid, untuk menghadirkan program BRI dan hijau, agar lingkungan sekolahnya terlihat bersih dan sehat tanpa harus mengeluarkan dana untuk hal tersebut,” ujar Nova Iriansyah, di Banda Aceh.

Begitu juga terhadap ASN, PNS, siswa SMA/SMK di seluruh Aceh, ia mengajak untuk membangun budaya bersih, rapi, indah. “Dengan demikian kita akan belajar, bekerja dengan pikiran yang jernih, kemudian kita benar-benar bisa produktif,” ajaknya.

“Kebersihan sebahagian dari iman kita, yang bertekad-bulat menjalankan Syariah Islam secara kaffah di bumi Aceh. Hasilnya cukup menggembirakan, hanya dalam waktu sepekan target budaya BEREH di provinsi Aceh bisa dicapai, tanpa perlu ada SK panitia dan biaya,” ujar Plt Gubernur.

Pada kesempatan tersebut, Plt Gubernur juga berterimakasih dan mengapresiasi bupati dan wali kota beserta jajarannya yang hadir mengikuti prosesi penyerahan SK dan sosialisasi BEREH tersebut, dari awal hingga selesai.

Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah, M.Kes, segendang sepenarian dengan Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Ir. Nova Iriansyah, MT. Sejak dilantik 1 Agustus 2019 lau, secara maraton ia menyambangi ke seluruh Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA).

Hasilnya, seluruh SKPA ikut berbenah untuk budaya Bersih, Rapi, Indah dan Hijau (BEREH). Belum lagi, baru-baru ini. Didampingi Kepala Badan Kepegawaian Aceh (BKA), Dr Iskandar. AP, S.Sos, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs. Rachmat Fitri HD, MPA, berkeliling mengantar SK Kenaikan Pangkat dan SK Pensiun ASN.

Disana ia lagi-lagi memastikan program Bersih, Rapi, Indah dan Hijau (BEREH) di hadapan ASN dan para Kepala Sekolah. Memang, Sekda Aceh ini kerap mengimbau para ASN untuk lebih peduli terhadap kebersihan, kerapian dan keindahan Masjid dan Meunasah di lingkungan masing-masing, melalui program ‘ASN Peusaneut Meunasah dan Masjid Gampong dengan Bersih Rapi Indah (BRI) Hijau.’

“Saya sangat merasa sedih dan miris jika melihat sejumlah Masjid dan Meunasah Gampong yang kurang terawat. Oleh karena itu, dengan program ‘ASN Peusaneut Meunasah dan Masjid Gampong dengan BEREH,’ para ASN harus memiliki rasa berkewajiban menjaga BRI Hijau di Meunasah masing-masing. Jika berhasil, Insya Allah Meunasah kita akan indah dan disesaki jama’ah,” ujar Taqwallah saat menyampaikan arahan pada penyerahan SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun ASN, di Kota Sigli, Kabupaten Pidie.

Setiap ia menyambangi ruang sekolah maupun perkantoran, Sekda Aceh, Taqwallah, selalu merapikan meja dan kursi yang kurang rapi maupun terlihat kotor.

Ia seolah tak sanggup menyembunyikan rasa kecewa jika di dapati ruang maupun halaman yang terlihat tidak rapi, tidak bersih, tidak indah dan tidak hijau.

Itu sebabnya, dirinya ketika tiba di sekolah langsung mengecek setiap sudut ruangan, apakah sudah Rapi, Bersih, Indah dan Hijau (BEREH). Maklum, Taqwallah adalah berangkat dari salah seorang tenaga kesehatan.

Saat berada di Puskesmas, Sekda menginstruksikan agar Kepala Puskesmas lebih memperhatikan kebersihan di Puskesmas, sehingga pasien akan merasa nyaman saat menjalani proses pengobatan.

Hal serupa juga disampaikan Sekda Aceh Taqwallah saat meninjau SMA Negeri 1 Padang Tiji, dengan suasana bersih, maka siswa dan guru akan menjalani proses belajar mengajar dengan nyaman. (Advertorial)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed