Miss Universe Asal Bahrain Ini Tolak Berbikini dan Angkat Isu Islamophobia

Jakarta – Perhelatan kontes kecantikan nomor satu di dunia ini selalu memiliki cerita tersendiri yang menarik untuk dibahas. Salah satunya penampilan tak biasa yang ditunjukkan Evlin Abdullah Khalifa, Miss Universe Asal Bahrain.

Evlin menolak memakai bikini dan memilih menggunakan burkini atau pakaian sejenis baju renang yang diperuntukkan bagi wanita muslim yang tentunya tertutup.

Evlin juga memanfaatkan momen ini dengan mengkampanyekan sebuah isu yang tengah hangat menjadi perbincangan hangat berkaitan dengan islamophobia.

Pada penampilannya di Miss Universe yang ke 71 yang diselenggarakan di New Orleans, AS Evlin tampil dalam suatu sesi dengan membawakan ubah yang bertuliskan “Arab Women Should Be Represented “ dan “A Muslim Women Can Also Become Miss Universe “ serta tulisan “kesetaraan” yang tertulis dalam aksara Arab.

Hal tersebut juga merupakan suatu bentuk kampanye antidiskriminasi terhadap Agama Islam dan persamaan hak bagi wanita manapun di dunia ini. Penampilannya pun telah menjadi perhatian pembaca dalam sepekan ini.

Wanita blasteran Bahrain dan Rusia ini telah menyandang gelar sarjana di bidang keuangan dan perbankan, ia percaya bahwa tak ada kata terlambat untuk belajar.

Bahkan, diketahui Evlin memiliki bakat dan lulus dari lima sekolahnya yaitu musik, menari, modeling, taekwondo, dan pemahaman. Ia juga memiliki kemampuan berbahasa Arab dan Inggris yang baik.

Evlin Khalifa terkenal sebagai seorang pianis dan taekwondo. Ia mempunyai mimpi besar berharap suatu hari nanti wanita dari Arab Saudi bisa mendunia dengan berlaga di Miss Universe.

Selain itu, Evlin juga ingin menyuarakan untuk wanita Arab Saudi lainnya agar terus berkarya.

Tak hanya cantik, Evlin ternyata juga aktif dalam berbagai kegiatan amal. Belum lama ini, ia memposting foto tengah bekerja sama dengan Smile Train, merupakan badan amal yang fokus membantu anak-anak sumbing terbesar di dunia.

Di samping itu, Evlin pun kerap menyuarakan inisiatif dalam berbagai isu, termasuk meningkatkan kesadaran akan anoreksia, gangguan makan yang membuat seseorang terobsesi dengan berat badan.

Sumber: Liputan6.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *